09:00 . Masuk Hari Kelima, Pendaftar CPNS 2019 Tembus 2,3 Juta Orang   |   08:00 . Awal Musim Hujan, Waspada DBD   |   07:00 . Sejarah di Balik Tradisi Bertekuk Lutut saat Melamar Kekasih   |   18:00 . Ribuan Kuntul Putar-Putar Cari Rumah   |   17:00 . PCNU Siapkan Strategi Tanggulangi Bencana   |   14:00 . Di Bojonegoro, Lulusan PGMI Tak Bisa Daftar CPNS   |   13:00 . Menarik Mocaf Produk Disabel dan Eksotis Waduk Bendo   |   12:00 . Job Fair di IKIP PGRI Bojonegoro, Buka 7.000 Peluang Kerja   |   11:00 . Eksotis Waduk Grobogan   |   10:00 . Dari Dunia Modeling, Kenalkan Tengul di Event Wajah Pesona Indonesia   |   09:00 . Bupati-Menhub Sepakat untuk Mudahkan Transportasi di Bojonegoro   |   08:00 . 5 Hari Dibuka, 830 Peserta CPNS Sudah Daftar   |   07:00 . Istri Malas Berhubungan Intim, Bisa Jadi Karena 5 Hal ini   |   17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |  
Sun, 17 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 31 January 2019 14:00

Sekolah Lapang, Program Peningkatan Sektor Pertanian

Sekolah Lapang, Program Peningkatan Sektor Pertanian

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Program petanian diharapkan tepat sasaran dan maksimal dalam pelaksanaan, sehingga semakin menguntungkan petani.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bojonegoro, Djupari mengatakan, ada tiga program yang sudah dipersiapkan untuk menunjang sektor pertanian di Kota Ledre. Di antaranya adalah program Sekolah Lapang.

Program Sekolah Lapang ini mengajarkan para petani bagaimana bertanam yang baik. Mulai cara memupuk dan membasmi hama agar menghasilkan panen lebih maksimal.

"Program ini dialokasikan di seluruh Desa di Kabupaten Bojonegoro," katanya kepada blokBojonegoro.com, Kamis (31/1/2019).

Ia menambahkan, setiap desa menyediakan lahan seluas 1 hektare untuk Sekolah Lapang tersebut. Sedangkan biaya pupuk dan bibit disediakan oleh Pemkab dan hasilnya untuk desa penyedia lahan.

Kemudian, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Asuransi ini diperuntukan hanya bagi petani padi. Sehingga nantinya, jika terjadi gagal panen akibat banjir, diserang hama petani akan mendapatkan klaim asuransi.

"Klaim asuransi sebesar Rp6 juta per hektare," ujarnya menjelaskan.

Sedangkan untuk pembayarannya sebesar Rp36.000 per hektar akan disediakan oleh APBD Kabupaten Bojonegoro. "Dalam pelaksanaannya, tetap kita maksimalkan," tandasnya. 

Lalu, lanjut dia, Program Kartu Petani Mandiri (KPM). Program ini diperuntukan petani yang memiliki lahan maksimal 2 hektare dalam Satu Kepala Keluarga (KK).

"Mekanisme penyalurannya melalui Kelompok Tani, dan besaran bantuannnya sebesar Rp2 juta per hektar," imbuhnya. [yud/lis]

Tag : sawah, disperta., tani

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat