20:00 . 248 Siswa dari 3 Kabupaten Ikuti Rekrutmen Tenaga Kerja   |   19:00 . Lika-liku Perjalanan Usaha Putu Bambu Pertigaan Sumuragung   |   18:00 . Perawatan Kulit dengan Teknologi Canggih Mulai Hadir di Bojonegoro   |   17:00 . Cek Kelengkapan Mobil Siaga Desa   |   16:00 . Pertamina Serahkan 2 Unit Mobil Siaga Desa di Tuban   |   15:00 . Jatim Kondusif, Kecuali 4 Kabupaten   |   14:00 . 17 Kecamatan, Sementara DPTb Ada 2.412   |   13:00 . Target Seminggu, Pelipatan 4 SS Dikebut   |   12:00 . Jaga Lingkungan, PEPC Tanam Pohon Trembesi di Ngasem   |   11:00 . Terima Maaf Tirto.id, Laporan di Polda Jatim Dicabut   |   10:00 . Mahasiswa ITS Kunjungi Lapangan Banyuurip   |   09:00 . Solihin Jadi Timsel Komisioner KPU   |   08:00 . Ada Pemain Naturalisasi, Samsul Tak Takut   |   07:00 . Awas, Impotensi Bisa Terjadi di Malam Pertama!   |   20:00 . Samsul: Persaingan Ketat, Makin Semangat   |  
Wed, 20 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 04 March 2019 15:00

Musim Tanam ke Dua, Petani Pilih Bibit dengan Umur Pendek

Musim Tanam ke Dua, Petani Pilih Bibit dengan Umur Pendek

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Di musim tanam ke dua, dengan curah hujan yang tidak menentu menjadi sorotan para petani. Khususnya dalam hal memilih bibit padi yang harus sesuai.

Memasuki tanam ke dua ini, para petani menyerbu beberapa toko penjual benih padi. Dari berbagai benih yang tersedia, memang ada beberapa yang menjadi incaran para petani.

Penjual benih padi, Sujianto menjelaskan, kebanyakan petani pemilik sawah tadah hujan, saat musim tanam ke dua ini lebih memilih bibit padi yang berumur pendek. Khususnya daerah Kedungadem selatan. Selain mayoritas menanam bawang merah, masih banyak juga yang menanam padi.

"Petani memilih benih seperti bagendit dan 64, dengan alasan jangka panen yang cukup singkat," terangnya.

Penjual bibit padi tersebut juga berkata, bahwa tak hanya di toko, beberapa petani juga membeli benih dari petani lain yang panen lebih dulu, dengan harga sekitar Rp6.000 perkilogram.

Menurut salah satu pembeli, Efendi mengatakan, rata-rata memilih bibit dengan jangka panen yang lebih cepat, karena antisipasi jika kekurangan air.  "Padi yang memiliki masa panen normal kadang sering ambruk," beber Efendi. [aim/ito]

Tag : petani, pupuk, padi, bibit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more