12:00 . AMSI Himbau Publik Baca Berita Dari Sumber Dipercaya   |   10:00 . 172 Jabatan Sekdes Kosong, Pemilihan Wewenang Desa   |   08:00 . Aula Belajar Maslakul Huda Resmi Dibuka untuk Kegiatan Belajar Mengajar   |   07:00 . Ada Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung? Lakukan Ini...   |   00:00 . Teguhkan Komitmen Pada Muhammadiyah Melalui Baitul Arqom   |   23:00 . BPD dari 13 Desa di Kecamatan Kapas Dilantik   |   22:00 . Aksi 22 Mei, Penumpang KA Jurusan Jakarta Diperiksa   |   21:00 . Peringati Nuzulul Quran, Remas Jami'Baitul Ghofur Sumodikaran Bagi Takjil   |   20:00 . Kenalkan Bright Gas Melalui 'BEDUK'   |   19:00 . Liga 3 Mulai, Persibo Siapkah?   |   18:30 . Persibo di Group A, Inilah Selengkapnya   |   18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |   17:00 . Al-Quran Obat Segala Penyakit   |   16:30 . Kick Off 27 Juli, Persibo Jumpa PSM Madiun   |  
Wed, 22 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 01 March 2019 16:00

Mengais Pundi Rupiah, Mahasiswa Ini Rela Jaga Rel KA

Mengais Pundi Rupiah, Mahasiswa Ini Rela Jaga Rel KA

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Salah satu Mahasiswa Institut Agama Islam (IAI) Sunan Giri Bojojonegoro yang memiliki nama M. Sulthoni asal Desa Margomulyo, Kecamatan Balen rela bekerja menjadi penjaga rel Kereta Api untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Remaja yang kerap di sapa Toni tersebut mengungkapkan, setiap hari ketika sedang libur kuliah dirinya bekerja sebagai penjaga rel KA di pertigaan dekat rumahnya. Ia juga mengaku sudah hampir satu tahun pekerjaan menjadi penjaga rel KA tersebut ia lakoni.

"Alhamdulillah, meskipun tak seberapa hasil dari pekerjaan menjaga rel, namun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan saya sehari-hari tanpa membebani orang tua," ungkap Toni, ketika di temui blokBojonegoro.com, Jumat (1/3/2019).

Tak kenal lelah, meskipun sinar matahari terik menyegat di kepala, ia pun tetap semangat bekerja, mengais pundi-pundi receh yang diberikan pengendara roda empat yang melintasi rel KA.

"Saya tidak pernah mematok harga untuk pengendara yang lewat, jika dikasih ya saya terima, jika tidak ya tetap saya layani dengan senang hati," ucapnya sembari mengusap keringat.

Ternyata remaja yang baru menginjak usia 19 tahun tersebut juga aktif dalam organisasi kampus, baik OMIK (Organisasi Mahasiswa Intra Kampus) maupun OMEK (Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus).

"Saya ikut gabung dalam OMIK prodi yang sedang saya tempuh, dan OMEKnya saya ikut dalam PMII (Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia). Karena bagi saya tidak cukup jika seorang mahasiswa hanya memperoleh ilmu dari dalam prodi. Maka keikut sertaan mahasiswa dalam organisasi kampus itu perlu, karena hal tersebut akan menjadi pengutan kapasitas dari mahasiswa itu sendiri," pungkasnya sambil memotivasi. [lin/lis]

 

Tag : mahasiswa, rel, panjaga

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat