22:00 . Bank Jatim Cabang Bojonegoro Siap Sukseskan Program Satu Rekening Satu Pelajar   |   21:00 . Nakes dan ASN Meninggal, Masih Bandel Langgar Protokol Kesehatan ?   |   20:00 . 6 Orang Sembuh, Tambahan 4 Positif Covid-19 di Bojonegoro   |   19:00 . Ditarget Selesai Akhir Tahun, Pembangunan Pasar Banjarejo Capai 55 Persen   |   18:00 . Bahagia, Seribuan Sertifikat Hak Tanah Diterima Warga Sarirejo   |   17:00 . Di Bawah Etalase Bengkel, Ular 1.5 Meter Berhasil Dievakuasi Damkar   |   16:00 . 1 ASN Meninggal Karena Covid-19, Pemkab Akan Terapkan Work From Home   |   15:00 . Sebelum Menyesal Ingat Ini   |   14:00 . Ajak Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan, Moeldoko Kenakan Kaos ini...   |   13:00 . 56 Personel Kodim Bojonegoro Naik Pangkat   |   12:00 . Ayo Ikut Kompetisi PFMuda Pertamina Foundation   |   11:30 . Ingat Pesan Ibu, 3M   |   11:00 . Rayakan Ultah Ke-20 Biznet Tawarkan Promo dan Bonus Menarik   |   10:00 . VF: Alhamdulillah Saya Sembuh dari Covid-19   |   09:00 . Cerita Pasien Saat Terkonfirmasi Positif Covid   |  
Fri, 02 October 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 February 2019 15:00

Pasang Surut Usaha Kapur Tulis (1)

Begini Sejarah Usaha Kapur Tulis di Bojonegoro

Begini Sejarah Usaha Kapur Tulis di Bojonegoro

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Tak disangka-sangka, ternyata di Kota Ledre sebutan Kabupaten Bojonegoro ada produksi salah satu alat yang sangat membantu dalam kegiatan proses belajar mengajar.

Tentu yang saat sekolah masih menggunakan papan tulis warna hitam, tidak akan asing dengan benda yang satu ini, adalah kapur tulis.

Ternyata, di Bojonegoro ada produksi kapur tulis rumahan, tepatnya di Desa Tulungrejo, Kecamatan Sumberrejo. Dan tentu ini adalah satu-satunya tempat produksi kapur di Bojonegoro.

Perlu diketahui juga, usaha ini sudah ada sejak 20 tahun yang lalu.

kapur-tulis-4

"Produksi kapur ini adalah satu-satunya di Bojonegoro, bahkan Tuban dan Lamongan juga tidak ada," terang Munawi, pemilik tempat produksi kapur rumahan.

Saat awal produksi, Munawi mengaku belajar dari Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah. Awalnya ia hanya mengamati. Laki-laki 52 tahun ini kemudian mempraktekkan dengan media pelepah pepaya sebagai cetakanya.

"Dulu lihat terus saya praktek pakai batang daun pepaya untuk cetakan," jelasnya menceritakan awal mula produski alat yang sudah mencerdaskan ribuan orang itu.

Selanjutnya, papar Munawi, ia meminta tolong saudaranya yang bisa membuat berbagai macam bentuk cetakan, untuk membuat cetakan kapur untuknya. Tentu saja masih dalam skala kecil.

kapur-tuliss

Selang beberapa waktu, Munawi sudah bisa memasarkan kapur produksinya sendiri di pasar-pasar terdekat, dengan kemasan yang didesain sendiri dengan kertas duplex (salah satu jenis kertas karton).

Saat produksinya sudah mulai laku di pasaran, mulailah ada distributor yang melirik kapur buatannya lantaran hasil tangannya dinilai bagus dan tidak berdebu ketika dipegang.

Akhirnya distributor tersebut mencari informasi tentang keberadaan tempat produksi kapur rumahan milik Munawi.

"Awalnya tidak bertemu, distributor itu mencari saya hingga satu minggu lebih, dan di hari kesepuluh baru menemukan rumah saya," terang Munawi kepada blokBojonegoro.com bercerita saat itu.

Setelah bertemu, akhirnya Munawi dan distributor tersebut membuat perjanjian kerjasama. Dimana pihak distributor menginginkan produksi yang besar dan memberikan dua alat cetakan kapur tulis. Satu kali cetak bisa menghasilkan 600 batang kapur.

"Ya kalau dihitung-hitung harga dua alat ini sekitar Rp50 juta, saya diberi wewenang nuntuk menggunakan tapi tidak untuk dijual," bebernya.

Seiring perkembangan zaman, dimana saat ini banyak lembaga pendidikan yang sudah menggunakan papan tulis berwarna putih (whiteboard) dan tentu alat tulisnya sudah memakai spidol whiteboard. Sehingga, hal itu membuat permintaan kapur tulis makin sepi, dan distributor pun jarang mengambil kapur buatan warga Tulungrejo ini.

"Malah empat hari yang lalu distributor ke sini dan meminta untuk menghentikan produksi sementara," pungkas Munawi yang mulai jarang memproduksi kapur tulis dengan skala besar. [aim/mu]

kapur-tulis-3

Tag : kapur, kapur tulis, produksi kapur


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat