19:00 . Tingkatkan Militansi, PAC IPNU-IPPNU Kepohbaru Gelar Diklatama   |   18:00 . Relawan: Optimis Menang, Jokowi - Amin Pilihan Tepat   |   17:00 . Disdik Anggarkan Rp32 M untuk 3.400 GTT   |   16:00 . BEM UNUGIRI Gelar Pemilihan Duta Kampus   |   15:00 . Ketua TKD Jatim Deklarasikan Kemenangan Jokowi - Amin di Bojonegoro   |   14:00 . Berikut Klarifikasi Kemenag RI   |   13:00 . Dari Hobi, Ingin Buat Tempat Edukasi Bonsai   |   12:00 . Waspada Berita Hoax, Bupati: Harus Ditindak Tegas   |   11:00 . Tak Hanya Bojonegoro, Kekeliruan Soal SKI Seluruh Indonesia   |   10:30 . Tabrak Truk, Pengendara Motor Meniggal Dunia   |   10:00 . Tak Sempat Lihat Konser Letto, Ini Dia ......   |   09:00 . Desa Rendeng Siap Gelar Festival Gerabah Kedua   |   08:00 . Target 10 Besar, KONI Bojonegoro Bakal Andalkan 6 Cabor   |   07:00 . Mengapa Kita Cocok Berteman dengan Orang - Orang Tertentu   |   00:00 . Keceriaan Pletonic Sambut Letto   |  
Sun, 24 March 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 11 March 2019 09:00

Banjir, Tak Bisa Cari Ikan, Nelayan Cari 'Sarah'

Banjir, Tak Bisa Cari Ikan, Nelayan Cari 'Sarah'

Kontributor: Maulina Alfiyana

blokBojonegoro.com - Akibat debit air bengawan solo naik dan sempat membanjiri beberapa wilayah yang ada di bantaran sungai, membuat aktivitas warga kampung nelayang di Dukuh Kendal, Desa Kabalan, Kecamatan Kanor yang sehari-hari mencari ikan sempat terhenti.

Karena saat air bengawan naik, tidak memungkinkan para nelayan menyisir Bengawan untuk mencari ikan, sehingga aktivitas mencari ikan di kampung nelayan terpaksa berhenti.

Agar asap dapur tetap mengepul, para nelayan mencari alternatif lain untuk mencari pundi-pundi rupiah, yaitu dengan cara mencari sarah (kayu yang hanyut terbawa air bengawan solo). Setelah kayu-kayu tersebut terkumpul banyak, mereka lalu membagi tiap ikat dan menjual kepada masyarakat sekitar.

"Mencari sarah tersebut bisa dikatakan sebagai pengganti mencari ikan yang terhenti selama air Bengawan belum surut," jelas Burhan, salah satu nelayan, Senin (11/3/2019).

Ia menjelaskan, pada waktu air Bengawan Solo sedang meluap banyak sekali sarah yang ikut hanyut, dan memang sudah tradisi para nelayan Dukuh Kendal mencari sarah pada saat banjir tiba.

"Kami mencari sarah cukup di sekitar Bengawan yang melintasi desa, dengan menggunakan perahu yang biasa kami pakai untuk mencari ikan," jelasnya.

Terpisah, salah satu pembeli kayu bakar, Didin mengaku sudah menjadi langganan setiap banjir tiba membeli sarah di nelayan.

"Harganya murah hanya Rp5.000 per ikat, dan kayu pun juga awet ketika dibuat kaya bakar untuk memasak," ucapnya kepada blokBojonegoro. [lin/mu]

Tag : banjir, kampung nelayan, nelayan, pencari ikan, sarah

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 18 February 2019 08:00

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia

    Petani Kalitidu Menyemai Refugia Mengendalikan OPT padi dengan cara menanam Refugia juga dilakukan petani di Desa Pumpungan Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 24 October 2018 09:00

    LoKer dan Iklan Baris di bB

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi

    Lebih Mudah dan Tepat untuk Promosi Untuk mengakomodir permintaan dari masyarakat luas, terutama pembaca setia blokBojonegoro.com, redaksi menyediakan kanal khusus untuk informasi lowongan kerja (LoKer) dan iklan baris....

    read more