07:00 . 4 Probiotik yang Bermanfaat untuk Kesehatan Anak   |   22:00 . Besok Pilkades Digelar, Tak Ada Lonjakan Penumpang Turun di Terminal   |   21:00 . Tak Ada Ujian Susulan, 369 Peserta SKD Dinyatakan Gugur   |   20:00 . BKPP Bojonegoro Umumkan Hasil SKD CPNS Akhir Februari   |   19:00 . 213 ASN Eselon III Bakal Ikuti Asessment di Jakarta   |   18:00 . Mahasiswa STIE Cendekia Kunjungi Lapangan Banyu Urip   |   17:00 . Duh...! Politik Uang Masih Jadi Tren Cakades?   |   16:00 . Tanggul Jebol, 135 Hektar Tanaman Padi Siap Panen Terancam Gagal Panen   |   15:00 . Cerita Mahasiswa Asal Bojonegoro Saat Virus Corona Mewabah   |   14:00 . 500 Sak Disiapkan untuk Perbaiki Tanggul Kali di Kanor yang Jebol   |   13:00 . Survei, PDPM Ungkap Pencalonan Kades   |   12:00 . Sensus Penduduk 2020 Dimulai, Pemkab Bojonegoro Siap Dukung   |   11:00 . Bupati Sambut 1.039 Personel BKO untuk Pengamanan Pilkades Serentak   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Siap Dukung Sensus Penduduk 2020   |   09:30 . Hujan, Bengawan Solo Masuk Siaga Hijau   |  
Wed, 19 February 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 09 February 2019 15:00

Puskesmas di Bojonegoro Hanya Punya Satu Mesin Fogging

Puskesmas di Bojonegoro Hanya Punya Satu Mesin Fogging *Foto ilustrasi

Reporter: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro (Dinkes) telah membagikan 900 kilogram (kg) larvasida serbuk (abate) dan 24.560 botol larvasida cair (pengadaan tahun lalu) ke seluruh Puskesmas yang ada di Kota Ledre.

Ditambah saat ini Puskesmas di Kabupaten Bojonegoro memiliki satu mesin fogging. Terlebih, peralatan tersebut bakal ditambah untuk menekan penyebaran penyakit Demam Berdarah (DB) di Bojonegoro.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati mengatakan, hal itu dilakukan untuk pencegahan dan pengendalian kasus penyakit demam berdarah yang nyaris mewabah di Bojonegoro.

"Kami juga akan melatih tenaga pelaksana fogging menyesuaikan dengan adanya penambahan mesin fogging tersebut," katanya kepada blokBojonegoro.com, Sabtu (9/2/2019).

Semua itu, lanjut dia, yang terpenting adalah PSN (pemberatsan sarang nyamuk) dengan 3M plus, yakni menutup tampungan air agar tidak jadi tempat bertelur nyamuk, menguras tampungan air minimal 1 minggu sekali.

"Lalu mengubur barang-barang bekas yang bisa jadi tampungan air serta memanfaatkan kembali barang-barang bekas untuk didaur ulang," kata Kadinkes.

Hal itu harus dilakukan secara rutin oleh seluruh masyarakat dengan Gerakan Satu Satu (gerakan satu rumah satu jumantik). "Jumantik adalah juru pemantau jentik dari anggota keluarga," imbuhnya. [yud/mu]

Tag : foging, demam berdarah, db, demam


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat