15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |   10:00 . Puasa Ramadan, Peserta Upacara Harkitnas Mengeluh Pusing Dan Mual   |   08:00 . Tes Wawancara, Tentukan 10 Nama Calon KPU   |   07:00 . Tips Mengurangi Bau Mulut di Saat Puasa   |   22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:30 . Baksos Ramadan dan Parenting Connection JCI Bojonegoro   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 03 March 2019 11:00

Soroti Pengisian BPD, DPRD Harap Perhatikan Kuota Perempuan

Soroti Pengisian BPD, DPRD Harap Perhatikan Kuota Perempuan *Foto ilustrasi

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala desa, beberapa desa yang melakukan pengisian Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendapat sorotan. Pasalnya disinyalir banyak desa yang tidak memperhatikan kuota perempuan saat pencalonan maupun penetapan calon BPD tersebut.

"Banyak desa yang tidak memperhatikan kuota perempuan di pengisian BPD," kata salah seorang warga Kecamatan Balen, Afif kepada blokBojonegoro.com, Minggu (3/3/2019).

Sementara itu wakil ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bojonegoro, Anam Warsito sudah menyoroti pengisian BPD di desa-desa. "Agar suara perempuan terwakili di kelembagaan BPD, sangat diharapkan ada keterwakilan perempan yang jadi anggota BPD," terang Anam.

Menurut Anam, jika satu desa untuk BPD ada 5 orang setidaknya satu adalah perempuan. Meskipun untuk anggota BPD harus ada perwakilan perempuan tidak ada aturannya. "Namun peraturan menteri Desa tentang musyawarah desa mewajibkan adanya perwakilan perempuan. Maka di sini agar keterwakilan perempuan tidak hanya sebatas ikut Musdes, tetapi juga ikut memutuskan kebijakan desa. Maka tidak ada pilihan lain kecuali memberi porsi perempuan untuk masuk menjadi anggota BPD," jelasnya.

Politisi Partai Gerindra itu menandaskan, dengan memastikan perempuan ikut terlibat langsung memutuskan kebijakan di desa. Sehingga tidak cukup hanya diberi porsi untuk ikut Musdes saja atau hanya sebatas fungsi konsultatif (didengar aspirasinya).

Seperti diketahui, sekarang ini beberapa desa sedang melangsungkan pengisian BPD. Bahkan ada yang sudah melakukan pemilihan BPD dan masih ada yang membuka pengumuman calon BPD tersebut. [saf/mu]

Tag : bpd, dprd, perempuan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat