07:00 . Mengapa Minuman Manis Picu Kematian Dini   |   17:00 . Tingkatkan Wawasan, Ratusan Anggota Babinsa Ikuti Latnister   |   16:00 . Musim Hujan, Buah Rentan Busuk   |   15:00 . Lulus Pelatihan, 41 Peserta Kantongi Paspor HSSE   |   14:00 . Jago Masak, Mahasiswi Ini Tak Malu Jualan di Kampus   |   13:00 . Di Bojonegoro, ada 74.940 Pemilih Pemula   |   12:00 . Hari Pertama UAMBN-BK MTs, 639 Siswa Attanwir Dibagi 3 Sesi   |   11:00 . Clariant Membuka Fasilitas Baru di Bojonegoro   |   10:00 . Terus Bertambah, 14 Orang Positif DBD pada Pertengahan Maret   |   09:00 . 95 Persen Penderita HIV di Bojonegoro Berusia Antara 25-49 Tahun   |   08:00 . Mengenal lebih Dekat Program Sahabat Pertamina   |   07:00 . Pentingnya Air bagi Kesehatan   |   20:00 . 248 Siswa dari 3 Kabupaten Ikuti Rekrutmen Tenaga Kerja   |   19:00 . Lika-liku Perjalanan Usaha Putu Bambu Pertigaan Sumuragung   |   18:00 . Perawatan Kulit dengan Teknologi Canggih Mulai Hadir di Bojonegoro   |  
Thu, 21 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 01 March 2019 20:00

Rakernas AMSI 2019

Startup Pendidikan dan Kesehatan Bisa Jadi Unicorn Baru

Startup Pendidikan dan Kesehatan Bisa Jadi Unicorn Baru

Reporter: Nidhomatum MR

blokBojonegoro.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menargetkan Indonesia memiliki sedikitnya lima perusahaan rintisan (startup) berstatus unicorn, yaitu gelar yang diberikan pada suatu startup dengan nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Saat ini sudah ada empat startup Indonesia yang menyandang status tersebut, yakni Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak.

Startup lainnya yang berpotensi menjadi unicorn menurut Rudiantara adalah startup di sektor pendidikan dan kesehatan, mengingat anggaran untuk kedua sektor tersebut dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) termasuk yang paling tinggi.

“Saya berharap sebentar lagi ada startup unicorn dari sektor pendidikan dan kesehatan. Kenapa? Belanja APBN kita kan 20 persennya dialokasikan untuk pendidikan, nilainya tahun ini hampir Rp500 triliun. Masa sih tidak bisa kecipratan misalkan 2 persen saja. Kemudian sektor kesehatan yang mendapatkan 5 persen APBN,” kata Rudiantara saat memberikan keynote speech, di acara Indonesia Digital Media Conference yang digelar Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), di Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Startup lainnya yang berpotensi menjadi unicorn menurut Rudiantara adalah yang menghadirkan layanan leisure (jalan-jalan). Sebab saat ini gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya kelompok millenial mulai mengalami perubahan.

“Startup yang leisure juga diharapkan bisa jadi unicorn. Sekarang itu kan kaum milenial lebih memilih untuk menunda beli sepatu atau pakaian untuk menikmati leisure. Backpacker-an tidak apa-apa, asalkan bisa ke tempat-tempat yang Instragramable. Jadi memang karakteristik dan gaya hidupnya mulai berubah,” kata menteri yang akrab disapa Chief RA tersebut. [lis]

 

Tag : apbn, startup, unicorn

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more