17:00 . Silaturahim IHM NU Kecamatan Kanor, Dihadiri 10.000 Anggota   |   16:00 . Dinas Perdagangan Wacanakan Pembuatan Kartu Penerima Elpiji Bersubsidi   |   15:00 . Kurangi Risiko Longsor, Kodim Dan Pemkab Tanam Rumput Vetiver   |   12:00 . Harga Bawang Putih Merangkak Naik, Cabai Berangsur Turun   |   11:00 . Sumur KWG-PWA1 Ditargetkan Produksi 150 Barrel Minyak Per Hari   |   10:00 . Pertamina EP Syukuran Tajak Sumur KWG PWA-1 di Trembes   |   09:00 . Intip Cerita Pemuda Bojonegoro Buat Sepeda Listrik   |   08:00 . Pertamina Group Jadi Mitra Terbaik PWI Tuban   |   07:00 . Anak Balita Tidak Mau Tidur Siang, Orang Tua Harus Bagaimana?   |   17:00 . TNI Bojonegoro Bekali Siswa SMKN Kasiman Kedisiplinan dan Wasbang   |   15:00 . Mengasyikan Anak-Anak TK Ini Bermain Sambil Belajar Budidaya Ikan   |   14:00 . Kemenag Ajukan Pembuatan Visa Jemaah Haji ke Surabaya   |   13:00 . Begini Tanggapan Warga Terkait Sensus Penduduk Online 2020   |   12:00 . Ada 10 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Bojonegoro   |   11:00 . Dishub Targetkan Rp31 Miliar dari Parkir Berlangganan 2020   |  
Fri, 28 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 February 2019 08:00

Sugeng Bahagijo Go DPR RI

Bojonegoro-Tuban Perlukan Banyak BLK Komunitas

Bojonegoro-Tuban Perlukan Banyak BLK Komunitas

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Penguatan lapangan kerja terus digalakkan pemerintah, salah satunya dengan dibentuknya Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas seperti halnya di pondok pesantren. Hal ini penting dilakukan, termasuk di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Tuban.

Caleg DPR RI, Sugeng Bahagijo menyebut, Presiden RI, Bapak Jokowi akhirnya memutuskan tambahan alokasi anggaran Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) sebsar Rp1 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membangun 1000 BLK Komunitas, yang arti komunitas di sini di antaranya Pondok Pesatren.

"Jika setiap BLK Komunitas per tahun menghasilkan 100 lulusan, maka per tahun semua BLK akan meloloskan 100 ribu SDM terampil. Sebuah tambahan akses peluang pelatihan kerja yang besar di tengah macetnya kapasitas latih BLK pemerintah dan swasta," katanya.

Kang Sugeng, panggilan Sugeng Bahagijo menjelaskan, keputusan ini tidak mudah karena Menaker RI, Hanif Dhakiri perlu melalukan advokasi kebijakan kepada DPR dan Kemenkeu. Padahal tahun 2017 disetujui, tetapi dimulai dengan membangun 50 buah BLK Komunitas, sedangkan tahun berikutnya ditambah lagi dengan 75 BLK dan akhirnya tahun 2019, Presiden memutuskan 1000 titik akan dibangun BLK Komunitas dengan Biaya per BLK sebesar Rp1 miliar.

"Bagaimana dengan Bojonegoro? Jika tidak ada aral melintang, tahun 2019 Pemerintah Pusat lewat Kemnaker akan membangun 10 sampai 15 BLK di Bojonegoro dan jumlah yang kurang lebih sama di Tuban," jelasnya.

Menurut Kang Sugeng, yang juga Direktur Eksekutif International NGO Forum for Indonesia (Infid), mengapa BLK Komunitas penting ?. Alasan pertamanya, tentu untuk membuka akses lebihan bagi kesempatan pelatihan kerja. Tidak saja bagi anak muda di Ibu Kota Kabupaten, tetapi di kota kecamatan aksesnya lebih luas.

Kedua lanjut Kang Sugeng, BLK Komunitas menjadi jawaban bagi keterbatasan tenaga dan waktu pemerintah, karena BLK Komunitas di pondok-pondok pesantren dapat melengkapi peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah. "Sebab dengan lahan yang disediakan Ponpes dan tenaga pelatihan serta tradisi pelayanan pendidikan Ponpes," ujarnya.

Ditambahkan, yang ketiga, dengan berbagai kejuruan yang disediakan itu antara lain jurusan bahasa, IT, mengelas, menjahit, industri kreatif dan lain-lain, maka BLK akan lebih mendekatkan diri dengan kebutuhan warga. Termasuk alasan keempat, BLK Komunitas memperlihatkan bukti negara hadir dan komitmen pemerintah Jokowi kepada fokus SDM, melalui BLK Komunitas secara perlahan peran negara menjadi lebih aktif dan peduli.

"Sudah waktunya bagi Pemda Bojonegoro dan Tuban untuk mengikuti kiprah dan komitmen Pak Jokowi. Melalui menggeser negara pasif menjadi negara aktif dengan cara menyediakan dukungan kebijakan program dan anggaran bagi pelatihan kerja," imbuhnya.

Kang Sugeng menandaskan, komitmen Presiden Jokowi dan Menaker Hanif Dhakiri untuk anak muda dan angkatan kerja perlu berlanjut dan dilanjutkan. "Hanya dengan begitu Indonesia akan maju mandiri sejajar dengan negara negara lain," pungkasnya. [ito/lis]

Tag : blk, komunitas, kemenaker


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat