18:00 . Ribuan Kuntul Putar-Putar Cari Rumah   |   17:00 . PCNU Siapkan Strategi Tanggulangi Bencana   |   14:00 . Di Bojonegoro, Lulusan PGMI Tak Bisa Daftar CPNS   |   13:00 . Menarik Mocaf Produk Disabel dan Eksotis Waduk Bendo   |   12:00 . Job Fair di IKIP PGRI Bojonegoro, Buka 7.000 Peluang Kerja   |   11:00 . Eksotis Waduk Grobogan   |   10:00 . Dari Dunia Modeling, Kenalkan Tengul di Event Wajah Pesona Indonesia   |   09:00 . Bupati-Menhub Sepakat untuk Mudahkan Transportasi di Bojonegoro   |   08:00 . 5 Hari Dibuka, 830 Peserta CPNS Sudah Daftar   |   07:00 . Istri Malas Berhubungan Intim, Bisa Jadi Karena 5 Hal ini   |   17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |  
Sun, 17 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 31 January 2019 07:00

Ada 8 dari 10 Anak Usia Sekolah Indonesia Kekurangan DHA dan Omega 3

Ada 8 dari 10 Anak Usia Sekolah Indonesia Kekurangan DHA dan Omega 3

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Sebuah penelitian yang dihimpun dalam British Journal of Nutrition memaparkan bahwa konsumsi asam lemak esensial (Esential Fatty Acids) anak Indonesia usia 4 sampai 12 tahun masih kurang dari standar World Health Organization (WHO).

Seorang peneliti sekaligus dosen teknologi pangan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Ahmad Sulaeman yang juga terlibat dalam penelitian tersebut mengatakan,  8 dari 10 anak Indonesia kekurangan asam lemak esensial.

Asam lemak esensial seperti Omega 3 dan Omega 6 memang menjadi nutrisi yang krusial untuk pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak anak. Selain itu, nutrsi tersebut bermanfaat dalam formasi membran sel otak dan memproduksi hormon yang berguna untuk respon imun, serta mengatur tekanan darah.

Jadi, makanan bernutrisi yang melengkapi kebutuhan anak ini penting untuk tumbuh kembangnya. Kekurangan nutrisi itu tentu memiliki efek samping, misalnya pertumbuhan anak terhambat, lemah imun, dan penglihatan yang bermasalah.

Untuk jangka panjang, nutrisi yang cukup untuk otak anak dapat berpengaruh pada kemampuan anak dalam belajar dan beraktivitas. Misalnya, kemampuan kognitif dalam mengeksplorasi suatu benda, kemampuan mengingat, dan juga logika. 

Darurat DHA dan kelengkapan gizi 

Beberapa makanan yang paling tinggi kandungan Omega 3 dan Omega 6 antara lain, ikan lele, sarden, salmon, tuna, tahu, dan tempe. Makan ikan dua atau tiga kali seminggu juga disarankan agar gizi tersebut tercukupi.

Mengingat pentingnya fungsi nutrisi itu, Ahmad menganjurkan agar orangtua benar-benar memperhatikan pola makan anaknya. Contohnya, dimulai dari kebiasaan sarapan.

Kebiasaan sarapan bergizi bisa mendukung anak usia sekolah agar berenergi saat belajar. Sayangnya, ada saja anak-anak yang tak terbiasa sarapan.

Sumber data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan, sebanyak 26 persen anak Indonesia hanya mengkonsumsi minuman pada waktu sarapan, seperti air putih atau teh. Berdasarkan sumber data yang sama, hanya 10,6 persen yang sarapannya mencukupi asupan energi sebesar 30 persen.

“Dampak dari tidak sarapan anak di sekolah akan ngantuk. Lalu, karena lapar dia akan jajan makanan yang gizinya tidak terkontrol. Misalnya, gorengan atau es yang isinya hanya air dan pemanis buatan,” ujar Ahmad saat ditemui di Greenhouse Resto, Sentul, Bogor, Kamis (23/1/19).

Ahmad melanjutkan, untuk proses berpikir dan beraktivitas, diperlukan energi dari zat gizi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Ia mengingatkan agar anak jangan sampai kekurangan gizi sehingga mudah sakit.

Dilansir Kompas.com, Kamis (6/9/18), idealnya dalam satu piring sarapan seperempat porsi perlu diisi oleh karbohidrat kompleks, seperempat porsi oleh lauk yang terdiri dari protein dan juga mineral. Sementara itu, setengah porsi lainnya terdiri dari buah dan sayur yang bertugas mencukupi kebutuhan vitamin dan juga mineral.

Mengacu pada rekomendasi American Academics of Pedriatics, setidaknya anak usia 4-8 tahun mengkonsumsi 0,8 gram Omega 3 per hari dan 10 gram Omega 6 per hari.

Selain itu, mengonsumsi susu pertumbuhan bagi anak-anak di masa pentingnya juga bisa melengkapi kebutuhan asam lemak esensial dan DHA. Jadi, asupan DHA dapat diserap secara lengkap baik dari makanan bergizi dan susu sebagai pelengkapnya.

“Anda adalah apa yang Anda makan. Apalagi untuk anak-anak, agar ia tidak mudah sakit, penting sekali untuk perhatikan makanannya,” imbuh Ahmad.

Kondisi anak-anak Indonesia yang #DaruratDHA dan kurang asam lemak esensial tersebut perlu jadi perhatian para orangtua. Oleh karenanya, orangtua mesti memenuhi kebutuhan nutrisi anak salah satunya dengan menyediakan susu pertumbuhan.

Dengan begitu, gizi untuk tumbuh kembang otak terpenuhi dan anak pun bisa tetap aktif dan berprestasi.

*Sumber: kompas.com

Tag : kesehatan anak

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat