22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:30 . Baksos Ramadan dan Parenting Connection JCI Bojonegoro   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Thursday, 07 March 2019 17:00

#KabarBanjir

Tanggul Jebol, Warga Piyak Tambal dengan 100 Karung Tanah

Tanggul Jebol, Warga Piyak Tambal dengan 100 Karung Tanah

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Curah hujan deras yang terjadi sejak Selasa (5/3/2019), mengakibatkan air di beberapa sungai meluap, bahkan hingga tidak bisa menahan air dan mengakibatkan jebolnya tanggul.

Seperti yang terjadi di tanggul Desa Piyak, Kecamatan Kanor yang jebol karena tidak dapat menahan luapan air dari sungai mekuris.

Jebolnya tanggul sungai tersebut menurut keterangan Zumrotus, salah satu perangkat Desa Piyak, terjadi kemarin malam Rabu (6/3/2019) pukul 19.00 Wib, dipicu oleh curah hujan yang tinggi dan ditambah debit air Bengawan Solo yang terus naik.

"Untungnya air yang mengalir dari jebolnya tanggul tersebut hanya menggenangi sebagian samping kanan kiri rumah warga dan belum masuk hingga ke dalam rumah serta jalan yang dekat dengan area jebolnya tanggul," papar Zumrotus, Kamis (7/3/2019).

Ia menambahkan, yang pertama kali mengetahui jebolnya tanggul adalah warga yang rumahnya dekat lokasi tersebut, setelah mengetahui tanggul yang membentengi desa Piyak dari sungai mekuris jebol, dirinya langsung bergegas lapor ke pihak desa.

Sehingga dari desa langsung terjun mengecek titik jebol dan segera menanggulangi kejadian tersebut.

"Pihak desa bergotong royong dengan dengan masyarakat mulai pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Dengan berbekal alat seadanya, yakni 100 karung yang diisi dengan tanah lalu ditumpuk di area tanggul tersebut," tambahnya.

Terpisah, salah satu warga Harnadi, mengaku resah dengan kejadian tanggul jebol yang terjadi kemarin malam. Pasalnya, rumahnya sangat dekat lokasi jebol.

Ia mengaku ketika melihat air yang sangat deras mengalir ke samping rumah, ia kembali mengingat kejadian banjir tahun 2007 silam, yang tidak hanya merenggut kerugian materi namun juga merenggut nyawa.

"Untungnya semalam tanggul jebol tersebut dapat segera diatasi, jika tidak mungkin hari ini Desa Piyak dan sekitarnya sudah tergenang oleh banjir," ucapnya saat ditemui oleh blokBojonegoro di lokasi. [lin/mu]

Janga Lupa Subcribe blokBojonegoroTV

Tag : bengawan solo, banjir, sungai, tanggul jebol

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat