20:00 . Aksi Para Santri Belajar Jadi Jurnalis   |   19:00 . Besok, 8.500 Santri dan Pelajar Upacara HSN 2019 di Alun-alun   |   18:00 . 30 Penyandang Difabel Diskusi Meningkatkan Produksi Chip Mocaf   |   17:00 . Geliat Meningkat, Eksportir Lirik UMKM Bojonegoro   |   16:00 . Tak Hanya Sekadar Kirab, 3.600 Santri Attanwir Tampilkan Kreatifitas   |   15:00 . Meriahkan Hari Santri, PonPes Attanwir Gelar Kirab Santri   |   14:00 . Wow....!! 3.600 Pelajar Sekolah Ini Pawai HSN 2019   |   13:00 . Koramil Baureno Kerja Bakti Bersih Rumah Terbakar bersama Warga   |   12:00 . Setelah ke China, Keripik Bojonegoro Diekspor ke Timur Tengah   |   11:00 . Inilah Tiga Urutan Hasil Test Calon Sekda Bojonegoro   |   10:00 . Sisa Satu Laga, Ini Komentar Pelatih Pasca Imbang Lawan PSG   |   09:00 . Persibo Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah 16 Besar Liga 3 Jatim   |   08:00 . Sinergi Dengan Pemkab, DPRD 'Ambyar' Digrebek Jonegaran   |   07:00 . Riset: Kanker Payudara Semakin Banyak Terjadi di Perempuan Usia Muda   |   21:00 . Upacara HJB ke-342, Pemkab Bojonegoro Berikan Penghargaan   |  
Tue, 22 October 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 February 2019 16:00

Polemik Buku Tematik K-13

Disdikda Belum Terima Laporan

Disdikda Belum Terima Laporan

Reporter : M Safuan 

blokBojonegoro.com - Dalam buku pelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 kelas V SD/MI, terdapat materi yang disinyalir bisa berakibat buruk jiha salah dipahami. Dalam buku yang diterbitkan Kemendikbud RI 2017 itu, terdapat salah satu tema yang isinya menyudutkan salah satu Ormas yang ada di Indonesia dengan penjelasan termasuk organisasi radikal. 

Terkait penjelasan yang ada pada tema 7 berjudul Peristiwa dalam Kehidupan, halaman 45 itu pihak Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro mengaku belum mengetahuinya.

"Saya belum mengetahui dan mengecek adanya materi yang menyinggung salah satu organisasi Islam yang dalam perjuangan dinyatakan radikal dalam isi buku tersebut," kata Plt Kasi Kurikulum SD, Disdik Bojonegoro, Bambang Agus Riyanto.

Selain itu, menurut Yanto sapaan akrabnya, pihaknya saat ini juga belum menerima aduan terkait isi materi tersebut, kalaupun ada laporan nantinya akan mengecek lebih dulu sekaligus memahami isi materi itu, dan setelah itu baru bisa mengambil sikap.

"Saat ini belum tahu apa isinya, Kalau pun untuk mencabut buku itu, pastinya nunggu intruksi dari Pusat," cakap Yanto kepada blokBojonegoro.com.

Yanto menambahkan, biasanya kalaupun ada permasalahan terkait isi materi, guru Mapel pastinya akan melaporkan ke Disdikda, namun hingga kini belum ada laporan. 

"Kemungkinan guru belum sampai menyampaikan pelajaran itu kepada siswa. Terlebih, saat ini Disdikda tengah mempersiapkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN)," beber Yanto.

Seperti diketahui, buku tematik K-13 itu mendapatkan perhatian Katib Syuriyah PCNU Jombang Ahmad Samsul Rijal yang menilai pendeskripsian atau penggambaran model perjuangan kelompok, khususnya NU seperti dalam buku tersebut tidaklah tepat karena digambarkan layaknya organisasi radikal.[saf/lis]

Tag : disdikda, nu, buku ajar

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 16 October 2019 09:00

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT

    Petani Kedungadem Gotong Royong Melebarkan JUT Untuk melancarkan mobilitas petani khususnya saat membawa benih, pupuk, dan hasil pertanian, Dinas Pertanian Bojonegoro membantu jalan usaha tani (JUT) kepada kelompok tani Tani Makmur I, Dukuh Mulung, Desa Ngrandu,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat