10:00 . Berdesak-Desakan, Pemilih di Desa Campurejo Pingsan   |   09:00 . Gerakan Pengendalian Penggerek Batang Disperta Lanjut di Balen   |   08:00 . Pilkades Serentak Bukan Hari Libur Daerah   |   07:00 . Riset: Anak Kedua Laki-laki Cenderung Lebih Nakal   |   21:00 . PDAM Macet, Begini Tanggapan Perusahaan   |   20:00 . Masyarakat Keluhkan Air PDAM Macet   |   19:00 . Lini Depan Kurang Tajam, Pelatih Persibo Terus Berburu Striker   |   18:00 . 352.567 Rokok Ilegal Dimushakan   |   17:00 . DPMD Pastikan Seluruh Desa Sudah Terima Dana Oprasional Pilkades   |   16:00 . Persiapkan Kondisi Fisik, Tim Futsal Porprov Bojonegoro Check Up Kesehatan   |   15:00 . Tingginya Pengangguran Pencaker Kurang Manfaatkan Media Informasi   |   14:00 . Kurangi Penggangguran Pasca Kelulusan Sekolah, UPT BLK Gelar Job Market Fair 2019   |   13:00 . PU Fraksi DPRD Dijawab Pemkab   |   12:00 . Sejarah Pilkades dari Masa ke Masa   |   11:00 . Bea Cukai Bojonegoro Musnahkan 352.567 Batang Rokok   |  
Wed, 26 June 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 07 March 2019 15:00

#KabarBanjir

Akibat Banjir, Padi Belum Cukup Umur Terpaksa Dipanen Awal

Akibat Banjir, Padi Belum Cukup Umur Terpaksa Dipanen Awal

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Seluas 100 hektar area persawahan milik petani Desa Simbatan, Kecamatan Kanor dini hari telah di terendam oleh banjir. Melihat tanaman padi mereka yang telah di kepung oleh banjir, para petani Simbatan memilih untuk memanen lebih awal, meskipun bisa tanaman padi belum cukup umur.

"Sudah sejak subuh tadi sekitar pukul 05.00 WIB para petani berbondong-bondong pergi ke sawah untuk memanen padi mereka masing-masing," ucap Abu Sujak, salah satu petani.

Sujak menjelaskan, tamanan padi yang di panen tersebut rata-rata usianya baru menginjak dua bulan, dan bahkan ada juga yang baru menginjak usia satu bulan. Sehingga para petani memilih untuk memanen lebih awal, lantaran melihat air yang telah merendam area persawahan telah mencapai setinggi pinggul orang dewasa.

"Dengan cara manual, para petani tersebut memanen tanaman padi mereka hanya dengan berbekal alat seadanya yakni,  dengan sabit dan terpal merombak padi-padi yang terendam tersebut," tambahnya.

Tak hanya itu, bahkan para petani yang memliki lahan sawah luas, mereka sampai memanggil orang luar desa untuk membantu memanen. [lin/ito]

Janga Lupa Subcribe blokBojonegoroTV

Tag : simbatan, kanor, bojonegoro, banjir, petani

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat