17:00 . Live Ramadan Bersama Anwar Zahid   |   15:00 . Jelang Lebaran, Transaksi Tebus Barang di Pegadaian Bojonegoro Naik   |   13:00 . Penetapan Calon Kepala Desa Dilakukan Setelah Lebaran   |   12:00 . Dinas Perdagangan Pastikan Stok Elpiji 3 Kilogram Aman   |   10:00 . Medsos Eror, Pedagang Online Mengeluh   |   09:00 . Anak SD Jual Es Keliling Bantu Orang Tua   |   08:00 . Pilkades Pomahan Lanjut Dengan Catatan   |   07:00 . 4 Buah yang Ampuh Redakan Radang Tenggorokan   |   06:00 . Polres dan Kodim Bojonegoro Pengajian Bersama Masyarakat   |   22:00 . Silahturahmi Makin Erat, Elemen Masyarakat Gayam Buka Puasa Bersama   |   21:00 . STAI Attanwir Peringati Haul Abuya Al-Maliki di Halaman Kampus   |   20:00 . KKKS Pertamina Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Media   |   19:00 . Dirjen Migas Pantau Sarfas Pengisian BBM di Ruas Tol Jatim   |   18:00 . DP3AKB Konsen Pendampingan Korban Kasus Korban Kekerasan   |   17:00 . Shaf Salat Makin Maju   |  
Thu, 23 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 17 February 2019 13:00

Refugia, Si Cantik Pengendali OPT

Refugia, Si Cantik Pengendali OPT

Oleh: Iskak Riyanto*
 
blokBojonegoro.com - Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) selalu menjadi tantangan petani dalam berusaha tani. Untuk mengendali hama dan penyakit mayoritas petani mengandalkan pestisida. Idealnya untuk mencegah datangnya hama dan penyakit adalah dengan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
 
Tiga tahun terakhir ini mulai banyak petani di Bojonegoro yang mengendalikan hama dan penyakit dengan cara menanam Refugia. Kamim, ketua Kelompok Tani (Poktan) Rukun Bahagia Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander mengatakan, Refugia adalah intervensi ekosistem dengan menyediakan rumah untuk pemangsa hama. Tanaman yang berfungsi sebagai Refugia bermacam-macam seperti bunga Matahari, bunga Kertas, Kenikir, Tagetes dan lain-lain. "Musuh alami yang bersarang di tanaman bunga akan menjadi predator  atau parasitoid bagi hama pengganggu padi. Predator akan memangsa hama," ungkapnya.
 
Dengan menanam Refugia, biaya nyemplung sawah lebih rendah, berasnya lebih sehat karena penggunaan pestisida lebih sedikit. "Sawah juga menjadi menjadi indah karena ada bunga warna-warni yang bermekaran,ada bunga Kenikir, bunga kertas, Tagetes di pematang sawah saya," kata Kamim yang juga seorang anggota Pos Pelayanan Agent Hayati (PPAH) Kabupaten Bojonegoro itu, Sabtu (16/2/2019)
 
Demikian juga menurut Budi, petani muda yang tinggal di Desa Beged, Kecamatan Gayam selalu menanam Refugia bersamaan menaman padi. Dia mengaku pertama kali mengenal manfaat Refugia dari WhatsApp Group Pelatihan Anak Tani Remaja (PATRA) Bojonegoro yang selalu berbagi informasi babakan pertanian. 
 
"Pertama kali tahu istilah Refugia dari Patra. Setelah itu saya mencoba menanamnya dipematang sawah, ada bunga Kenikir, bunga Kertas juga bunga Matahari," kata Budi dengan tersenyum.
 
Budi menambahkan," Setelah bermekaran banyak anak-anak kecil yang mendatanginya, ada yang poto-poto juga tetapi saya larang untuk dipetik, cukup dipandangi saja".
 
*Iskak Riyanto, PPL Disperta Bojonegoro.

Tag : refugia, tanaman, pengendali, opt

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat