17:00 . Live Ramadan Bersama Anwar Zahid   |   15:00 . Jelang Lebaran, Transaksi Tebus Barang di Pegadaian Bojonegoro Naik   |   13:00 . Penetapan Calon Kepala Desa Dilakukan Setelah Lebaran   |   12:00 . Dinas Perdagangan Pastikan Stok Elpiji 3 Kilogram Aman   |   10:00 . Medsos Eror, Pedagang Online Mengeluh   |   09:00 . Anak SD Jual Es Keliling Bantu Orang Tua   |   08:00 . Pilkades Pomahan Lanjut Dengan Catatan   |   07:00 . 4 Buah yang Ampuh Redakan Radang Tenggorokan   |   06:00 . Polres dan Kodim Bojonegoro Pengajian Bersama Masyarakat   |   22:00 . Silahturahmi Makin Erat, Elemen Masyarakat Gayam Buka Puasa Bersama   |   21:00 . STAI Attanwir Peringati Haul Abuya Al-Maliki di Halaman Kampus   |   20:00 . KKKS Pertamina Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Media   |   19:00 . Dirjen Migas Pantau Sarfas Pengisian BBM di Ruas Tol Jatim   |   18:00 . DP3AKB Konsen Pendampingan Korban Kasus Korban Kekerasan   |   17:00 . Shaf Salat Makin Maju   |  
Thu, 23 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 04 March 2019 09:00

Misterius, Sejarah Lumpang Kenteng Masih Jadi Teka-Teki

Misterius, Sejarah Lumpang Kenteng Masih Jadi Teka-Teki

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Situs batu peninggalan bersejarah yang satu ini memang tidak begitu menjadi sorotan masyarakat Bojonegoro. Namun, batu ini membuat banyak pertanyaan warga setempat menyeruak, tentang batu yang berada di tengah jalan. Tepatnya di pertigaan Desa Mlinjeng, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Masyarakat setempat dan sesepuh desa juga bertanya-tanya tentang asal muasal batu berupa lempengan dan memiliki cekungan tengah layaknya lumpang (alat penumbuk) yang saat ini disebut 'Lumpang Kenteng' itu.

Saat awak bB menemui Kepala Desa Mlinjeng, Sugiri mengaku juga tidak tahu dengan jelas, sejarah lumpang kenteng tersebut.

"Saya sebagai pendatang di Desa Mlinjeng sudah bertanya-tanya kepada sesepuh desa bahkan sudah mencari informasi di google, namun hasilnya nihil," terangnya.

Sesepuh desa setempat, Nggoro juga mengatakan tidak tahu menahu tentang awal mula adanya lumpang kenteng tersebut. Sejak Ia lahir batu tersebut sudah ada.

"Memang batu itu terlihat seperti lempengan sebesar tampah, dan dulu sempat ingin dipindah, namun setelah masyarakat mencoba mengangkat tidak bisa, karena beratnya luar biasa," ungkap sesepuh desa itu.

Masih kata Nggoro, baru-baru ini Camat Sumberrejo meminta pemerintah desa memberi pagar untuk batu tersebut. Pasalnya, sebelum adanya pagar dan rantai untuk melindungi batu tersebut, berbagai kendaraan roda dua maupun roda empat secara bebas melewati batu yang posisinya tepat di tengah pertigaan.

Seorang dalang dari Desa Mlinjeng , Sarmin juga membenarkan, bahwa tidak ada yang tahu sejarah pasti adanya batu lumpang kenteng tersebut.

Namun ia menjelaskan, bahwa batu tersebut memang menjadi situs peninggalan yang ada di Desa Mlinjeng. Pada zaman dahulu, waktu masih ada tontonan ludruk, bisa dipastikan selalu mampir di lumpang kenteng.

"Sudah menjadi tradisi, setiap akan ada ludruk pasti selalu ke sana dulu," paparnya. [aim/ito]

Tag : lumpang, kenteng, sumbereje, mlinjeng

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat