20:00 . DPRD Dan Manajemen Persibo Suport Ansor Cup Balen   |   19:00 . 2020, Kemenag Bojonegoro Ajukan Tambahan Buku Nikah   |   18:00 . Tugas Pansel Berakhir, Begini Proses Lelang Jabatan Sekda   |   17:00 . Highlight, Persibo Vs Bumi Wali FC Liga 3 Jatim   |   16:30 . Mapeta FKMB: Bersinergi Solidkan Anggota untuk Bojonegoro   |   16:00 . Sebanyak 928 Rit Air Bersih Didistribusikan ke 68 Desa   |   15:00 . Awal Pekan Harga Emas Turun Rp2.000 Per Gram   |   14:00 . Kebakaran, Petugas Damkar Berhasil Selamatkan Dua Balita   |   13:00 . OPD Diimbau Kenakan Batik dan Busana Muslim di Tanggal ini   |   12:00 . Cabai Rawit Kembali Alami Kenaikan Harga   |   11:00 . 3:2 Persibo Menang Dramatis Vs Bumi Wali FC   |   10:00 . Persibo Kembali Rebut Puncak Klasemen Grup A   |   09:00 . Persibo Petik Kemenangan, Ini Komentar Kedua Pelatih   |   07:00 . 10 Tanda Anak Mengalami Gangguan Kesehatan Mental   |   23:00 . Akomodir Kader NU, PC Fatayat Bojonegoro Adakan LKD Profesional   |  
Mon, 14 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 04 February 2019 08:00

Minim Sumber, Petani di Desa Klempun Andalkan Air Hujan

Minim Sumber, Petani di Desa Klempun Andalkan Air Hujan

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Sulitnya sumber mata air membuat sebagian besar petani di Desa Klempun, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro harus bergantung kepada air hujan untuk menanam padi. Sebab, hampir keseluruhan desa yang berbatasan dengan Kecamatan Margomulyo tersebut adalah tanah tadah hujan.

Penuturan warga setempat, petani hanya bisa menanam padi pada bulan Desember saja. Bahkan untuk saat ini ada beberapa petani yang mengeluh bahwa sawah miliknya belum bisa ditanami padi lantaran belum cukup air.

"Sebenarnya ada sumber air, namun harus mengeluarkan uang ekstra lantaran jarak sumber air dengan sawah berjarak sekitar 1 kilometer. Bahkan ada yang lebih dan itupun biasanya saat mengairi sawah selangnya sering putus," ungkap salah satu petani, Parlan.

Petani 50 tahun tersebut menjelaskan, banyak petani yang sudah mencoba mencari sumber alternatif terdekat dengan mengebur tanah. Namun, usaha mereka banyak yang sia-sia lantaran walaupun sudah berjarak sampai 100 meter air pun tidak bisa ditemukan sehingga banyak yang pasrah.

Tak hanya itu, Parlan, dari cerita orang tua terdahulu, memang lahan pertanian di Desa Klempun sulit air. Dengan demikian, agar bisa bercocok tanam khususnya padi para petani haru menggunakan sistem gogo seperti menanam jagung dengan melubangi tanah menggunakan kayu. 

"Dari cerita mbah buyut dulu sawah di sini memang seperti ini (sulit air) dan tidak bisa dibangun sumur dalam. Meskipun bisa pasti umurnya tidak panjang," jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Sukandar, petani asal Desa Pengkol Kecamatan Tambakrejo yang juga mempunyai sawah di Desa Klempun. Dalam satu tahun ia hanya bisa tanam padi sebanyak dua kali dan itupun sangat jarang sekali, untuk tanam yang kedua biasanya banyak yang mati lantaran kesulitan air dan diserang oleh hama.

"Kalau saat kemarau, petani di sini lebih memilih menanam tanaman yang membutuhkan air sedikit, seperti kedelai, jagung, timun dan tanaman-tanaman lainya," jelas Sukandar kepada blokBojonegoro.com.

Dirinya berharap ada perhatian khusus dari pemerintah. Sebab keseluruhan masyarakat di Desa Klempun adalah seorang petani sehingga sangat berharap dari sektor pertanian.[din/lis]

Tag : sumber, petani, klempun

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 25 September 2019 16:00

    Info Loker: BMG Buka Lowongan Reporter bB

    Info Loker: BMG Buka Lowongan Reporter bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat belakangan ini dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah...

    read more