19:00 . Tingkatkan Militansi, PAC IPNU-IPPNU Kepohbaru Gelar Diklatama   |   18:00 . Relawan: Optimis Menang, Jokowi - Amin Pilihan Tepat   |   17:00 . Disdik Anggarkan Rp32 M untuk 3.400 GTT   |   16:00 . BEM UNUGIRI Gelar Pemilihan Duta Kampus   |   15:00 . Ketua TKD Jatim Deklarasikan Kemenangan Jokowi - Amin di Bojonegoro   |   14:00 . Berikut Klarifikasi Kemenag RI   |   13:00 . Dari Hobi, Ingin Buat Tempat Edukasi Bonsai   |   12:00 . Waspada Berita Hoax, Bupati: Harus Ditindak Tegas   |   11:00 . Tak Hanya Bojonegoro, Kekeliruan Soal SKI Seluruh Indonesia   |   10:30 . Tabrak Truk, Pengendara Motor Meniggal Dunia   |   10:00 . Tak Sempat Lihat Konser Letto, Ini Dia ......   |   09:00 . Desa Rendeng Siap Gelar Festival Gerabah Kedua   |   08:00 . Target 10 Besar, KONI Bojonegoro Bakal Andalkan 6 Cabor   |   07:00 . Mengapa Kita Cocok Berteman dengan Orang - Orang Tertentu   |   00:00 . Keceriaan Pletonic Sambut Letto   |  
Sun, 24 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 20 February 2019 07:00

Awas, Jangan Biarkan Batuk Berkepanjangan

Awas, Jangan Biarkan Batuk Berkepanjangan

Reporter: --

blokBojonegoro.com - Batuk menjadi salah satu penyakit paling umum yang terjadi pada musim pancaroba seperti saat sekarang. Namun sayangnya, tak sedikit orang yang menyepelekannya. Padahal, batuk yang dibiarkan berkepanjangan bisa memunculkan penyakit serius. Sebutlah sesak nafas, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), pneumonia, tuberkulosis (TBC), dan radang paru-paru, adalah penyakit yang ditandai dengan batuk. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan RI, Wiendra Waworuntu mengingatkan agar masyarakat langsung mencari penanganan ketika terserang batuk. “ISPA sering disebut ringan, tapi kalau tidak dicegah dari awal bisa berbahaya. Maka dari awal harus minum obat batuk.” Begitu kata Wiendra yang ditemui dalam sebuah acara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Selasa (19/2/2019).

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes dr. Wiendera Waworuntu, M. Kes seusai konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jakarta (19/2/2019). Dia mengatakan, ketika terserang batuk, masyarakat diperbolehkan untuk mengonsumsi obat tanpa resep yang banyak beredar di pasaran. Namun, Wiendra mengingatkan agar masyarakat tak sembarang menggunakan obat antibiotik untuk mengatasi batuk. Sebab, penggunaan antibiotik yang tidak tepat bisa menyebabkan resistensi antibiotik. Akibatnya, bakteri dalam tubuh tidak lagi bisa diatasi dengan obat tersebut. “Harus dengan resep yang dikeluarkan dokter,” tutur dia.

Hal senada disampaikan Sanofi Medical Expert Riana Nirmala Wijaya. Menurut dia, komplikasi penyakit yang sudah berat bisa menyebabkan kematian. Sanofi Medical Expert Riana Nirmala Wijaya pada konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jakarta (19/2/2019). Tak hanya itu, ada pula komplikasi psikologis yang mungkin dialami. Sebab, banyak orang yang mengalami batuk justru dijauhi oleh lingkungan sekitar.

“Ada survei mengatakan, pasien bisa mengalami penurunan mood, minder, (karena) jika bertemu orang ingin menjauh karena takut menularkan, keluarganya juga menjauh, mereka membatasi aktivitas sosial,” kata Riana.

Waktu terbaik pergi ke dokter Jika batuk memang tidak bisa disepelekan dan perlu ditangani, kapan sebaiknya kita pergi ke dokter? Wiendra menyebutkan, jika batuk sudah lebih dari dua minggu dan disertai gejala-gejala lainnya, maka perlu memeriksakan diri ke dokter. Beberapa gejala yang dimaksud di antaranya demam, hingga penurunan daya tahan dan berat badan. “Kalau (batuk) tiga hari saja saya kira masih aman minum obat yang tidak mengandung antibiotik,” kata Wiendra. [lis]

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Awas, Jangan Biarkan Batuk Berkepanjangan", https://lifestyle.kompas.com/read/2019/02/19/183151420/awas-jangan-biarkan-batuk-berkepanjangan. 

 

Tag : batuk, ispa

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more