17:00 . Menumbuhkan Partisipasi Pemilu   |   16:00 . Diduga Kelelahan, 4 Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia   |   15:00 . Buka Diklat Dasar KSR, Wakil Rektor 3 Ingin Seluruh Peserta Lolos Bersertifikat   |   14:00 . Diantar Masyarakat, Cakades Margomulyo Mulai Mendaftar   |   13:00 . EMCL Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Pengobatan di Gayam   |   12:00 . Tinggal Satu Desa, Hitung Suara Di PPK Kecamatan Dander   |   11:00 . 34 Peserta, Tunjukkan Kemampuan Berbahasa Inggris dalam Speech Contest   |   10:00 . Diduga Darah Rendah, Pria ini Meninggal Saat Gali Lubang Septic Tank   |   09:00 . Kelola Keuangan Daerah, Pemprov Launching EKD   |   07:00 . 7 Tanda Anda Akan Diterima Kerja Setelah Interview   |   21:00 . Ketua FTBM Harap Pemkab Adakan Festival Hari Membaca   |   20:00 . Masih Lesu, Budaya Literasi di Bojonegoro Harus Digalakkan   |   19:00 . VIRAL..! PENTOL WAYAHE WAYAHE SAAT PEMILU   |   18:00 . Kampung Dekat Kali Brantas ini Menjadi Lebih Indah   |   17:00 . Kembangkan Pertanian Bojonegoro, Hara Gandeng Ponpes   |  
Wed, 24 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 February 2019 09:00

Ada Kejar Paket, Disdik Klaim Angka Putus Sekolah Turun

Ada Kejar Paket, Disdik Klaim Angka Putus Sekolah Turun

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Warga Bojonegoro yang putus sekolah dari tahun ke tahun mengalami penurunan, hal tersebut seiring adanya Gerakan Ayo Sekolah (GAS) beberapa tahun lalu yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

Program itu mengajak anak putus sekolah untuk kembali belajar yakni dengan mengenyam pendidikan melalui Paket Kesetaraan.

"Tahun ajaran 2018/2019 Warga Belajar (WB) Paket dari semua jenjang ada sekitar 8.328 orang, jumlah itu terdiri dari paket C, B dan A," kata Kabid Paud dan Dikmas, Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, Nandar.

Nandar mengungkapkan, dari jumlah itu pihaknya mengklaim terus mengalami penurunan, pasalnya setiap tahun warga yang lulus jumlahnya juga ada ribuan untuk paket kesetaraan C diikuti paket B, sedang untuklulusan kesetaraan paket A hanya ada ratusan.

"Jadi dengan jumlah lulusan itu, jumlah warga yang putus sekolah bisa dibilang terus berkurang," katanya.

Rinciannya menurut Nandar, untuk warga yang masih menjadi peserta paket kesetaraan yakni untuk paket C ada 5.650 orang, sedangkan untuk paket B 2.340 orang dan untuk paketA 338 orang.

Dengan data yang ada saat ini, Disdik mengklaim bahwa warga Bojonegoro sadar akan pentingnya mengenyam pendidikan, meski dulu pernah putus sekolah tapi kini melanjutkan belajar melalui pendidikan paket kesetaraan.

"Dengan begitu warga Bojonegoro juga memperoleh hak yang sama untuk pendidikan," tutup Nandar. [saf/mu]

Tag : angka putus sekolah, putus sekolah, kejar paket, paket kesetaraan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more