16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |   15:00 . Pilanggede 2 Tahun Berturut-Turut Dapat Penghargaan   |   14:00 . Gubernur Serahkan Penghargaan ke Kades Pilanggede   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 03 February 2019 17:00

Stok Bawang Merah Membludak, Harga Jual Anjlok

Stok Bawang Merah Membludak, Harga Jual Anjlok

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Belakangan ini, harga bawang semakin anjlok layaknya harga kerupuk. Stok yang melimpah membuat harganya terus merosot. Apa lagi teksturnya yang mengandung air membuat bawang merah cepat busuk di musim hujan seperti ini. Hal ini memaksa tengkulak membeli dan menjual bawang merah dengan harga yang murah meriah.

"Harganya ada mulai dari harga Rp5.000 per kilogram, sedangkan yang kualitas super harganya hanya Rp9.000 per kilogram" beber Rasemo salah satu bos pengkulak bawang merah di Kecamatan Kedungadem.

Laki-laki 50 tahun itu membeli bawang merah langsung dari petani sekitar Kedungadem. Ada juga dari kecamatan lain seperti Kepohbaru dan Gondang, bahkan Ia kadang memmbeli langsung dari Nganjuk.

Laki-laki yang kerap disapa Mbah Mo itu mengaku membeli bawang merah dari petani dengan sistem tebas. Jadi perlu kehati-hatian untuk menebas bawang merah, karena menggunakan perkiraan hasil saja. "Ya nggak selalu untung, kadang juga rugi," ungkapnya pada blokBojonegoro.com.

Meskipun harga jualnya angat murah, namun harga bibit bawang merah saat ini masih mahal, yaitu mencapai Rp35.000.

"Harga bibitnya secara kualitas sama saja dengan hasil panen saat ini, tapi bedanya bibit harus digantung selama beberapa bulan dulu," terang Mbah Mo.

Untuk jenisnya sendiri ada dua jenis bawang merah yaitu jenis Thailand dan jenis Bauji. Semuanya juga memiliki keunggulan di musimnya masing-masing. Thailand yang baik untuk musim kemarau dan Bauji baik untuk musim penghujan.

Sejauh ini Mbah Mo menjual bawang merah ke penjual yang ada di pasar kecamatan terdekat, juga ke Surabaya dan Purwodadi. Itupun pemasaranya masih di rasa sulit. pasalnya, Purwodadi sendiri sekarang juga musimnya bawang merah.

Harga jual paling menguntungkan menurut Mbah Mo adalah pada tahun 2013, dimana keuntunganya bisa mencapai 5x lipat dari harga beli.

"Kalau sekarang ya..., mau tidak mau ya harus jual cepat, takutnya nanti harga semakin turun," pungkasnya. [aim/lis]

Tag : stok, bawang merah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat