16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |   15:00 . Pilanggede 2 Tahun Berturut-Turut Dapat Penghargaan   |   14:00 . Gubernur Serahkan Penghargaan ke Kades Pilanggede   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 04 February 2019 06:00

Harga Anjlok, Pedagang Enggan Jual Bawang Merah

Harga Anjlok, Pedagang Enggan Jual Bawang Merah

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Hari yang sudah siang, menambah suhu panas penuh desak di dalam pasar. Kaum hawa masih memburu kebutuhanya sehari-hari, seperti lauk pokok dan lainya untuk persediaan di rumah.

Namun, banyak pedagang bahan dapur yang menjual bawang merah dalam jumlah yang sedikit. Alasanya, dengan stok bawang merah yang kian membludak akhir-akhir ini dan banyak penjual keliling yang menjual bawang merah.

"Sebenarnya masih jual, tapi sedikit. Soalnya harganya terlalu murah dan tidak begitu laku akhir-akhir ini," terang Ngatmining (48) salah satu penjual kebutuhan dapur di Pasar kedungadem.

"Daerah sini juga banyak yang taman bawang merah, jadi ya kebanyakan beli di tetangga juga, kadang di kasih," sahut Ngasri salah satu pembeli yang ada di lokasi.

Wanita 48 tahun itu mengaku membeli berbagai macam sayur dari tengkulak yang mengambil barang dari Pare, Kediri, kemudian ia baru menjualnya lagi.

"Dari Kediri memang lebih murah, tapi yg membuat mahal itu ongkos kendaraanya," ujarnya saat di wawancarai oleh awak bB.

Sementara kebutuhan lain harganya  masih stabil dan cenderung murah. Seperti harga tomat masih cukup terjangkau yaitu Rp10.000 per kilogram, sedangkan cabai dengan berbagai jenis harganya juga sama Rp15.000 per kilogram.

"Ini termasuk paling murah, biasanya harga cabai bisa mencapai Rp50.000 per kilogram," pungkas Ngatmining pada blokBojonegoro.com. [aim/lis]

Tag : harga, anjlok, bawang merah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat