19:00 . Orang Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah, Hari ini ada 1 Orang   |   17:00 . 15 Menit Lagu Jadi Langsung Record, Video Clip Ambil Konten Lokal   |   16:00 . Siap-siap New Normal, Pondok Pesantren Disterilkan   |   15:00 . Jaga Kebugaran Fisik Atel Latihan Online   |   14:00 . Akhir Pekan, Harga Buyback Emas Merosot Rp16.000   |   13:00 . Disdik Himbau Sekolah Tak Adakan Perpisahan   |   12:00 . 3 Reaktif Rapid Test Pasar Kedungadem, Sugihwaras dan Ngraho   |   11:00 . Bupati Ana Pantau Langsung Rapid Test di Pasar   |   10:00 . Lagi, Pedagang 3 Pasar Tradisonal di Rapid Test   |   09:00 . Mantabkan Ketahanan Pangan, Kodim Bojonegoro Tanam Padi Perdana di lahan Demplot   |   08:00 . Ular Sanca Besar Hebohkan Warga   |   07:00 . Tips buat yang Mulai Tertarik Berkebun di Rumah demi Ketahanan Pangan   |   21:00 . New Normal untuk Pesantren, Begini Kata Wagub Emil   |   20:00 . Merekatkan Persatuan Bangsa, Polisi Kawal Kampung Siaga   |   19:45 . Wagub Jatim Halal Bi Halal dengan AMSI Jatim   |  
Sat, 06 June 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 February 2019 16:00

Longsor TPT Ngambon-Ngasem

Waspada Longsor Susulan, Butuh Penanganan Darurat

Waspada Longsor Susulan, Butuh Penanganan Darurat

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Akibat tembok penahan tanah  (TPT) di jalan poros Kecamatan Ngambon-Ngasem pada Kamis (7/2/2019) lalu longsor, masyarakat kecamatan setempat diminta waspada lantaran masih berpotensi longsor susulan.

Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah setempat diminta segera melakukan penanganan darurat, memasang bronjong penahan tanah/tebing untuk mengamankan jalan poros kecamatan tersebut.

Selain itu, perbaikan drainase/saluran air yang tepat. Sebab jalan poros kecamatan itu masih berpotensi terkena longsoran lanjutan. TPT yang longsor tepatnya di Dusun Karang, Desa/Kecamatan Ngambon.

"Kebutuhan mendesak adalah bronjong," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Bojonegoro, Eko Susanto kepada blokBojonegoro.com, Minggu (10/2/2019).

Sebelumnya, hujan intensitas tinggi terjadi diperparah dengan faktor-faktor lain di antaranya kondisi kemiringan lereng 75° hingga 90°, kondisi tanah mudah jenuh air dan bersifat lepas (endapan alluvial).

Kondisi tersebut menyebabkan bangunan yang ada (TPT, drainase, dan gapura) tidak mampu menahan tanah dan air yang ada, sehingga mendorong dan merusak bangunan di atasnya. Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

"Pemasangan bronjong menunggu RAP teknisnya," ujar Eko menjelaskan.

Dampak bencana itu, dimensi longsoran terjadi sepanjang 9,50 meter, Lebar 8,90 meter dan Tinggi 2,60 meter. Kemudian, tembok penahan tanah sepanjang 9,5 meter rusak parah. Saluran air/drainase sepanjang 2 meter rusak parah.

"Dan satu unit gapura selamat datang rusak dan jalan poros Kecamatan Ngasem-Ngambon terancam tergerus longsoran," tutupnya. [yud/lis]

Tag : longsor, tpt


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat