10:00 . Berdesak-Desakan, Pemilih di Desa Campurejo Pingsan   |   09:00 . Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Disperta Lanjut di Balen   |   08:00 . Pilkades Serentak Bukan Hari Libur Daerah   |   07:00 . Riset: Anak Kedua Laki-laki Cenderung Lebih Nakal   |   21:00 . PDAM Macet, Begini Tanggapan Perusahaan   |   20:00 . Masyarakat Keluhkan Air PDAM Macet   |   19:00 . Lini Depan Kurang Tajam, Pelatih Persibo Terus Berburu Striker   |   18:00 . 352.567 Rokok Ilegal Dimushakan   |   17:00 . DPMD Pastikan Seluruh Desa Sudah Terima Dana Oprasional Pilkades   |   16:00 . Persiapkan Kondisi Fisik, Tim Futsal Porprov Bojonegoro Check Up Kesehatan   |   15:00 . Tingginya Pengangguran Pencaker Kurang Manfaatkan Media Informasi   |   14:00 . Kurangi Penggangguran Pasca Kelulusan Sekolah, UPT BLK Gelar Job Market Fair 2019   |   13:00 . PU Fraksi DPRD Dijawab Pemkab   |   12:00 . Sejarah Pilkades dari Masa ke Masa   |   11:00 . Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 352.567 Batang Rokok   |  
Wed, 26 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 01 February 2019 22:45

Warga Sukorejo Diduga Loncat dari Jembatan

Tim Penyelamat Belum Berani Lakukan Penyisiran

Tim Penyelamat Belum Berani Lakukan Penyisiran

Reporter: M. Anang Febri

blokBojonegoro.com - Sesaat usai peristiwa seorang lelaki yang nekat loncat dari atas jembatan Glendeng, segenap tim keamanan mulai tiba di lokasi. Tak hanya itu, personil dari BPBD wilayah Kabupaten Bojonegoro dan seorang petugas Tagana Tuban pun telah merapat.

Pihak keluarga yang saat itu berada di lokasi yang sama, dibuat panik sebab kejadian itu. Sutrisno, kakak Ipar Nova (27), terlihat bingung dengan keadaan tersebut.

"Harapannya bisa dicari dan ditelusuri sekarang," ujar Sutrisno kepada blokTuban.com, Jumat (1/2/2019).

Menanggapi hal itu, personel dari Polsek Soko belum berani membuat keputusan lebih. Pihaknya hanya bisa mengamankan arus lalu lintas yang jalan di Jembatan Glendeng, sebab pengguna jalan banyak singgah dan berkerumun di titik Jembatan.

"Kita koordinasi kan lebih dulu. Sementara hanya pendataan tentang kronologi kejadian," ujar Budi, anggota Polsek Soko di tengah proses pendataannya. 

Sementara itu, dari pihak BPBD Bojonegoro juga belum berani untuk terjun langsung melakKukan penyisiran. Pihaknya mengatakan bahwa prosedur pelaksanaan pencarian, harus sesuai aturan yang ada. 

"Prosedurnya, pencarian pagi jam tujuh. Saat ini belum bisa," terang anggota BPBD Bojonegoro, Imam menjelaskan SOP yang berlaku.

Sementara itu dari pihak Tagana Kabupetan Tuban juga menuturkan hal yang sama. Dari pihak Polsek Soko sudah melakukan koordinasi lebih dengan Kepala Desa Kendalrejo. Tindak lanjut dari BPBD harus ada sinkronisasi, dan masih harus menunggu komando lanjutan.

"Dari Tagana, sudah calling di grup. Kemungkinan dari teman-teman yang rumahnya terdekat akan merapat. Untuk penyisiran, tidak mungkin dilakukan malam hari, besok," ungkap Andre Wardana, salah satu anggota Tagana Tuban. [feb/col]

Tag : jembatan, bunuh diri

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat