17:00 . Dana Tak Terduga untuk Bantuan Bencana Rp1,3 M   |   16:00 . Rp750 Juta, Disperta Buat Sumur Bor di 5 Titik Tahun 2020   |   15:00 . EMCL Gelar Seminar Pemanfaatan Platform Berita Digital Kepada PBG Tuban   |   14:00 . Setelah Turun, Harga Cabai Mulai Naik   |   12:00 . Siswi SMKN I Sabet Juara Lomba Desain Batik Bengawan dan Kayangan Api   |   08:00 . BPKAD: Pemkab Transparan Kelola Keuangan   |   07:00 . Membiarkan Balita Bilang 'Enggak Mau' Ternyata Ada Manfaatnya   |   21:00 . Selamat Jalan Dek Kamila   |   19:00 . Bangunan Misterius Muncul di Bengawan Solo   |   16:00 . Wisata Kracakan Niagara Mini dan Rajut yang Tembus Amerika   |   15:00 . Polsek Kota dan Dishub Gelar Pembinaan Bagi Operator Perahu   |   14:00 . Pemerintah Tetap Pakai Skema Bagi Hasil Gross Split di Sektor Migas   |   13:00 . PMII Desak Bupati Jelaskan Uang Rakyat yang Didepositokan Rp2,9 T   |   12:00 . Aksi Mahasiswa Bojonegoro Soroti Silpa Tahun 2018   |   10:00 . DPRD Datangi Rumah Korban Dugaan Malpraktik RSUD Bojonegoro   |  
Fri, 15 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 11 February 2019 10:00

Dugaan Pungli Asisten Kesehatan

Ada Indikasi Keterlibatan Orang Dalam ?

Ada Indikasi Keterlibatan Orang Dalam ?

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Dugaan pungutan liar (pungli) Pengangkatan Asisten Pelayanan Kesehatan Puskesmas di Kabupaten Bojonegoro ada indikasi keterlibatan orang dalam dinas terkait.

Namun hal itu dibantah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati. Pasalnya, pegawai dinas Subbag Kepegawaian Dinkes menolak diberikan sejumlah uang tersebut.

Sejumlah uang itu terbungkus dalam amplop. Namun, pegawai Dinkes itu tidak mengetahui berapa nominalnya. Sejumlah uang itu pun diminta untuk dikembalikan ke yang bersangkutan.

"Bisa kami simpulkan bahwa dugaan pungli itu tidak benar," kata Kadinkes kepada blokBojonegoro.com, Senin (11/2/2019).

Ia mengaku, bahwa sejumlah uang yang diberikan ke pegawai Dinkes itu merupakan inisiatif dari yang bersangkutan. Namun, faktanya hal itu benar atau tidak, belum bisa dijelaskan secara detail.

Jika dugaan pungli itu benar dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, maka, hal itu sangat mencoreng kinerja Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, sebab tidak mendukung kinerja pemerintah.

Sebelumnya, Kadinkes Bojonegoro, Ninik Susmiati sempat memberikan warning. Mengimbau supaya tidak ada pungli apapun saat pengangkatan Asisten Pelayanan Kesehatan Puskesmas serta akan menindak tegas yang terlibat.

Pihaknya tidak pernah memerintahkan hal itu. Ibu Bupati Bojonegoro, kata dia, sudah berpesan supaya 'Good Goverment' . Tidak ada iuran yang tak dapat dipertanggungjawabkan karena merupakan pelanggaran.

Kabar adanya dugaan pungli itu, juga sangat disayangkan Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sally Atyasasmi. Ia meminta dugaan pungli itu untuk diusut tuntas hingga ke akarnya. Sebab hal itu tidak dibenarkan.

Ulah oknum dugaan pungli tersebut tentu harus diberi efek jera. Supaya praktik-praktik ilegal seperti itu tidak merembet ke mana-mana. Sebab hal itu sangat meresahkan masyarakat. Sangat tidak mendukung peningkatan kualitas pelatyanan.

"Jika dugaan pungli itu benar, maka benar-benar menciderai semangat kita dalam meningkatkan kualitas pelayanan," ucap Sally.

Pilotisi Partai Gerindra ini menegaskan untuk mengusut tuntas dugaan pungli tersebut. Ia memperingatkan untuk tidak main-main, lantaran pelayanan kesehatan itu menyangkut urusan nyawa seseorang. [yud/ito]

Tag : dugaan, pungli, kesehatan, dinas

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat