19:00 . Jokowi-Amin Menang 67 Persen di Bojonegoro   |   18:00 . Meski Surat Suara Tertukar, KPU Mengklaim Tidak Ada PSU   |   17:00 . Evakuasi Korban, Jalan Raya Macet Cukup Panjang   |   16:00 . Avanza Vs Truk di Margomulyo, 2 Mobil Ringsek   |   15:00 . Triwulan Pertama, Ada 850 Klaim Asuransi ke Jasa Raharja   |   14:00 . SMPN 1 Kapas Kembali Rebut Juara Pencak Silat O2SN   |   12:00 . Saat Pemungutan Suara, Tiga TPS Surat Suaranya Tertukar   |   09:00 . Panitia Gandeng Mahasiswa dan Komunitas, Ini Alasannya?   |   08:00 . Rayakan Hari Jadi, AMSI Gelar Kontes Jurnalistik dan Seminar Anti Hoax   |   07:00 . Kurang Percaya Diri dalam Memimpin? Pastikan Anda Menerapkan 5 Hal Ini   |   22:00 . Akses Menuju 5 TPS di Bojonegoro Putus Akibat Banjir Bandang   |   21:30 . [Cek Fakta] Nenek Bawa Surat Undangan Kenduri ke TPS di Bojonegoro   |   20:00 . Libur Nasional, Pengunjung WWG Meningkat   |   19:00 . Pelaku Serangan Fajar Ditangkap   |   18:30 . Unik.....! TPS Ini Bernuansa Piala Dunia   |  
Thu, 18 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 11 February 2019 13:00

Dugaan Pungli Asisten Kesehatan

Hasil Penelusuran, Ini Penjelasan Kadinkes...

Hasil Penelusuran, Ini Penjelasan Kadinkes...

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Dugaan pungutan liar (pungli) pengangkatan asisten pelayanan kesehatan puskesmas di Bojonegoro mulai ada titik terang. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memberikan penjelasan perihal itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati menjelaskan hasil penelusuran dugaan pungli itu, bahwa informasi ada iuran sebesar Rp1 juta per orang saat pengangkatan asisten pelayanan tersebut tidak benar.

Hal itu sesuai sumber dari Puskesmas Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Di puskesmas itu ada 17 orang Tenaga Harian Lepas (THL) asisten pelayanan kesehatan. Atas inisiatif sendiri, THL itu mengumpulkan uang iuran.

"Awalnya disepakati Rp1 juta per orang untuk keperluan mereka sendiri dan untuk syukuran," kata Kadinkes kepada blokBojonegoro.com, Senin (11/2/2019).

Namun, lanjut dia, karena ada yang keberatan akhirnya disepakati iuran menjadi Rp500 ribu per orang. Ada 16 orang yang iuran ada 1 orang tidak mau. Uang hasil iuran tersebut digunakan untuk membuka rekening, makan serta akan diberikan ke Dinkes.

Yang diberikan ke Dinkes sudah diserahkan pada tanggal 7 Januari 2019 ke Subbag Kepegawaian Dinkes. Namun, tidak diterima atau ditolak saat itu juga tanpa membuka isi amplop dan meminta untuk dikembalikan kepada yang bersangkutan.

"Yang menyerahkan Pak Prapto Staf PNS Ngasem dititipi sejumlah uang oleh anak-anak THL. Uang dalam amplop yang dia juga tidak mengetahui jumlahnya," katanya.

Setelah uang dari Dinkes dikembalikan ke Pak Prapto, uang dibawa oleh Pak Prapto dan dikembalikan kepada THL. Pada saat penelusuran, uang tersebut sudah dikembalikan kepada yang bersangkutan.

"Dengan menunjukan bukti kuitansi ke masing-masing THL 16 orang," bebernya.

Kadinkes menambahkan, 16 orang THL yang bersangkutan juga membuat surat pernyataan bahwa iuran tersebut atas inisiatif mereka sendiri tanpa sepengetahuan kepala Puskesmas setempat.

Selain itu, juga ada surat pernyataan dari Pak Prapto bahwa tanggal 7 Januari 2019 menyerahkan uang dalam amplop yang tidak diketahui jumlahnya kepada Pak Rudi Dinkes namun ditolak pada saat itu.

"Sejumlah uang itu sudah diserahkan kembali ke THL yang bersangkutan," pungkasnya. [yud/ito]

Tag : kasus, dinkes, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more