16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |   15:00 . Pilanggede 2 Tahun Berturut-Turut Dapat Penghargaan   |   14:00 . Gubernur Serahkan Penghargaan ke Kades Pilanggede   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 February 2019 10:00

Warga Sukorejo Diduga Loncat dari Jembatan

Lanjut Pencarian, SAR Getol Pantau Titik Merah

Lanjut Pencarian, SAR Getol Pantau Titik Merah

Reporter: M. Anang Febri/blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Pencarian korban NST sudah memasuki hari ke-5. Berbagai upaya dan metode dalam menemukan warga asal Kelurahan Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro itu terus bergulir hingga perluasan koordinasi sampai wilayah Widang, juga sebagian besar titik bengawan di hilir Kabupaten Lamongan.

Pantauan blokTuban.com di sekitar lokasi pencarian, tim SAR nampak menyisir dan memantau titik merah Jembatan Glendeng, turut Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, hingga radius 200 meter arah timur hilir sungai.

"Memang hari ini kita fokuskan pencarian pada titik merah, dekat lokasi titik jatuh dan aliran tepi," ujar Komandan Tim (Dantim) Basarnas Kantor Surabaya, Gian Ery Pramulya kepada blokTuban.com, Rabu (6/2/2019).

Ditambahkannya lagi, perhitungan lama korban berada di perairan memungkinkan objek pencarian sudah berada di tepian. Selain itu, tim dari Basarnas dan BPBD Tuban  juga memakai media jangkar untuk menyisir tepian bengawan. Hal tersebut bertujuan demi mencari tanda-tanda keberadaan korban. Sebab, sampai saat ini tim SAR belum juga mendapat tanda.

"Belum ada tanda-tanda sama sekali. Entah itu baju, celana ataupun tanda kepemilikan dari korban yang saat itu dipakai," tambahnya.

Selebihnya, pihaknya berharap agar pada pencarian Hari kelima ini dapat membuahkan hasil. Setidaknya mendapat tanda ataupun petunjuk lain terkait keberadaan korban.

Hingga kini, tim dari Basarnas dan BPBD Tuban terus menyisir titik merah dibawah Jembatan Glendeng. Sementara tim lain dari SAR Sikatan dan SAR MTA Ngawi, sudah beranjak dari kemarin petang ke wilayah Ngawi dan Nganjuk sebab peristiwa dan penanganan sedang dibutuhkan di sana. [feb/rom]

Tag : pencarian korban, bengawan solo, korban

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat