19:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |   09:00 . Cegah Mobilisasi People Power, Polres Bojonegoro Razia Kendaraan   |   08:00 . Jelang Jumbara PMR IX, PMI Susun Pembagian Tugas   |   07:00 . Tips Aman Puasa Bagi Ibu Hamil   |   23:00 . Mas Emil Ajak Perangi HOAX   |   22:00 . Wabup Silatirahmi ke Warga Tlatah   |  
Sun, 19 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 09 March 2019 11:00

#KabarBanjir

773 Hektar Lahan Pertanian di 17 Kecamatan Terdampak Banjir

773 Hektar Lahan Pertanian di 17 Kecamatan Terdampak Banjir

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro berdampak pada ratusan hektar lahan pertanian milik warga di 17 kecamatan. Bahkan beberapa petani terpaksa harus memanen lebih awal padinya agar tidak merugi.

"Akibat banjir lahan pertanian di Bojonegoro yang terendam seluas 773,50 hektar," kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikutura, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Zaenal Fanani.

Lahan pertanian yang terendam itu usia padi cukup bervariasi, mulai 7 hari hingga usia 85 hari yang sudah siap dipanen.

"Rata-rata usia padi yang terendam antara 60 hingga 70 hari. Untuk padi berusia 85 hari hanya ada di wilayah Desa Simbatan Kecamatan Kanor seluas 22 hektar dan sebagian desa Wedi Kecamatan Kapas," terang Zaenal Fanani.

Dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com, 17 kecamatan itu yakni Kecamatan Dander, Gondang, Sukosewu, Balen, Bojonegoro, Kapas, Baureno, Kalitidu, Kanor, Trucuk, Padangan, Purwosari, Ngasem, Ngambon, Kedungadem, Gayam dan Sumberrejo.

Kerugian sendiri banyak diderita petani di tiga desa yang ada di Kecamatan Balen mencapai Rp348 juta. Sedangkan untuk petani di Kecamatan Padangan, Purwosari, Ngasem, Ngambon, Kedungadem, Gayam dan Sumberrejo rata-rata lahan pertaniannya sudah panen dan ada yang bero.

"Sedangkan lahan pertanian yang masuk masa tanam  berada di wilayah Kecamatan Dander," tandas Zaenal kepada blokBojonegoro.com. [saf/mu]

 

Jangan Lupa SUBCRIBE blokBojonegoroTV

Tag : banjir, lahan pertanian, sawah, bengawan solo

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat