20:00 . BLT DD Tahap Kedua di Bojonegoro Mulai Cair   |   19:30 . 1 Orang Positif Covid-19 di Bojonegoro Dinyatakan Sembuh   |   19:00 . Pembunuhan Terhadap Janda, Terdakwa Divonis 12 Tahun Penjara   |   18:00 . Usai Lebaran, Tren Gadai Barang Kembali Ramai   |   17:00 . Pembatasan Wilayah, ini Dampaknya bagi Perusahaan Jasa Travel   |   16:00 . 1.361 CJH Batal Berangkat Jadi Prioritas Berangkat Haji Tahun Depan   |   15:00 . Diduga Peras Kades, 2 Oknum LSM Dicokok Polisi di Warung Kopi   |   14:00 . Pasein Covid-19 di RS Bhayangkara Wahyu Tetuko Diberikan Terapi Pernapasan   |   13:00 . Ribuan CJH Asal Bojonegoro Gagal Berangkat Tahun ini   |   12:00 . Pasca Lebaran, Omzet Pedagang Daging Sapi Menurun Drastis   |   11:00 . 12 Instansi Ikuti Penandatangan MoU Mall Pelayanan Publik   |   10:00 . Santunan Jasa Raharja untuk Korban Cacat Tetap Menempati Posisi Paling Rendah   |   09:00 . Kejaksaan Negeri Bojonegoro Menuju Predikat WBK 2020   |   08:00 . Melihat Proses Pembuatan Jajanan Jadul 'Ladu'   |   07:00 . Cegah Covid-19, Perlukah Tahan Napas saat Berdekatan dengan Orang?   |  
Wed, 03 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 06 February 2019 10:00

Warga Sukorejo Diduga Loncat dari Jembatan

Lanjut Pencarian, SAR Getol Pantau Titik Merah

Lanjut Pencarian, SAR Getol Pantau Titik Merah

Reporter: M. Anang Febri/blokTuban.com

blokBojonegoro.com - Pencarian korban NST sudah memasuki hari ke-5. Berbagai upaya dan metode dalam menemukan warga asal Kelurahan Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro itu terus bergulir hingga perluasan koordinasi sampai wilayah Widang, juga sebagian besar titik bengawan di hilir Kabupaten Lamongan.

Pantauan blokTuban.com di sekitar lokasi pencarian, tim SAR nampak menyisir dan memantau titik merah Jembatan Glendeng, turut Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, hingga radius 200 meter arah timur hilir sungai.

"Memang hari ini kita fokuskan pencarian pada titik merah, dekat lokasi titik jatuh dan aliran tepi," ujar Komandan Tim (Dantim) Basarnas Kantor Surabaya, Gian Ery Pramulya kepada blokTuban.com, Rabu (6/2/2019).

Ditambahkannya lagi, perhitungan lama korban berada di perairan memungkinkan objek pencarian sudah berada di tepian. Selain itu, tim dari Basarnas dan BPBD Tuban  juga memakai media jangkar untuk menyisir tepian bengawan. Hal tersebut bertujuan demi mencari tanda-tanda keberadaan korban. Sebab, sampai saat ini tim SAR belum juga mendapat tanda.

"Belum ada tanda-tanda sama sekali. Entah itu baju, celana ataupun tanda kepemilikan dari korban yang saat itu dipakai," tambahnya.

Selebihnya, pihaknya berharap agar pada pencarian Hari kelima ini dapat membuahkan hasil. Setidaknya mendapat tanda ataupun petunjuk lain terkait keberadaan korban.

Hingga kini, tim dari Basarnas dan BPBD Tuban terus menyisir titik merah dibawah Jembatan Glendeng. Sementara tim lain dari SAR Sikatan dan SAR MTA Ngawi, sudah beranjak dari kemarin petang ke wilayah Ngawi dan Nganjuk sebab peristiwa dan penanganan sedang dibutuhkan di sana. [feb/rom]

Tag : pencarian korban, bengawan solo, korban


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat