20:00 . Wacana Pasar Kota Dipindah, Pedagang Resah Bentangkan Spanduk   |   19:00 . Diterpa Pandemi, Ini Cara Bisnis Hotel dan Restoran Tetap Bertahan   |   18:00 . dr. Reisa: Bersama Kurangi Beban Garda Terdepan Penanganan Covid-19   |   17:00 . Prakiraan Cuaca, 3 Hari ke Depan Bojonegoro Diguyur Hujan Sedang   |   16:00 . Sebarkan Berita Benar, Laporkan dan Lawan Hoaks, Begini Caranya   |   15:00 . Meski Grafik Menurun, Jumlah Santunan Korban Luka-luka Jasa Raharja Masih Tinggi   |   14:00 . 100 CPNS Guru SMA-SMK se Bojonegoro dan Tuban Terima SK   |   13:00 . Jembatan Kalibedah di Jalur Padangan-Ngawi Longsor   |   12:00 . Pembatasan Kegiatan Masyarakat Diperpanjang Hingga 8 Februari   |   11:00 . Peduli Covid-19, Biznet Serahkan Ribuan Masker ke RSUD Bojonegoro   |   10:00 . Bulog Bojonegoro Pastikan Stok Beras Aman Sampai 6 Bulan Kedepan   |   09:00 . Pasien Sembuh di Indonesia Meningkat, Menjadi 798.810 Orang   |   08:00 . Harga Sayuran Mulai Merangkak Naik di Pasaran   |   07:00 . Lebih Sehat dengan Bangun Pagi, Begini Cara Menjadi Morning Person   |   06:00 . Ini Kriteria Pendonor Plasma Konvalesen   |  
Tue, 26 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sekolah Lapang, Program Peningkatan Sektor Pertanian

blokbojonegoro.com | Thursday, 31 January 2019 14:00

Sekolah Lapang, Program Peningkatan Sektor Pertanian

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Program petanian diharapkan tepat sasaran dan maksimal dalam pelaksanaan, sehingga semakin menguntungkan petani.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Djupari mengatakan, ada tiga program yang sudah dipersiapkan untuk menunjang sektor pertanian di Kota Ledre. Di antaranya adalah program Sekolah Lapang.

Program Sekolah Lapang ini mengajarkan para petani bagaimana bertanam yang baik. Mulai cara memupuk dan membasmi hama agar menghasilkan panen lebih maksimal.

"Program ini dialokasikan di seluruh Desa di Kabupaten Bojonegoro," katanya kepada blokBojonegoro.com, Kamis (31/1/2019).

Ia menambahkan, setiap desa menyediakan lahan seluas 1 hektare untuk Sekolah Lapang tersebut. Sedangkan biaya pupuk dan bibit disediakan oleh Pemkab dan hasilnya untuk desa penyedia lahan.

Kemudian, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi ini diperuntukan hanya bagi petani padi. Sehingga nantinya, jika terjadi gagal panen akibat banjir, diserang hama petani akan mendapatkan klaim asuransi.

"Klaim asuransi sebesar Rp6 juta per hektare," ujarnya menjelaskan.

Sedangkan untuk pembayarannya sebesar Rp36.000 per hektar akan disediakan oleh APBD Kabupaten Bojonegoro. "Dalam pelaksanaannya, tetap kita maksimalkan," tandasnya. 

Lalu, lanjut dia, Program Kartu Petani Mandiri (KPM). Program ini diperuntukan petani yang memiliki lahan maksimal 2 hektare dalam Satu Kepala Keluarga (KK).

"Mekanisme penyalurannya melalui Kelompok Tani, dan besaran bantuannnya sebesar Rp2 juta per hektar," imbuhnya. [yud/lis]

Tag : sawah, disperta., tani


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat