12:00 . Hari Kartini, PKK Tejo Gelar Lomba Cipta Menu   |   11:00 . Partai Demokrat Yakin Calegnya Dapat Kursi di Pemilu 2019   |   10:00 . Viral....! Saling Klaim Menang Terpilih Jadi DPR   |   09:00 . Meski Tersandung Masalah, IR Masih Jabat Kadishub   |   08:00 . Jaga Proses Perhitungan Suara di Tingkat PPK, Pengawalan Diperketat   |   07:00 . Gangguan Jiwa Pasca-Pemilu Bisa Sembuh, Jangan Malu Berobat   |   06:00 . Situng, KPU Target Tanggal 22 April Selesai   |   22:00 . Harlah PMII, Rayon Jalaludin Rumi Gelar Nobar Sexy Killer   |   21:00 . Belum Final, Ramai Ucapan Caleg DPR RI Terpilih   |   20:00 . Real Count KPU Bojonegoro, Baru 200 TPS   |   15:00 . 238 WB Dijadwalkan Ikuti UNBK Susulan Paket C   |   13:00 . Bupati Minta Semua Tunggu Hasil KPU   |   12:00 . Rekapitulasi Masih di Kecamatan, KPUK Target Awal Mei Kelar   |   11:00 . Kafid, Pejuang Demokrasi yang Kecelakaan   |   10:00 . Segar, Siang Hari Minum Es Cao Pasar Kota Bojonegoro   |  
Sat, 20 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 09 February 2019 17:00

Presiden Jokowi Cabut Remisi Otak Pembunuhan Jurnalis

Presiden Jokowi Cabut Remisi Otak Pembunuhan Jurnalis Foto: Times Indonesia

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Hadir dalam peringatan Hari Pers Nasional di Surabaya, Sabtu (9/2/2019), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan telah menangani pencabutan remisi atas pembunuhan wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa dengan mengeluarkan Keputusan Presiden baru mencabut remisi terhadap pelaku, yakni I Nyoman Susrama.

“Sudah saya tanda tangani,” kata Presiden menjawab pertanyaan wartawan perihal remisi tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, pembatalan remisi yang ditandatangani Presiden Joko Widodo menunjukkan kepedulian dan komitmen Pemerintah dalam melindungi keselamatan pekerja media dalam menjalankan tugas -tugasnya.

"Rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat menjadi poin perhatian Presiden,” imbuhnya.

Menurut Moeldoko, Presiden tidak menutup hati terhadap kegelisahan dari para wartawan dan pekerja media. Mereka harus mendapatkan perlindungan saat bertugas. Presiden juga sudah mendengar masukan dari mana-mana.

"Dan saya kira itu keputusan yang terbaik bagi kita semua,” kata Moeldoko.

Ia menambahkan, kasus ini tidak bisa dilihat sepotong-sepotong, karena pengajuan remisi kepada ratusan narapidana dengan kasus yang berbeda-beda.

Kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa Prabangsa sendiri terjadi pada 11 Februari 2009 silam di kediaman Nyoman Susrama yang berlokasi di Banjar Petak, Bangli.

Motifnya adalah kekesalan Nyoman Susrama kepada Prabangsa karena pemberitaan wartawan Radar Bali Jawa Pos Group tersebut.

Setelah mendapatkan putusan pengadilan tetap dan pelaku menjalani hukumannya, dalam perjalanannya kemudian ada proses remisi terhadap yang bersangkutan.

Pengajuan remisi terhadap Susrama datang bersamaan dengan puluhan narapidana lainnya. Kementerian Hukum dan HAM memberikan tanda merah, kuning, hijau untuk berkas yang perlu mendapatkan atensi lebih dari Presiden.

Ketika itu, remisi Susrama tidak diberi label itu, karena pemberian tersebut sifatnya sudah sesuai prosedur. Presiden melihat dan mendengar tanggapan, keberatan dan aspirasi publik atas remisi tersebut.

Presiden Jokowi juga meminta Menkumham bekerja lebih teliti dan meninjau ulang pemberian remisi untuk Susrama, mengingat kasus ini tak hanya berkaitan dengan perlindungan keamanan para pekerja media, tetapi upaya menjaga kemerdekaan pers, sekaligus mencerminkan rasa keadilan di tengah masyarakat [yud/ito]

Tag : Presiden, pers

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more