13:00 . Tokoh Intelektual Banyak Dilahirkan Dari Ma'arif   |   12:00 . Target Sapu Bersih, ini Jadwal Persibo Putaran ke Dua   |   11:00 . IAI Sunan Giri Bojonegoro Gelar Pemilu Raya Ala Pilpres   |   09:00 . Nusantara CSR Award 2019, Pertamina Raih 4 Penghargaan   |   08:00 . Prioritas Berdayakan Kader, Advokasi Kebijakan   |   07:00 . 5 Tips Menghentikan Kebiasaan Anak yang Suka Memukul   |   18:00 . IKIP PGRI Bojonegoro Tandatangani Komitmen Implementasi Inklusi Kesadaran Pajak   |   16:00 . Berikut Hasil Rekonsiliasi terkait IMB Pasar Ngampel   |   15:00 . Lupa Matikan LPG Usai Masak, 3 Rumah Warga Kedungadem Terbakar   |   11:00 . Bojonegoro Memiliki Kesamaan dengan 5 Kota Kreatif di Dunia   |   10:00 . Hingga Kini, Belum Ada Komunikasi Terkait Penambahan SR Baru   |   09:00 . BMKG Memprediksi Musim Kemarau dan Hujan Akan Mundur   |   08:00 . Bojonegoro Menuju Kota Kreatif   |   07:00 . 7 Saran yang Bisa Orang Tua Lakukan saat Anak Gagap Bicara   |   06:00 . Ribuan Warga Tumpah Ruah Dalam Kemeriahan Senam Gojo   |  
Fri, 20 September 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 12 February 2019 09:00

60 Kali Bereksperimen, Sebelum Temukan Resep Ramen

60 Kali Bereksperimen, Sebelum Temukan Resep Ramen

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Mie kuah ramen memang tidak asli Indonesia, sebelum disukai dan mempunyai banyak pelanggan di Kota Ledre, seorang pebisnis kuliner ramen, Kristian mengaku sempat berkali-kali belajar membuat olahan ramen sebelum menemukan cita rasa khas.

"Tak hanya sekali, bahkan saya belajar meracik dan bereksperimen sebanyak lebih dari 60 kali percobaan," beber Kristian kepada awak bB.

Olahan ramen yang khas ada di kuahnya, sedangkan toping bisa mengikuti, tergantung selera. Ada juga yang diberi toping ikan mentah dan kuahnya juga bermacam-macam. Di kedai milik Kristian sendiri ada dua varian kuah, yaitu kuah merah dan kuah bening.

Laki-laki kelahiran Trenggalek itu juga membeberkan, setiap penjual memiliki resep untuk cita rasa kuah ramennya.

Untuk kuah ramennya sendiri, proses pemasakanya cukup lama, karena harus diproses beberapa jam untuk mendapatkan cita rasa yang pas.

"Sebenarnya dunia kuliner itu luas, tergantung cara kita mencoba hal-hal baru," tegasnya.

Sebelum terjun di dunia kuliner, Kristian sempat menempuh pendidikan strata satu di salah satu kampus negeri yang ada di Surabaya dan mengambil Jurusan Teknik Elektro.

Saat ditanya oleh awak bB, Kristian mengaku alasannya memilih dunia kuliner karena hobby. Pasalnya dari keluarga juga memiliki latar belakang berbisnis kuliner.

"Mulai dari kakak perempuan dan ibu saya sendiri juga berbisnis kuliner," ungkapnya.

Dan sejauh ini, Kristian juga memulai membuat mie sendiri dengan di dukung oleh penjual mie yang sebelumnya menjadi langganan Kristian.

"Jadi ya sekarang semuanya buat sendiri, kecuali mangkuk, sendok dan peralatan lainya. Karena saya tidak bisa buat sendiri," canda penjual ramen tersebut mengakiri percakapan dengan blokBojonegoro.com. [aim/lis]

Tag : ramen, mie

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Wednesday, 07 August 2019 15:00

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten

    26 Peserta UKW PWI Jatim Dinyatakan Kompeten Sebanyak 29 wartawan telah bekerja keras melewati Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-27 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, yang bekerjasama dengan SKK Migas dan KKKS. Selama dua hari 6-7...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat