10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |   15:00 . Pilanggede 2 Tahun Berturut-Turut Dapat Penghargaan   |   14:00 . Gubernur Serahkan Penghargaan ke Kades Pilanggede   |   13:00 . Liga Mahasiswa, UNUGiri Tahan Imbang UIN Malang 1-1   |   12:00 . Woow..! Pilanggede Dapat Penghargaan dari Menteri LHK   |   11:00 . Dapat Laporan, Bupati Sidak Rumah Karaoke di Sukosewu   |   10:00 . Angkat Khazanah Tari Rondo Songo yang Tak Populer   |   09:00 . Masuk Hari Kelima, Pendaftar CPNS 2019 Tembus 2,3 Juta Orang   |   08:00 . Awal Musim Hujan, Waspada DBD   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 30 January 2019 16:00

Produksi Kapur Tulis di Sumberrejo? Begini Saat Musim Hujan

Produksi Kapur Tulis di Sumberrejo? Begini Saat Musim Hujan

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Tak banyak yang mengetahui keberadaan produksi kapur tulis rumahan di Bojonegoro. Lokasinya berada di kediaman Munawi, tepatnya di Dusun Karung, Desa Tulungrejo Kecamatan Sumberrejo.

Munawi mengaku Ia telah memproduksi kapur sejak 20 tahun yang lalu, dan sempat memiliki 5 karyawan yang membantunya membuat kapur tulis. "Tapi sekarang tinggal saya sama istri, soalnya kapur sudah tidak begitu laku," terangnya.

Apalagi, akhir-akhir ini cuaca memang tidak menentu ditambah lagi curah hujan yang lebat dan lama membuat usaha Munawi menjadi terganggu, karena masa produksi semakin lama.

"Kapur yang kering 2 hari bisa jadi, 4 hari baru kering selama hujan," jelas laki-laki 52 tahun itu pada awak bB.

Pertama kali memulai usahanya, Munawi mengaku dibiayai oleh distributor, dan hasil produksi langsung disetorkan ke Surabaya. Namun, sekarang hanya menyetorkan sebagian, dan sisanya digunakan untuk dijual di pasar.

Menurut Munawi, harga kapur di pasar masih stabil. Biasanya dirinya menjual 1 kardus berisi 45 kotak kapur putih seharga Rp55 ribu. "Sedangkan untuk kapur warna seharga Rp100 ribu," pungkas Munawi.[aim/ito]

Tag : kapur, tulis, sumberrejo, tulungrejo, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat