23:00 . Kanwil BPN Serahkan 3.313 Sertifikat Tanah Kepada Pemkab   |   23:00 . BPN Bojonegoro Serahkan Sertifikat Hak Atas Tanah Kodim   |   22:00 . Satu Guru Setingkat SMA Terkonfirmasi Covid 19   |   20:00 . Klaim Pasien Covid 19 se-Jatim Capai Rp1 Triliun   |   19:00 . Bersih-Bersih, Polres Gelar Tes Urine Bagi Anggota   |   18:00 . Wabup Penuhi Panggilan Sebagai Saksi di Polda Jatim   |   15:00 . Bupati Bojonegoro Menyerahkan Sertifikat Hak Atas Tanah   |   14:00 . Suporter Persibo Surati Pemkab Bojonegoro   |   13:00 . 98.76 Persen Warga Bojonegoro Memiliki Jaminan Kesehatan   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Terima Penghargaan UHC dari BPJS Kesehatan   |   07:00 . 7 Macam Kelainan pada Payudara Wanita dan Cara Mengobatinya   |   22:00 . Pelatihan Berkelanjutan PEPC Kuatkan UMKM   |   21:00 . Sembuh 3 Orang, 3 Pasien Terkonfirmasi Positif   |   19:00 . Panen Tembakau, Harga Jual Masih Stabil   |   18:00 . Dinkop: Total Pendaftar BLT UMKM Bojonegoro Capai 14.550   |  
Thu, 24 September 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 02 March 2019 11:00

Hasil Panen Cabai Petani Dander Terserang Penyakit Penyakit Belek

Hasil Panen Cabai Petani Dander Terserang Penyakit Penyakit Belek

Reporter : M Safuan

blokBojonegoro.com - Selain harga cabai yang terus turun, petani cabai di Kecamatan Dander juga mengeluhkan kualitas cabai yang dipanen kali ini kurang bagus, pasalnya banyak cabai terserang penyakit belek. Dengan kondisi kualitas itu, harga jual cabai juga cukup berpengaruh.

Salah satu petani, Suyadi mengakui kualitas panen cabai kali ini kualitasnya kurang bagus karena banyak cabai yang terserang penyakit. Padahal saat dalam perawatannya sudah melakukan penyemprotan untuk mencegah penyakit belek itu menyerang cabai.

"Hampir semua cabai terkena penyakit belek tersebut," keluh Suyadi kepada blokBojonegoro.com.

Dirinya menambahkan, selain penyakit belek yang menyebabkan faktor kualitas cabai kurang bagus karena seringnya terjadi hujan malam atau karena embun pagi yang begitu pekat sehingga air embun itu nempel di buah cabai itu, sehingga kualitas cabainya tidak kekat.

Dengan kondisi seperti itu, para petani tersebut tetap membawa hasil panen seraya nantinya memilah cabai yang tidak terkena penyakit, hal itu dimaksudkan agar harga jual petani ke tingkat tengkulak bisa maksimal. "Pasalnya harga cabai saat ini hanya laku 4 ribu perkilonya," keluh Yadi sapaan akrabnya.

Saat disinggung kapan harga jual cabai bisa laku tinggi dan bagus kualitas cabainya? Yadi mengatakan biasanya pada musim kemarau harga jual cukup tinggi bahkan harga kualitas cabainya cukup bagus.

Seperti diketahui harga cabai beberapa minggu terakhir ini harganya terus mengalami penurunan. Dengan kualitas cabai seperti itu, petani khawatir modal yang dibuat untuk tanam tidak kembali modalnya. "Balik modal aja sudah cukup baik," cakap Yadi kepada blokBojonegoro.com.[saf/ito]

Tag : cabai, petani, dander


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Saturday, 22 August 2020 20:00

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023

    Duet Wens-Komang Nahkodai AMSI 2020-2023 Asosiasi Media Siber Indonesa (AMSI) kembali mempercayakan tampuk kepemimpinan kepada Wensesleus Manggut (Pemred Merdeka.com), sebagai Ketua Umum dan Wahyu Dhyatmika/Komang (Pemred Tempo), sebagai Sekretaris Jenderal periode 2020-2023 pada kongres kedua...

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat