Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 19 February 2019 00:00

Istigosah dan Doa Bersama Forsekdesi Bojonegoro

Berikan Tausiyah, ini Pesan KH. Maimun Syafi'i

Berikan Tausiyah, ini Pesan KH. Maimun Syafi'i

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Usai istigosah dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Maimun Syafi'i, kiai yang juga Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bojonegoro itu memberikan tausiah.

[Baca juga: Sekdes Se-Kabupaten Bojonegoro Istigosah dan Doa Bersama ]

Dalam tausiyahnya, KH. Maimun Syafi'i menyampaikan, di zaman nabi Musa, pernah dilakukan istigosah bersama kaumnya diiringi dengan puasa 3 hari. Tujuannya, untuk meminta hujan. Namun, tak setetes air pun turun dari langit. Setelah mengadu kepada Allah, ternyata di antara yang ikut istigosah ada orang yang masih menjadi provokator. Sehingga, doa bersama yang dilakukan tidak dikabulkan.

"Sama seperti saat ini, jika di antara kita ada yang masih jadi provokator. Bagaimana pilpres, pileg dan agenda-agenda lainnya nanti bisa berjalan dengan aman dan damai? Untuk itu, kita perlu itrospeksi diri," jelasnya.

Tak hanya itu, dalam tausiahnya, KH. Maimun Syafi'i juga berpesan 3 hal penting dalam hidup yang serba susah di akhir zaman seperti saat ini. Di antaranya yang pertama memperbanyak amal ibadah untuk akhirat.

"Paling penting itu bukan tentang kapan kita mati. Tetapi, apa yang sudah kita siapkan untuk kita bawa mati. Mari memperbanyak amal saleh kita di dunia ini," pesan KH. Maimun Syafi'i.

Selain amal, lanjutnya, yang ke dua tak kalah pentingnya adalah menata ekonomi dan memberikan nafkah untuk keluarga. Nilai amalnya, sama seperti jihad fisabillah.  "Dan yang terakhir, carilah nikmat dengan jalan yang halal," pungkasnya. [ito/lis]

 

Tag : forsekdesi, bojonegoro, doa bersama

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.



Berita Terkini