07:00 . Kenali 6 Khasiat Asam Jawa untuk Diabetes dan Pencernaan   |   18:00 . Hujan Disertai Angin Kencang Kembali Terjadi di Bojonegoro   |   17:00 . Pernikahan Sirri Harus Sidang Isbat Nikah   |   16:00 . Yuk...! Ikuti Sinau Bareng Nge-MC di Bojonegoro   |   15:00 . BPBD Taksir Kerugian Bencana Akibat Hujan dan Puting Beliung Capai 1.9 M   |   14:00 . Diduga Korsleting Listrik, Rumah di Desa Kanten Terbakar   |   13:00 . Pengumuman CPNS Beredar, Pendaftaran Dimulai Besok   |   12:00 . Bukan di Pilanggede, Beredar Video Angin Puting Beliung di Jepara   |   11:00 . Progam KPP Dianggap Tak Berpihak kepada Pedagang   |   10:00 . Kapolres Bojonegoro Berharap Kompetensi Wartawan Terus Ditingkatkan   |   09:00 . Cerita ‘Bandung Bondowoso’ dan Tim Hebat   |   07:00 . 8 Tanda Orang yang Berjuang Mengatasi 'High-Functioning Anxiety'   |   06:00 . Bupati: Konsep Bagus, Tahun Depan Harus Konsisten   |   22:00 . Lukisan Menarik dari Festival Bengawan 2019   |   21:00 . Indah Wisata TPG Pilanggede Saat Sore Hari   |  
Tue, 12 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 11 February 2019 13:00

Dugaan Pungli Asisten Kesehatan

Hasil Penelusuran, Ini Penjelasan Kadinkes...

Hasil Penelusuran, Ini Penjelasan Kadinkes...

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Dugaan pungutan liar (pungli) pengangkatan asisten pelayanan kesehatan puskesmas di Bojonegoro mulai ada titik terang. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memberikan penjelasan perihal itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati menjelaskan hasil penelusuran dugaan pungli itu, bahwa informasi ada iuran sebesar Rp1 juta per orang saat pengangkatan asisten pelayanan tersebut tidak benar.

Hal itu sesuai sumber dari Puskesmas Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Di puskesmas itu ada 17 orang Tenaga Harian Lepas (THL) asisten pelayanan kesehatan. Atas inisiatif sendiri, THL itu mengumpulkan uang iuran.

"Awalnya disepakati Rp1 juta per orang untuk keperluan mereka sendiri dan untuk syukuran," kata Kadinkes kepada blokBojonegoro.com, Senin (11/2/2019).

Namun, lanjut dia, karena ada yang keberatan akhirnya disepakati iuran menjadi Rp500 ribu per orang. Ada 16 orang yang iuran ada 1 orang tidak mau. Uang hasil iuran tersebut digunakan untuk membuka rekening, makan serta akan diberikan ke Dinkes.

Yang diberikan ke Dinkes sudah diserahkan pada tanggal 7 Januari 2019 ke Subbag Kepegawaian Dinkes. Namun, tidak diterima atau ditolak saat itu juga tanpa membuka isi amplop dan meminta untuk dikembalikan kepada yang bersangkutan.

"Yang menyerahkan Pak Prapto Staf PNS Ngasem dititipi sejumlah uang oleh anak-anak THL. Uang dalam amplop yang dia juga tidak mengetahui jumlahnya," katanya.

Setelah uang dari Dinkes dikembalikan ke Pak Prapto, uang dibawa oleh Pak Prapto dan dikembalikan kepada THL. Pada saat penelusuran, uang tersebut sudah dikembalikan kepada yang bersangkutan.

"Dengan menunjukan bukti kuitansi ke masing-masing THL 16 orang," bebernya.

Kadinkes menambahkan, 16 orang THL yang bersangkutan juga membuat surat pernyataan bahwa iuran tersebut atas inisiatif mereka sendiri tanpa sepengetahuan kepala Puskesmas setempat.

Selain itu, juga ada surat pernyataan dari Pak Prapto bahwa tanggal 7 Januari 2019 menyerahkan uang dalam amplop yang tidak diketahui jumlahnya kepada Pak Rudi Dinkes namun ditolak pada saat itu.

"Sejumlah uang itu sudah diserahkan kembali ke THL yang bersangkutan," pungkasnya. [yud/ito]

Tag : kasus, dinkes, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat