15:00 . Jajanan Khas Kampung Ini Tembus Pasaran Luar Kota   |   13:00 . H-10 Pengerjaan dan Material Proyek Jalan Nasional Sudah Bersih   |   12:00 . Kapolres Cek Jalan Nasional Jelang Arus Mudik Lebaran   |   11:00 . Pengamanan Hasil Pemilu, 400 Aparat Gabungan Disiapkan   |   10:00 . Puasa Ramadan, Peserta Upacara Harkitnas Mengeluh Pusing Dan Mual   |   08:00 . Tes Wawancara, Tentukan 10 Nama Calon KPU   |   07:00 . Tips Mengurangi Bau Mulut di Saat Puasa   |   22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:30 . Baksos Ramadan dan Parenting Connection JCI Bojonegoro   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 04 March 2019 15:00

Musim Tanam ke Dua, Petani Pilih Bibit dengan Umur Pendek

Musim Tanam ke Dua, Petani Pilih Bibit dengan Umur Pendek

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Di musim tanam ke dua, dengan curah hujan yang tidak menentu menjadi sorotan para petani. Khususnya dalam hal memilih bibit padi yang harus sesuai.

Memasuki tanam ke dua ini, para petani menyerbu beberapa toko penjual benih padi. Dari berbagai benih yang tersedia, memang ada beberapa yang menjadi incaran para petani.

Penjual benih padi, Sujianto menjelaskan, kebanyakan petani pemilik sawah tadah hujan, saat musim tanam ke dua ini lebih memilih bibit padi yang berumur pendek. Khususnya daerah Kedungadem selatan. Selain mayoritas menanam bawang merah, masih banyak juga yang menanam padi.

"Petani memilih benih seperti bagendit dan 64, dengan alasan jangka panen yang cukup singkat," terangnya.

Penjual bibit padi tersebut juga berkata, bahwa tak hanya di toko, beberapa petani juga membeli benih dari petani lain yang panen lebih dulu, dengan harga sekitar Rp6.000 perkilogram.

Menurut salah satu pembeli, Efendi mengatakan, rata-rata memilih bibit dengan jangka panen yang lebih cepat, karena antisipasi jika kekurangan air.  "Padi yang memiliki masa panen normal kadang sering ambruk," beber Efendi. [aim/ito]

Tag : petani, pupuk, padi, bibit

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat