21:00 . Peringati Nuzulul Quran, Remas Jami'Baitul Ghofur Sumodikaran Bagi Takjil   |   20:00 . Kenalkan Bright Gas Melalui 'BEDUK'   |   19:00 . Liga 3 Mulai, Persibo Siapkah?   |   18:30 . Persibo di Group A, Inilah Selengkapnya   |   18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |   17:00 . Al-Quran Obat Segala Penyakit   |   16:30 . Kick Off 27 Juli, Persibo Jumpa PSM Madiun   |   16:00 . Pastikan Ikut Kompetisi, Bojonegoro FC Seleksi Setelah Lebaran   |   15:00 . Polres Bojonegoro Sidak di Pasar Kota   |   14:00 . Banyak Reseller Geliat Pakaian Bekas di Bojonegoro   |   13:00 . Bulan Mei: Hari Buku dan Kebangkitan Pendidikan di Bojonegoro dan Tuban   |   12:00 . 403 Bakal Calon Kepala Desa Berebut Kursi   |   10:00 . Kapolres: Tidak Ada Warga yang Berangkat ke Jakarta   |   09:00 . Kejar Target Drilling 2019, Pertamina EP Cepu Lakukan Sinergi dengan PDSI   |  
Tue, 21 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 30 January 2019 16:00

Produksi Kapur Tulis di Sumberrejo? Begini Saat Musim Hujan

Produksi Kapur Tulis di Sumberrejo? Begini Saat Musim Hujan

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Tak banyak yang mengetahui keberadaan produksi kapur tulis rumahan di Bojonegoro. Lokasinya berada di kediaman Munawi, tepatnya di Dusun Karung, Desa Tulungrejo Kecamatan Sumberrejo.

Munawi mengaku Ia telah memproduksi kapur sejak 20 tahun yang lalu, dan sempat memiliki 5 karyawan yang membantunya membuat kapur tulis. "Tapi sekarang tinggal saya sama istri, soalnya kapur sudah tidak begitu laku," terangnya.

Apalagi, akhir-akhir ini cuaca memang tidak menentu ditambah lagi curah hujan yang lebat dan lama membuat usaha Munawi menjadi terganggu, karena masa produksi semakin lama.

"Kapur yang kering 2 hari bisa jadi, 4 hari baru kering selama hujan," jelas laki-laki 52 tahun itu pada awak bB.

Pertama kali memulai usahanya, Munawi mengaku dibiayai oleh distributor, dan hasil produksi langsung disetorkan ke Surabaya. Namun, sekarang hanya menyetorkan sebagian, dan sisanya digunakan untuk dijual di pasar.

Menurut Munawi, harga kapur di pasar masih stabil. Biasanya dirinya menjual 1 kardus berisi 45 kotak kapur putih seharga Rp55 ribu. "Sedangkan untuk kapur warna seharga Rp100 ribu," pungkas Munawi.[aim/ito]

Tag : kapur, tulis, sumberrejo, tulungrejo, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat