19:00 . Tingkatkan Sdm Bidang IT, Pemkab Undang #Amazon   |   18:00 . Disperta Dorong Galakkan Tanam Porang   |   17:00 . 542 Mahasiswa Menerima Beasiswa dari Pemkab Bojonegoro Tahun 2019   |   16:00 . Sukseskan Pilkades, Polres Libatkan Da’i Kamtibmas   |   15:00 . Puskemas Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Atas Virus Corona   |   14:00 . Pemkab Siapkan Ketentuan Bagi Calon Kades Mengundurkan Diri   |   13:00 . Mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro Kenalkan Pemasaran Digital   |   12:00 . Enam Wanita di Eks Lokalisasi Diamankan, Satu Diduga Positif HIV   |   11:00 . Tingkatkan SDM Bidang IT, 160 Guru SMP Dilatih   |   10:00 . Wujudkan Era 4.0, Pemkab Hadirkan Amazon Web Service di Bojonegoro   |   09:00 . Perdes yang Antisipasi Pencuri Porang   |   08:00 . Hijaukan Desa, Babinsa dan Pemdes Sedeng Tanam Pohon   |   07:00 . Zodiak yang Beruntung Dalam Percintaan karena Sikap Tulusnya   |   17:00 . 550 Hektare Porang di Selatan Bojonegoro   |   16:00 . Kwarcab Pramuka Bojonegoro, Gelar Pitaran Pelatih Pembina   |  
Tue, 28 January 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 February 2019 16:00

Polemik Buku Tematik K-13

Disdikda Belum Terima Laporan

Disdikda Belum Terima Laporan

Reporter : M Safuan 

blokBojonegoro.com - Dalam buku pelajaran tematik terpadu kurikulum 2013 kelas V SD/MI, terdapat materi yang disinyalir bisa berakibat buruk jiha salah dipahami. Dalam buku yang diterbitkan Kemendikbud RI 2017 itu, terdapat salah satu tema yang isinya menyudutkan salah satu Ormas yang ada di Indonesia dengan penjelasan termasuk organisasi radikal. 

Terkait penjelasan yang ada pada tema 7 berjudul Peristiwa dalam Kehidupan, halaman 45 itu pihak Dinas Pendidikan Daerah (Disdikda) Bojonegoro mengaku belum mengetahuinya.

"Saya belum mengetahui dan mengecek adanya materi yang menyinggung salah satu organisasi Islam yang dalam perjuangan dinyatakan radikal dalam isi buku tersebut," kata Plt Kasi Kurikulum SD, Disdik Bojonegoro, Bambang Agus Riyanto.

Selain itu, menurut Yanto sapaan akrabnya, pihaknya saat ini juga belum menerima aduan terkait isi materi tersebut, kalaupun ada laporan nantinya akan mengecek lebih dulu sekaligus memahami isi materi itu, dan setelah itu baru bisa mengambil sikap.

"Saat ini belum tahu apa isinya, Kalau pun untuk mencabut buku itu, pastinya nunggu intruksi dari Pusat," cakap Yanto kepada blokBojonegoro.com.

Yanto menambahkan, biasanya kalaupun ada permasalahan terkait isi materi, guru Mapel pastinya akan melaporkan ke Disdikda, namun hingga kini belum ada laporan. 

"Kemungkinan guru belum sampai menyampaikan pelajaran itu kepada siswa. Terlebih, saat ini Disdikda tengah mempersiapkan pelaksanaan Ujian Nasional (UN)," beber Yanto.

Seperti diketahui, buku tematik K-13 itu mendapatkan perhatian Katib Syuriyah PCNU Jombang Ahmad Samsul Rijal yang menilai pendeskripsian atau penggambaran model perjuangan kelompok, khususnya NU seperti dalam buku tersebut tidaklah tepat karena digambarkan layaknya organisasi radikal.[saf/lis]

Tag : disdikda, nu, buku ajar


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat