10:00 . Viral....! Saling Klaim Menang Terpilih Jadi DPR   |   09:00 . Meski Tersandung Masalah, IR Masih Jabat Kadishub   |   08:00 . Jaga Proses Perhitungan Suara di Tingkat PPK, Pengawalan Diperketat   |   07:00 . Gangguan Jiwa Pasca-Pemilu Bisa Sembuh, Jangan Malu Berobat   |   06:00 . Situng, KPU Target Tanggal 22 April Selesai   |   22:00 . Harlah PMII, Rayon Jalaludin Rumi Gelar Nobar Sexy Killer   |   21:00 . Belum Final, Ramai Ucapan Caleg DPR RI Terpilih   |   20:00 . Real Count KPU Bojonegoro, Baru 200 TPS   |   15:00 . 238 WB Dijadwalkan Ikuti UNBK Susulan Paket C   |   13:00 . Bupati Minta Semua Tunggu Hasil KPU   |   12:00 . Rekapitulasi Masih di Kecamatan, KPUK Target Awal Mei Kelar   |   11:00 . Kafid, Pejuang Demokrasi yang Kecelakaan   |   10:00 . Segar, Siang Hari Minum Es Cao Pasar Kota Bojonegoro   |   08:00 . Diduga Balapan Liar, Hantam Fortuner Tewas di TKP   |   07:00 . 3 Pertanyaan Selain 'Kapan nikah' Saat Reuni   |  
Sat, 20 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 04 February 2019 11:00

Dugaan Pungli Asisten Kesehatan

Komisi C DPRD Minta Dugaan Pungli Diusut Tuntas

Komisi C DPRD Minta Dugaan Pungli Diusut Tuntas *Foto ilustrasi

Reporter: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro meminta dugaan pungutan liar (pungli) Pengangkatan Asisten Pelayanan Kesehatan Puskesmas di Bojonegoro diusut tuntas.

Jika dugaan pungli itu benar. Maka Asisten Pelayanan Kesehatan Puskesmas ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Lantaran gaji tak seberapa namun dipungut biaya tak jelas.

Baca juga [Dugaan Pungli, Kadinkes Benarkan Ada Iuran. Tapi...]

Sejumlah pihak pun menyayangkan dugaan pungli itu. Sebab praktik pungutan liar jelas tidak dibenarkan. Hal itu tidak mendukung bentuk pemerintahan yang baik di Kota Ledre ini.

Ulah oknum tersebut tentu harus diberi efek jera. Supaya praktik-praktik ilegal seperti pungli, tidak merembet ke mana-mana. Sebab hal itu sangat meresahkan masyarakat.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi mengatakan, pihaknya meminta dugaan pungli itu diusut siapa saja yang terlibat. Lantaran itu tidak dibenarkan. "Jika dugaan pungli itu benar, maka benar-benar menciderai semangat kita dalam meningkatkan kualitas layanan," katanya kepada blokBojonegoro.com, Senin (4/2/2019).

Politisi Partai Gerindra ini sangat menyayangkan informasi dugaan pungli ini. Sebab pengabdian tenaga kesehatan sangat luar biasa dalam meningkatkan kualitas kesehatan.

"Mereka harus memberikan kualitas layanan kesehatan terbaik, bahkan menyelamatkan nyawa seseorang, namun masih kena pungli," ucapnya geram.

Perempuan ramah ini menegaskan untuk mengusut tuntas dugaan pungli tersebut. "Jangan main-main, kesehatan itu menyangkut urusan nyawa seseorang," tegasnya. [yud/mu]

Tag : pungli, dinkes, pungutan liar, asisten kesehatan, tenaga kesehatan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more