09:00 . Satgas Covid-19 Monitoring Strain Virus Baru   |   08:00 . Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Tembus Rp105 Ribu Perkilogram   |   07:00 . 30 Persen Anak Muda Disebut Alami Kecanduan Smartphone, Ini Saran Pakar   |   21:00 . Razia Kamar Kos, Dua Pasangan Diamankan, Satu Diantaranya Masih Pelajar   |   20:00 . Dinsos Tiadakan Pemberian Santunan Korban Covid-19 Meninggal Dunia   |   19:00 . Personil Binamulia Bantu Masyarakat Terdampak Bencana Banjir   |   18:00 . Asiknya Mancing di Embung Ngraden Kecamatan Padangan   |   17:00 . NU Sebut Vaksin Ikhtiar untuk Sehat   |   16:00 . Uang Nasabah BRI yang Sempat Hilang Telah Dikembalikan   |   15:00 . Warga Deling Ditemukan Meninggal Gantung Diri di Teras Rumah   |   14:00 . Farida Hidayati Serahkan Hibah 20 Mesin Jahit dan 2 Laptop Pada Pelatihan DPD LDII   |   13:00 . Desa dan Masyarakat Menjadi Garda Terdepan dalam Pencegahan Terorisme   |   12:00 . Jalan Menuju Dusun Bangkle yang Belum Teraliri Listrik Memprihatinkan   |   11:00 . Peningkatan Zona Kuning Harus Memotivasi Daerah Masuk Zona Hijau   |   10:00 . Integrasi Data Pusat - Daerah Akan Meningkatkan Kualitas Keakuratan   |  
Fri, 05 March 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Mesin Pengering Padi Desa Wotan Mulai Dioperasikan

blokbojonegoro.com | Wednesday, 27 February 2019 12:00

Mesin Pengering Padi Desa Wotan Mulai Dioperasikan

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Untuk memfasilitasi masyarakat, khususnya Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Kelompok Tani Desa Wotan mendirikan gudang mesin pengering padi, yang bertempat di Dusun Laut desa setempat. Gudang itu, mulai dibangun pada Agustus 2018 lalu, dan mulai  dioperasikan lima hari terakhir ini.

"Mesin tersebut bisa digunakan untuk mengeringkan bermacam-macam hasil panen, seperti padi dan jagung," terang Komandan Pleton (Ndanton) Linmas Desa Wotan, Imam.

Menurutnya, dalam 24 jam mesin ini bisa mengeringkan minimal 10 sampai 60 ton padi. Kalau mengeringkan kurang dari 10 ton bisa, tetapi hitungannya rugi, karena tenaga listrik dan bahan bakar yang harus digunakan jumlahnya sama.. "Bahan bakar solar, listriknya menggunakan 35000 W," imbuhnya.

Kepala Desa Wotan, Ghufon juga menyampaikan, bahwa dengan adanya alat pengering padi tersebut, yang lebih diprioritaskan memanfaatkan mesin tersebut adalah masyarakat Desa Wotan.

"Setelah dihitung biaya, listrik, solar bahan bakar dan teaga kerja, warga yang mengeringkan padinya setiap 1 kilogram akan dikenai biaya Rp250,-" terangnya. [aim/ito]

Tag : Wotan, bojonegoro, sumberejo, Mesin, pengering


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat