10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |   15:00 . Pilanggede 2 Tahun Berturut-Turut Dapat Penghargaan   |   14:00 . Gubernur Serahkan Penghargaan ke Kades Pilanggede   |   13:00 . Liga Mahasiswa, UNUGiri Tahan Imbang UIN Malang 1-1   |   12:00 . Woow..! Pilanggede Dapat Penghargaan dari Menteri LHK   |   11:00 . Dapat Laporan, Bupati Sidak Rumah Karaoke di Sukosewu   |   10:00 . Angkat Khazanah Tari Rondo Songo yang Tak Populer   |   09:00 . Masuk Hari Kelima, Pendaftar CPNS 2019 Tembus 2,3 Juta Orang   |   08:00 . Awal Musim Hujan, Waspada DBD   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 05 February 2019 13:00

TKI Ilegal Bojonegoro Tertangkap

Disperinaker Sayangkan Masih ada TKI Lewat Jalur Ilegal

Disperinaker Sayangkan Masih ada TKI Lewat Jalur Ilegal *Foto ilustrasi

Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro menyayangkan masih ada Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia asal Bojonegoro yang berangkat melalui jalur ilegal. Hal tersebut setelah ditangkapnya satu pekerja asal Kecamatan Purwosari beberapa hari lalu.

Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bojonegoro, Sugi Hartono menjelaskan, pekerja migran asal Purwosari tersebut berangkat melalui jalur ilegal dari Surabaya, lalu ke Batam dan kemudian berangkat ke Malaysia, dengan paspor berkunjung bukan bekerja.

"Sekarang sudah dalam proses pemulangan dari Malaysia," ungkap pria yang akrab disapa Pak Gik tersebut.

Pekerja asal Purwosari tertangkap polisi Malaysia setelah tidak lama bekerja di negeri jiran. Selain itu pada tahun 2018 juga ada 2 pekerja dari Bojonegoro yang dipulangkan dari Hongkong lantaran menjadi tenaga kerja ilegal.

Jalur ilegal tetsebut ditempuh lantaran dirasa lebih cepat tanpa harus melewati proses yang lama seperti seleksi, tes kesehatan, rekomendasi paspor dan proses mendaftar memperoleh identitas diri (ID) ke Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS).

"Di Bojonegoro tidak ada PPTKIS, namun ada 20 petugas perwakilan yang bertugas merekrut untuk bekerja ke berbagai negara di luar negeri," lanjutnya.

Oleh karena itu ia berharap jika ada masyarakat Bojonegoro yang ingin bekerja ke luar negeri bisa bertanya kepada Disperinker, dari tempat bekerja yang ingin dituju ataupun pengumuman hasilnya.

Sedangkan untuk data dari Disperiker sendiri dari tahun 2017-2018 jumlah tenaga kerja asal Kota Ledre mengalami penurunan, dari 588 menjadi 501 orang pada tahun 2018.

"Mereka kebanyakan bekerja di Asia Tenggara dan Timur, seperti Malaysia, Singapura, Taiwan, Hongkong, Brunai Darusalam, Korea Selatan, Aljazair, Uni Emirat Arab dan negara-negara lain dengan pendapatan yang dinilai lebih banyak," tutup Sugi Hartono. [din/mu]

Tag : tki, tki bojonegoro, tki tertangkap, tki malaysia

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat