18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |   17:00 . Layanan Solar di Jawa Timur, Pertamina Pastikan Tersedia   |   16:00 . Usaha Keras Potong Pohon yang Tua   |  
Mon, 18 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 07 February 2019 22:00

Warga Berdesak-desakan Urus Administrasi Kependudukan

Minim Alat Pencetakan, Rencana Dianggarkan di P-ABPD 2019

Minim Alat Pencetakan, Rencana Dianggarkan di P-ABPD 2019

Reporter: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA), Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan Kartu Keluarga (KK) di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Bojonegoro penuh sesak lantaran minim alat pencetakan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bojonegoro, Chosim, mengakui bahwa masih minim alat pencetakan sehingga pemohon harus sedikit bersabar menunggu.

"Memang kami akui alat pencetakan masih minim," katanya kepada blokBojonegoro.com, Kamis (7/2/2019).

Saking banyaknya pemohon, tak heran petugas Dispendukcapil kuwalahan mengatur antrean. Dalam ruangan pelayanan pun udaranya cukup panas lantaran tidak ada pendingin (AC). Tak sedikit pemohon yang mengeluhkan kondisi tersebut.

Di pintu masuk ruang pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bojonegoro pun penuh dengan sesak. Banyak pemohon yang berdesakan, ingin terlebih dahulu masuk dan mengurus keperluan.

Sementara itu, Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Ali Mustofa mengatakan, supaya sistem pelayanan diperbaiki sesuai standar pelayanan. Perlu kiranya ada pembatasan, misalnya dalam satu hari dibatasi 600 pemohon.

Pihaknya merencanakan proses pencetakan e-KTP tidak hanya di Dispendukcapil saja, melainkan juga bisa dicetak di kecamatan masing-masing. Segingga, seluruh warga Bojonegoro tidak tumpah ruah dalam pelayanan terbatas ini.

"Anggaran kita kan banyak, nanti akan kita usulkan di P-APBD 2019 untuk pengadaan alat pencetakan, sehingga proses pencetakan juga bisa dilakukan di kecamatan," tutupnya. [yud/lis]

Tag : dispendukcapil, administrasi

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat