07:00 . Mengapa Minuman Manis Picu Kematian Dini   |   17:00 . Tingkatkan Wawasan, Ratusan Anggota Babinsa Ikuti Latnister   |   16:00 . Musim Hujan, Buah Rentan Busuk   |   15:00 . Lulus Pelatihan, 41 Peserta Kantongi Paspor HSSE   |   14:00 . Jago Masak, Mahasiswi Ini Tak Malu Jualan di Kampus   |   13:00 . Di Bojonegoro, ada 74.940 Pemilih Pemula   |   12:00 . Hari Pertama UAMBN-BK MTs, 639 Siswa Attanwir Dibagi 3 Sesi   |   11:00 . Clariant Membuka Fasilitas Baru di Bojonegoro   |   10:00 . Terus Bertambah, 14 Orang Positif DBD pada Pertengahan Maret   |   09:00 . 95 Persen Penderita HIV di Bojonegoro Berusia Antara 25-49 Tahun   |   08:00 . Mengenal lebih Dekat Program Sahabat Pertamina   |   07:00 . Pentingnya Air bagi Kesehatan   |   20:00 . 248 Siswa dari 3 Kabupaten Ikuti Rekrutmen Tenaga Kerja   |   19:00 . Lika-liku Perjalanan Usaha Putu Bambu Pertigaan Sumuragung   |   18:00 . Perawatan Kulit dengan Teknologi Canggih Mulai Hadir di Bojonegoro   |  
Thu, 21 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Saturday, 09 March 2019 11:00

#KabarBanjir

773 Hektar Lahan Pertanian di 17 Kecamatan Terdampak Banjir

773 Hektar Lahan Pertanian di 17 Kecamatan Terdampak Banjir

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Bojonegoro berdampak pada ratusan hektar lahan pertanian milik warga di 17 kecamatan. Bahkan beberapa petani terpaksa harus memanen lebih awal padinya agar tidak merugi.

"Akibat banjir lahan pertanian di Bojonegoro yang terendam seluas 773,50 hektar," kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikutura, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Zaenal Fanani.

Lahan pertanian yang terendam itu usia padi cukup bervariasi, mulai 7 hari hingga usia 85 hari yang sudah siap dipanen.

"Rata-rata usia padi yang terendam antara 60 hingga 70 hari. Untuk padi berusia 85 hari hanya ada di wilayah Desa Simbatan Kecamatan Kanor seluas 22 hektar dan sebagian desa Wedi Kecamatan Kapas," terang Zaenal Fanani.

Dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com, 17 kecamatan itu yakni Kecamatan Dander, Gondang, Sukosewu, Balen, Bojonegoro, Kapas, Baureno, Kalitidu, Kanor, Trucuk, Padangan, Purwosari, Ngasem, Ngambon, Kedungadem, Gayam dan Sumberrejo.

Kerugian sendiri banyak diderita petani di tiga desa yang ada di Kecamatan Balen mencapai Rp348 juta. Sedangkan untuk petani di Kecamatan Padangan, Purwosari, Ngasem, Ngambon, Kedungadem, Gayam dan Sumberrejo rata-rata lahan pertaniannya sudah panen dan ada yang bero.

"Sedangkan lahan pertanian yang masuk masa tanam  berada di wilayah Kecamatan Dander," tandas Zaenal kepada blokBojonegoro.com. [saf/mu]

 

Jangan Lupa SUBCRIBE blokBojonegoroTV

Tag : banjir, lahan pertanian, sawah, bengawan solo

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more