17:00 . Live Ramadan Bersama Anwar Zahid   |   15:00 . Jelang Lebaran, Transaksi Tebus Barang di Pegadaian Bojonegoro Naik   |   13:00 . Penetapan Calon Kepala Desa Dilakukan Setelah Lebaran   |   12:00 . Dinas Perdagangan Pastikan Stok Elpiji 3 Kilogram Aman   |   10:00 . Medsos Eror, Pedagang Online Mengeluh   |   09:00 . Anak SD Jual Es Keliling Bantu Orang Tua   |   08:00 . Pilkades Pomahan Lanjut Dengan Catatan   |   07:00 . 4 Buah yang Ampuh Redakan Radang Tenggorokan   |   06:00 . Polres dan Kodim Bojonegoro Pengajian Bersama Masyarakat   |   22:00 . Silahturahmi Makin Erat, Elemen Masyarakat Gayam Buka Puasa Bersama   |   21:00 . STAI Attanwir Peringati Haul Abuya Al-Maliki di Halaman Kampus   |   20:00 . KKKS Pertamina Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Media   |   19:00 . Dirjen Migas Pantau Sarfas Pengisian BBM di Ruas Tol Jatim   |   18:00 . DP3AKB Konsen Pendampingan Korban Kasus Korban Kekerasan   |   17:00 . Shaf Salat Makin Maju   |  
Thu, 23 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 27 February 2019 12:00

Mesin Pengering Padi Desa Wotan Mulai Dioperasikan

Mesin Pengering Padi Desa Wotan Mulai Dioperasikan

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Untuk memfasilitasi masyarakat, khususnya Desa Wotan, Kecamatan Sumberrejo Kabupaten Bojonegoro. Kelompok Tani Desa Wotan mendirikan gudang mesin pengering padi, yang bertempat di Dusun Laut desa setempat. Gudang itu, mulai dibangun pada Agustus 2018 lalu, dan mulai  dioperasikan lima hari terakhir ini.

"Mesin tersebut bisa digunakan untuk mengeringkan bermacam-macam hasil panen, seperti padi dan jagung," terang Komandan Pleton (Ndanton) Linmas Desa Wotan, Imam.

Menurutnya, dalam 24 jam mesin ini bisa mengeringkan minimal 10 sampai 60 ton padi. Kalau mengeringkan kurang dari 10 ton bisa, tetapi hitungannya rugi, karena tenaga listrik dan bahan bakar yang harus digunakan jumlahnya sama.. "Bahan bakar solar, listriknya menggunakan 35000 W," imbuhnya.

Kepala Desa Wotan, Ghufon juga menyampaikan, bahwa dengan adanya alat pengering padi tersebut, yang lebih diprioritaskan memanfaatkan mesin tersebut adalah masyarakat Desa Wotan.

"Setelah dihitung biaya, listrik, solar bahan bakar dan teaga kerja, warga yang mengeringkan padinya setiap 1 kilogram akan dikenai biaya Rp250,-" terangnya. [aim/ito]

Tag : Wotan, bojonegoro, sumberejo, Mesin, pengering

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat