07:00 . 4 Probiotik yang Bermanfaat untuk Kesehatan Anak   |   22:00 . Besok Pilkades Digelar, Tak Ada Lonjakan Penumpang Turun di Terminal   |   21:00 . Tak Ada Ujian Susulan, 369 Peserta SKD Dinyatakan Gugur   |   20:00 . BKPP Bojonegoro Umumkan Hasil SKD CPNS Akhir Februari   |   19:00 . 213 ASN Eselon III Bakal Ikuti Asessment di Jakarta   |   18:00 . Mahasiswa STIE Cendekia Kunjungi Lapangan Banyu Urip   |   17:00 . Duh...! Politik Uang Masih Jadi Tren Cakades?   |   16:00 . Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen   |   15:00 . Cerita Mahasiswa Asal Bojonegoro Saat Virus Corona Mewabah   |   14:00 . 500 Sak Disiapkan untuk Perbaiki Tanggul Kali di Kanor yang Jebol   |   13:00 . Survei, PDPM Ungkap Pencalonan Kades   |   12:00 . Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Pemkab Bojonegoro Siap Dukung   |   11:00 . Bupati Sambut 1.039 Personel BKO untuk Pengamanan Pilkades Serentak   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Siap Dukung Sensus Penduduk 2020   |   09:30 . Hujan, Bengawan Solo Masuk Siaga Hijau   |  
Wed, 19 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 01 February 2019 22:45

Warga Sukorejo Diduga Loncat dari Jembatan

Tim Penyelamat Belum Berani Lakukan Penyisiran

Tim Penyelamat Belum Berani Lakukan Penyisiran

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Sesaat usai peristiwa seorang lelaki yang nekat loncat dari atas jembatan Glendeng, segenap tim keamanan mulai tiba di lokasi. Tak hanya itu, personil dari BPBD wilayah Kabupaten Bojonegoro dan seorang petugas Tagana Tuban pun telah merapat.

Pihak keluarga yang saat itu berada di lokasi yang sama, dibuat panik sebab kejadian itu. Sutrisno, kakak Ipar Nova (27), terlihat bingung dengan keadaan tersebut.

"Harapannya bisa dicari dan ditelusuri sekarang," ujar Sutrisno kepada blokTuban.com, Jumat (1/2/2019).

Menanggapi hal itu, personel dari Polsek Soko belum berani membuat keputusan lebih. Pihaknya hanya bisa mengamankan arus lalu lintas yang jalan di Jembatan Glendeng, sebab pengguna jalan banyak singgah dan berkerumun di titik Jembatan.

"Kita koordinasi kan lebih dulu. Sementara hanya pendataan tentang kronologi kejadian," ujar Budi, anggota Polsek Soko di tengah proses pendataannya. 

Sementara itu, dari pihak BPBD Bojonegoro juga belum berani untuk terjun langsung melakKukan penyisiran. Pihaknya mengatakan bahwa prosedur pelaksanaan pencarian, harus sesuai aturan yang ada. 

"Prosedurnya, pencarian pagi jam tujuh. Saat ini belum bisa," terang anggota BPBD Bojonegoro, Imam menjelaskan SOP yang berlaku.

Sementara itu dari pihak Tagana Kabupetan Tuban juga menuturkan hal yang sama. Dari pihak Polsek Soko sudah melakukan koordinasi lebih dengan Kepala Desa Kendalrejo. Tindak lanjut dari BPBD harus ada sinkronisasi, dan masih harus menunggu komando lanjutan.

"Dari Tagana, sudah calling di grup. Kemungkinan dari teman-teman yang rumahnya terdekat akan merapat. Untuk penyisiran, tidak mungkin dilakukan malam hari, besok," ungkap Andre Wardana, salah satu anggota Tagana Tuban. [feb/col]

Tag : jembatan, bunuh diri


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat