22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:30 . Baksos Ramadan dan Parenting Connection JCI Bojonegoro   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 10 March 2019 19:00

Banjir, Aktivitas Kampung Nelayan Terhenti Sementara

Banjir, Aktivitas Kampung Nelayan Terhenti Sementara

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Aliran sungai Bengawan Solo yang berstatus siaga kuning sejak Selasa (5/3/2019) lalu rupanya menjadikan aktivitas mencari ikan para warga kampung nelayan yang berada di Dukuh Kendal, Desa Kabalan, Kecamatan Kanor terhenti.

Hal tersebut dikemukakan oleh Dahelan (69) salah satu nelayan sepuh yang berada di dukuh tersebut. Ia mengatakan, ketika debit air Bengawan Solo sedang naik, dengan serentak seluruh nelayan Dukuh Kendal akan berhenti beraktivas mencari ikan, dan akan kembali lagi ketika air sudah surut.

"Itu sudah menjadi larangan sejak dulu, pasalnya ketika air sedang naik alirannya sangat deras sekali, sehingga rawan terjadi hal yang tidak diinginkan," tutur Dahelan sambil menikmati cerutu.

Di tambahkan, di Dukuh Kendal tersebut mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan sekaligus petani, dan dampak banjir ini tentunya sangat merugikan bagi masyarakat setempat. Pasalnya, selain tidak bisa mencari ikan, lahan pertaniannya pun juga ikut terendam, dan pastinya hal tersebut menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

"Hal seperti sudah ini sering terjadi, maka kami warga pesisir bantaran sungai Bengawan Solo sudah wanti-wanti untuk menghadapi hal tersebut," tambahnya.

Terpisah, salah seorang nelayan lain, Khabib juga mengatakan hal senada. Ia mengaku, setiap hari dirinya hanya mengandalkan profesi sebagai nelayan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, dan pada waktu banjir seperti ini aktivitas mencari ikan terhenti dan pemasukan pun tentunya juga ikut tersendat.

"Kalau sudah banjir begini biasanya saya hanya bisa mencari kayu di tengah aliran Bengawan Solo yang sedang meluap untuk saya jual. Selekasnya saya hanya bisa berdoa agar banjir segera surut, sehingga saya dapat beraktivitas mencari ikan kembali seperti sedia kala," ucap nelayan muda tersebut kepada blokBojonegoro. [lin/lis]

Tag : banjir, nelayan

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat