18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 01 February 2019 12:00

Jokowi Melintas di Tuban, Jurnalis Aksi Teatrikal Pembunuhan Wartawan

Jokowi Melintas di Tuban, Jurnalis Aksi Teatrikal Pembunuhan Wartawan

Reporter: Khoirul Huda/blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Rencana Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melintas di Kabupaten Tuban setelah mengikuti kegiatan di Sarang, Rembang, Jumat (1/2/2019), disambut aksi protes wartawan Tuban yang meminta agar presiden menggagalkan pemberian remisi atau pengurangan masa hukuman kepada Susrama, terdakwa pembunuh jurnalis di Bali tahun 2009 lalu.

Para jurnalis dari beberapa media itu melakukan aksi teatrikal di depan kantor Balai Wartawan, Jalan Pramuka no 1 Kabupaten Tuban. Menuntut agar presiden yang dikabarkan mau melintas di bumi wali mau mendengarkan permintaan pencabutan remisi untuk pembunuh AA Narendra Prabangsa, wartawan Radar Bali.

"Kami ingin pesan para wartawan bisa langsung sampai ke Presiden Joko Widodo," kata Khusni Mubarok, salah satu peserta aksi.

Aksi teatrikal digambarkan dengan seorang wartawan yang memerankan Prabangsa, penulis kasus korupsi beberapa proyek di Dinas Pendidikan Bangli, Bali. Dia kemudian diundang oleh seorang utusan Susrama, pemimpin proyek tersebut.

Di kediaman Susrama yang juga aktor intelektual, Prabangsa kemudian disiksa beberapa orang. Setelah meregang nyawa, mayatnya kemudian dibuang di laut dan ditemukan beberapa hari setelahnya.

"Itu adalah tindakan keji, karena pemberitaan kasus korupsi bisa berakibat hilangnya nyawa seorang jurnalis," jelas Mubarok.

"Setelah beberapa tahun kasus itu terungkap dan aktor intelektualnya dihukum, sekarang malah diupayakan remisinya oleh pemerintah," lanjut Mubarok.

Ini adalah aksi kedua yang dilakukan Forum Wartawan Tuban. Mereka menganggap upaya pemberian remisi merupakan bukti belum ada perhatian serius dari pemerintah untuk profesi jurnalis.

"Tidak ada berita seharga nyawa, apalagi itu kasus korupsi. Kami minta agar pemerintah mulai memperhatikan itu diawali dengan pencabutan remisi buat aktor intelektual pembunuh wartawan," kata Edy Purnomo. [hud/rom]

Tag : presiden, remisi, remisi pembunuh, pers

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat