20:00 . 248 Siswa dari 3 Kabupaten Ikuti Rekrutmen Tenaga Kerja   |   19:00 . Lika-liku Perjalanan Usaha Putu Bambu Pertigaan Sumuragung   |   18:00 . Perawatan Kulit dengan Teknologi Canggih Mulai Hadir di Bojonegoro   |   17:00 . Cek Kelengkapan Mobil Siaga Desa   |   16:00 . Pertamina Serahkan 2 Unit Mobil Siaga Desa di Tuban   |   15:00 . Jatim Kondusif, Kecuali 4 Kabupaten   |   14:00 . 17 Kecamatan, Sementara DPTb Ada 2.412   |   13:00 . Target Seminggu, Pelipatan 4 SS Dikebut   |   12:00 . Jaga Lingkungan, PEPC Tanam Pohon Trembesi di Ngasem   |   11:00 . Terima Maaf Tirto.id, Laporan di Polda Jatim Dicabut   |   10:00 . Mahasiswa ITS Kunjungi Lapangan Banyuurip   |   09:00 . Solihin Jadi Timsel Komisioner KPU   |   08:00 . Ada Pemain Naturalisasi, Samsul Tak Takut   |   07:00 . Awas, Impotensi Bisa Terjadi di Malam Pertama!   |   20:00 . Samsul: Persaingan Ketat, Makin Semangat   |  
Wed, 20 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 24 February 2019 20:00

Uniknya Pasar Tekik, Uang Manusia Pun Tak Laku

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Berbagai rangkaian acara yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bendo, dan juga Pemerintah Desa Bendo untuk memperingati 1 tahun Wisata Waduk Grobogan (WWG) yang dimulai sejak Sabtu lalu hingga hari ini, Minggu (24/02/2019).

Masih di tempat yang sama, yaitu di lokasi wisata WWG. berbagai rangkaian acara mulai pagi tadi hingga siang ini di adakan Festival Rujak Ceprot.

Sepanjang jalannya acara, di WWG juga ada Pasar Tekik, pasar yang penjualnya menjual berbagai makanan tradisional. Uniknya, uang untuk bertransaksi dengan koin yang disediakan oleh panitia.

Didik Prasetio, Ketua Asidewi (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) Bojonegoro menjelaskan, ini merupakan kelanjutan dari Festival Dedemit, dimana uang manusia tidak laku.

"Pasar Tekik juga diharap bisa mengedukasi anak-anak untuk belajar menghitung dan membeli," terang Ketua Asidewi kepada blokBojonegoro.com.

Dalam hal ini, panitia menyediakan berbagai koin yang menjadi pengganti uang. Adapun koin yang disediakan adalah senilai uang Rp2000, Rp3.000 dan Rp5.000.

"Setelah koin tersebut diberikan kepada penjual, nanti panitia akan mendata dan mengambil koin tersebut dan mengganti dengan uang," terang Efge salah satu panitia di festival tersebut.

Mira, salah satu pengunjung asal Balen mengaku menyukai sistem jual beli ini.

"Pasarnya unik, makanan yang dijual juga cukup terjangkau," katanya saat dijumpai awak bB di lokasi. [aim/lis]

Tag : pasar, tekik, uang

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more