16:00 . New Normal, Jasa Rias Pengantin Mulai Bergairah   |   16:00 . Hingga Kini Baru Ada 11 Jemaah Ajukan Pengajuan BPIH   |   14:00 . Asyiknya Mancing di Kolam Ikan MCM   |   13:00 . Kalianyar Mumbul Kedatangan Anggota DPR RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan   |   12:00 . Pandemi, Pendapatan Pajak 3 Sektor Ini di Bawah 10 persen   |   11:00 . Tingkatkan Kualitas Pendidik, 9 Dosen Stikes Rajekwesi Tersertifikasi Kemendikbud   |   10:00 . Samsul Arif: Promosikan Bojonegoro, Lewat Sepakbola Nasional   |   08:00 . Millenial Yuk Ikuti Kompetisi Desain Grafis Pamflet Kemerdekaan RI Ke-75   |   07:00 . Berapa Jarak Usia Ideal antara Seorang Anak dan Adiknya?   |   21:00 . Hingga Awal Agustus, Inilah Progres Pembangunan Jalan di Bojonegoro   |   20:00 . 3 Sembuh, Tambahan 2 Positif Covid-19   |   19:00 . Akomodir Milenial, Bu Mit Agandakan Silaturrohimi Para Tokoh   |   17:00 . Adaptasi New Normal, Bus Donor Darah UDD PMI Sudah Beroperasi   |   16:00 . Santunan Korban Cacat Jasa Raharja Menempati Posisi Paling Rendah   |   15:00 . Aklamasi, Srikandi Tambakrejo Kembali Nahkodai Partai Beringin   |  
Sat, 08 August 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 16 February 2019 18:00

Modal Besar, Petani Melon Berani Ambil Resiko

Modal Besar, Petani Melon Berani Ambil Resiko

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Dengan modal yang cukup besar, petani melon juga harus berani ambil resiko jika melon yang mereka tanam mengalami gagal panen akibat berbagai faktor.

Harga bibit melon juga cukup mahal, senilai Rp200.000 tiap paks yang berisi 500 biji melon siap tanam. Juga harga obat yang digunakan seharga ratusan ribu, tergantung merk.

Salah satu petani, Patemi menjelaskan, tak hanya bibit dan obat tanaman yang menghabiskan dana di masa tanam. Sagrangan (kayu penyangga) juga tidak membuat sendiri, namun membeli di tempat lain dengan harga satuan Rp500,- per batang, sedangkan ukuran panjang sebagai penahan seharga Rp700,- per batang.

"Ditambah lagi meminta bantuan orang lain untuk di sawah pagi hingga menjelang siang juga bayarannya cukup lumayan, sebesar Rp50.000 per orang," terang wanita 50 tahun itu.

Petani lainnya, Sardi menuturkan, tanam melon ini berani ambil resiko, karena berani mengeluarkan modal dan tenaga yang cukup besar.

Di samping harga jual yang tidak menentu tergantung hasil panen, faktor buah musiman lain juga nempengaruhi harga jual melon. "Seperti halnya saat musim rambutan, dan buah-buahan lainya," ujar Sardi.

Paling mahal saat dijual kiloan bisa mencapai Rp6000 per kilogram, sedangkan saat musim buah lain bisa-bisa harga anjlok hingga Rp2000 per kiligram. [aim/ito]

Tag : petani, melon, sumberejo


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 20 July 2020 23:00

    Ultah 9 Tahun blokBojonegoro.com

    Inilah Juara Video Pendek New Normal

    Inilah Juara Video Pendek New Normal Sebanyak 50 video telah naik di saluran youtube blokBojonegoroTV sebagai peserta lomba video pendek dalam rangka 9 tahun blokBojonegoro.com....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat