15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |   10:00 . Puasa Ramadan, Peserta Upacara Harkitnas Mengeluh Pusing Dan Mual   |   08:00 . Tes Wawancara, Tentukan 10 Nama Calon KPU   |   07:00 . Tips Mengurangi Bau Mulut di Saat Puasa   |   22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:30 . Baksos Ramadan dan Parenting Connection JCI Bojonegoro   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 24 February 2019 20:00

Uniknya Pasar Tekik, Uang Manusia Pun Tak Laku

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Berbagai rangkaian acara yang digelar Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bendo, dan juga Pemerintah Desa Bendo untuk memperingati 1 tahun Wisata Waduk Grobogan (WWG) yang dimulai sejak Sabtu lalu hingga hari ini, Minggu (24/02/2019).

Masih di tempat yang sama, yaitu di lokasi wisata WWG. berbagai rangkaian acara mulai pagi tadi hingga siang ini di adakan Festival Rujak Ceprot.

Sepanjang jalannya acara, di WWG juga ada Pasar Tekik, pasar yang penjualnya menjual berbagai makanan tradisional. Uniknya, uang untuk bertransaksi dengan koin yang disediakan oleh panitia.

Didik Prasetio, Ketua Asidewi (Asosiasi Desa Wisata Indonesia) Bojonegoro menjelaskan, ini merupakan kelanjutan dari Festival Dedemit, dimana uang manusia tidak laku.

"Pasar Tekik juga diharap bisa mengedukasi anak-anak untuk belajar menghitung dan membeli," terang Ketua Asidewi kepada blokBojonegoro.com.

Dalam hal ini, panitia menyediakan berbagai koin yang menjadi pengganti uang. Adapun koin yang disediakan adalah senilai uang Rp2000, Rp3.000 dan Rp5.000.

"Setelah koin tersebut diberikan kepada penjual, nanti panitia akan mendata dan mengambil koin tersebut dan mengganti dengan uang," terang Efge salah satu panitia di festival tersebut.

Mira, salah satu pengunjung asal Balen mengaku menyukai sistem jual beli ini.

"Pasarnya unik, makanan yang dijual juga cukup terjangkau," katanya saat dijumpai awak bB di lokasi. [aim/lis]

Tag : pasar, tekik, uang

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat