18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 01 February 2019 22:45

Warga Sukorejo Diduga Loncat dari Jembatan

Tim Penyelamat Belum Berani Lakukan Penyisiran

Tim Penyelamat Belum Berani Lakukan Penyisiran

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Sesaat usai peristiwa seorang lelaki yang nekat loncat dari atas jembatan Glendeng, segenap tim keamanan mulai tiba di lokasi. Tak hanya itu, personil dari BPBD wilayah Kabupaten Bojonegoro dan seorang petugas Tagana Tuban pun telah merapat.

Pihak keluarga yang saat itu berada di lokasi yang sama, dibuat panik sebab kejadian itu. Sutrisno, kakak Ipar Nova (27), terlihat bingung dengan keadaan tersebut.

"Harapannya bisa dicari dan ditelusuri sekarang," ujar Sutrisno kepada blokTuban.com, Jumat (1/2/2019).

Menanggapi hal itu, personel dari Polsek Soko belum berani membuat keputusan lebih. Pihaknya hanya bisa mengamankan arus lalu lintas yang jalan di Jembatan Glendeng, sebab pengguna jalan banyak singgah dan berkerumun di titik Jembatan.

"Kita koordinasi kan lebih dulu. Sementara hanya pendataan tentang kronologi kejadian," ujar Budi, anggota Polsek Soko di tengah proses pendataannya. 

Sementara itu, dari pihak BPBD Bojonegoro juga belum berani untuk terjun langsung melakKukan penyisiran. Pihaknya mengatakan bahwa prosedur pelaksanaan pencarian, harus sesuai aturan yang ada. 

"Prosedurnya, pencarian pagi jam tujuh. Saat ini belum bisa," terang anggota BPBD Bojonegoro, Imam menjelaskan SOP yang berlaku.

Sementara itu dari pihak Tagana Kabupetan Tuban juga menuturkan hal yang sama. Dari pihak Polsek Soko sudah melakukan koordinasi lebih dengan Kepala Desa Kendalrejo. Tindak lanjut dari BPBD harus ada sinkronisasi, dan masih harus menunggu komando lanjutan.

"Dari Tagana, sudah calling di grup. Kemungkinan dari teman-teman yang rumahnya terdekat akan merapat. Untuk penyisiran, tidak mungkin dilakukan malam hari, besok," ungkap Andre Wardana, salah satu anggota Tagana Tuban. [feb/col]

Tag : jembatan, bunuh diri

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat