19:00 . Kartu Petani Mandiri (KPM) Solusi Untuk Petani di Bojonegoro   |   19:00 . Khusus Kloter 75, CJH Bojonegoro Berangkat dengan Jemaah Asal Surabaya   |   18:00 . Bupati Tantang Disperta Kembangkan Tehknologi Pertanian   |   17:00 . Mudahkan Pejalan Kaki Menyebrang, 2019 Dishub Pasang Tiga Pelican Cross   |   16:00 . Ajari Anak dan Gandeng Semua Pihak Tingkatkan Peran Keluarga   |   15:30 . Bupati Bojonegoro Launching Kartu Petani Mandiri   |   15:00 . 14 Pelajar dan 1 Gepeng Terciduk Polres Bojonegoro   |   14:00 . Kelompok Tani Wanita Meriahkan Launching KPM   |   13:00 . 3.500 Hektar Sawah di Bojonegoro Kekeringan   |   12:00 . Dua Pengemis Diamankan Satpol PP, Satunya dari Luar Bojonegoro   |   11:00 . KUA dan Cabang IPHI Kanor Bentuk Banom MTP   |   10:00 . Meningkat, Kasus Persetubuhan Anak Ancam Bojonegoro   |   09:00 . Tak Ingin Produksi Migas Terus Turun, Ini Upaya SKK Migas   |   08:00 . Harga Cabai Mahal, Warga Pilih Cabai Kering   |   07:00 . Wajib Waspada, Kecanduan Gadget Bisa Berakibat Fatal Untuk Kesehatan   |  
Wed, 24 July 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 22 February 2019 17:00

Setiap Bulan, 1 Ton Krupuk Tahu Kedungadem Dikirim ke Luar Kota

Setiap Bulan, 1 Ton Krupuk Tahu Kedungadem Dikirim ke Luar Kota

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Tak disangka, di Dusun Mojopahit Desa Sidomulyo Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro Jawa Timur, ada tempat produksi kerupuk tahu dalam skala yang cukup besar. Meskipun produksi sepenuhnya masih dilakukan sendiri bersama keluarga.

Lilik, pemilik tempat produksi kerupuk tahu menjelaskan, setiap hari ia memproduksi kerupuk tahu dengan menggunakan tepung seberat 75 kilogram.

"75 kilogram itu adalah campuran antara tepung trigu dan tepung kanji," terangnya.

Awal memproduksi kerupuk tahu ini, dimulai oleh Surhadi, suami Lilik yang saat itu bersekolah di Pasuruan. Saat di pasuruan, Surhadi ikut sang kakak dan belajar membuat kerupuk tahu sejak tahun 2004.

Setelah menikah, Surhadi pun tetap memproduksi kerupuk tahu bersama sang istri. Di desa kelahiranya itu, juga dibantu oleh sang ibu dan kerabat terdekat.

Mursini, orang tua Surhadi membeberkan, sebagian besar produksinya dikirim langsung ke Pasuruan setiap bulannya. Ada juga yang dijual ke pasar Sumberrejo.

"Untuk yang disetor ke Pasuruan biasanya per bulan, kita tunggu hingga 1 ton, kadang bisa lebih. Dan dijual mentah perkilogram seharga Rp15 ribu," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

"Kalau setiap minggu nanti malah rugi transportnya, soalnya jauh," imbuh lilik.

Sedangkan untuk ke pasar Sumberrejo dijual matang. Dari hasil penjualan tersebut, kata Lilik, pendapatannya masih jutaan rupiah. [aim/mu]

Tag : krupuk, usaha, usaha rumahan, produksi kerupuk

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 17 July 2019 22:00

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018

    KKM MI Kapas Gelar Bimtek K13 Revisi Tahun 2018 Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI Kecamatan Kapas melaksanakan Bimbingan Teknis K13 Revisi Tahun 2018 yang akan berlangsung selama 4 hari dari tanggal 17 hingga 20 Juli 2019. Kegiatan ini berlangsung...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat