17:00 . Live Ramadan Bersama Anwar Zahid   |   15:00 . Jelang Lebaran, Transaksi Tebus Barang di Pegadaian Bojonegoro Naik   |   13:00 . Penetapan Calon Kepala Desa Dilakukan Setelah Lebaran   |   12:00 . Dinas Perdagangan Pastikan Stok Elpiji 3 Kilogram Aman   |   10:00 . Medsos Eror, Pedagang Online Mengeluh   |   09:00 . Anak SD Jual Es Keliling Bantu Orang Tua   |   08:00 . Pilkades Pomahan Lanjut Dengan Catatan   |   07:00 . 4 Buah yang Ampuh Redakan Radang Tenggorokan   |   06:00 . Polres dan Kodim Bojonegoro Pengajian Bersama Masyarakat   |   22:00 . Silahturahmi Makin Erat, Elemen Masyarakat Gayam Buka Puasa Bersama   |   21:00 . STAI Attanwir Peringati Haul Abuya Al-Maliki di Halaman Kampus   |   20:00 . KKKS Pertamina Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Media   |   19:00 . Dirjen Migas Pantau Sarfas Pengisian BBM di Ruas Tol Jatim   |   18:00 . DP3AKB Konsen Pendampingan Korban Kasus Korban Kekerasan   |   17:00 . Shaf Salat Makin Maju   |  
Thu, 23 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 01 March 2019 20:00

Rakernas AMSI 2019

Startup Pendidikan dan Kesehatan Bisa Jadi Unicorn Baru

Startup Pendidikan dan Kesehatan Bisa Jadi Unicorn Baru

Reporter: Nidhomatum MR

blokBojonegoro.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menargetkan Indonesia memiliki sedikitnya lima perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn, yaitu gelar yang diberikan pada suatu startup dengan nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Saat ini sudah ada empat startup Indonesia yang menyandang status tersebut, yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Startup lainnya yang berpotensi menjadi unicorn menurut Rudiantara adalah startup di sektor pendidikan dan kesehatan, mengingat anggaran untuk kedua sektor tersebut dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) termasuk yang paling tinggi.

“Saya berharap sebentar lagi ada startup unicorn dari sektor pendidikan dan kesehatan. Kenapa? Belanja APBN kita kan 20 persennya dialokasikan untuk pendidikan, nilainya tahun ini hampir Rp500 triliun. Masa sih tidak bisa kecipratan misalkan 2 persen saja. Kemudian sektor kesehatan yang mendapatkan 5 persen APBN,” kata Rudiantara saat memberikan keynote speech, di acara Indonesia Digital Media Conference yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Startup lainnya yang berpotensi menjadi unicorn menurut Rudiantara adalah yang menghadirkan layanan leisure (jalan-jalan). Sebab saat ini gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya kelompok millenial mulai mengalami perubahan.

“Startup yang leisure juga diharapkan bisa jadi unicorn. Sekarang itu kan kaum milenial lebih memilih untuk menunda beli sepatu atau pakaian untuk menikmati leisure. Backpacker-an tidak apa-apa, asalkan bisa ke tempat-tempat yang Instragramable. Jadi memang karakteristik dan gaya hidupnya mulai berubah,” kata menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut. [lis]

 

Tag : apbn, startup, unicorn

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat