09:00 . Di Desa Karangdayu, Ada Sentra Pengasapan Ikan   |   08:00 . Petani Kalitidu Menyemai Refugia   |   07:00 . Ketahui Tanda Si Dia Memang Jodoh Ariska Puspita Anggraini   |   19:00 . Tahap I, Berkas Perkara Masih Dipelajari JPU   |   18:00 . Pemkab Siapkan Big Planning Peningkatan Penerimaan PAD   |   17:00 . Jamin Akses Pemasaran Produk UMKM di Bojonegoro   |   16:00 . Serapan Jagung Bulog Juga untuk Peternak   |   15:00 . Cempro Jawa Timur Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin   |   14:00 . Kemenag: Biaya ONH Tahun Ini Tak Naik   |   13:00 . Refugia, Si Cantik Pengendali OPT   |   12:00 . 22 Grup Ikuti SMA Muda Drumband Carnival   |   11:00 . Singgung Generasi Melenial, Siapkan Generasi Produktif   |   10:00 . Dinkes Sosialisasikan Pemberantasan Sarang Nyamuk 2 Minggu Sekali   |   09:00 . Sempat Grogi, Septian Telpon Orang Tua Sebelum Tanding   |   08:00 . Siswa SMAN 1 Sugihwaras ini Juara 2 Pencak Silat Asia Eropa   |  
Mon, 18 February 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 February 2019 16:00

Polemik Buku Tematik K-13

Disdikda Belum Terima Laporan

Disdikda Belum Terima Laporan

Reporter : M Safuan 

blokBojonegoro.com - Dalam buku pelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 kelas V SD/MI, terdapat materi yang disinyalir bisa berakibat buruk jiha salah dipahami. Dalam buku yang diterbitkan Kemendikbud RI 2017 itu, terdapat salah satu tema yang isinya menyudutkan salah satu Ormas yang ada di Indonesia dengan penjelasan termasuk organisasi radikal. 

Terkait penjelasan yang ada pada tema 7 berjudul Peristiwa dalam Kehidupan, halaman 45 itu pihak Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro mengaku belum mengetahuinya.

"Saya belum mengetahui dan mengecek adanya materi yang menyinggung salah satu organisasi Islam yang dalam perjuangan dinyatakan radikal dalam isi buku tersebut," kata Plt Kasi Kurikulum SD, Disdik Bojonegoro, Bambang Agus Riyanto.

Selain itu, menurut Yanto sapaan akrabnya, pihaknya saat ini juga belum menerima aduan terkait isi materi tersebut, kalaupun ada laporan nantinya akan mengecek lebih dulu sekaligus memahami isi materi itu, dan setelah itu baru bisa mengambil sikap.

"Saat ini belum tahu apa isinya, Kalau pun untuk mencabut buku itu, pastinya nunggu intruksi dari Pusat," cakap Yanto kepada blokBojonegoro.com.

Yanto menambahkan, biasanya kalaupun ada permasalahan terkait isi materi, guru Mapel pastinya akan melaporkan ke Disdikda, namun hingga kini belum ada laporan. 

"Kemungkinan guru belum sampai menyampaikan pelajaran itu kepada siswa. Terlebih, saat ini Disdikda tengah mempersiapkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN)," beber Yanto.

Seperti diketahui, buku tematik K-13 itu mendapatkan perhatian Katib Syuriyah PCNU Jombang Ahmad Samsul Rijal yang menilai pendeskripsian atau penggambaran model perjuangan kelompok, khususnya NU seperti dalam buku tersebut tidaklah tepat karena digambarkan layaknya organisasi radikal.[saf/lis]

Tag : disdikda, nu, buku ajar

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more