09:00 . Jumlah Pendonor Darah di UDD PMI Bojonegoro 2020 Menurun   |   07:00 . Meski Divaksin, Orang Masih Bisa Tularkan Virus Corona?   |   17:00 . Imunisasi saat Pandemi? Jangan Ditunda   |   16:00 . Hadir di Pelantikan IMM, Komisi C Bahas Masalah Pembelajaran Daring   |   15:00 . Pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bojonegoro Resmi Dilantik   |   14:00 . Satgas Minta Tokoh Muda Ajak Kaum Milenial Sukseskan Vaksinasi   |   13:00 . Mengantisipasi Masuknya Varian Baru, Pintu Masuk Luar Negeri Diperketat   |   12:00 . Satgas Kedepankan Edukasi Masyarakat Manfaat Vaksinasi   |   11:00 . Perhutani Bersama CEC Bojonegoro Tanam Bibit Durian, Alpukat dan Kayu Putih   |   10:00 . Kesembuhan Pasien Nasional Bertambah Menjadi 718.696 Orang   |   09:30 . Bertekad Kembangkan Lembaga, Siapkan Siswa Mengabdi pada Masyarakat   |   09:00 . Turun Rp3.000 di Akhir Pekan, Harga Emas Dibanderol Rp940.000   |   08:00 . Warga Kedungadem Nekat Bunuh Diri Masuk Sumur   |   07:00 . Punya Penyakit Penyerta, Apakah Harus Tetap Vaksinasi Covid-19?   |   06:00 . Tambah 4 Kota/Kabupaten di Jatim yang Terapkan PPKM   |  
Sun, 17 January 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Terkenal Dalam Kota, Bata Sarirejo Produksi Setiap Hari

blokbojonegoro.com | Tuesday, 12 March 2019 17:00

Terkenal Dalam Kota, Bata Sarirejo Produksi Setiap Hari

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Batu-bata asal Desa Sarirejo Kecamatan Balen Bojonegoro ini selalu diproduksi oleh masyarakat desa setempat setiap hari. Pasalnya bata sarirejo tak pernah sepi permintaan, meskipun penjualan masih beredar di lingkup dalam kota.

Sejauh ini, sudah ada 12 tempat produksi batu-bata dengan memanfaatkan endapan lumpur bengawan solo. Kegiatan tersebut juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan.

Pembuatan batu-bata tersebut dimulai dari pengambilan lumpur dari bengawan dengan dipikul, setelah lumpur diangkat dan didiamkan hingga bisa dicetak kemudian di jemur beberapa hari, sebelum dibakar.

Pembuatan batu-bata yang ada di desa tersebut berasal dari Abdullah, yang pertama kali mempraktekan pengalamanya dari Kabupaten Lamongan. sebab ia pernah bekerja di tempat pembuatan batu-bata yang juga menggunakan endapan lumpur bengawan.

"Saat saya bekerja di sana saya benar-benar mempelajari bagaimana cara pembuatannya, karena saya berfikir, kalau di sana bisa pasti lumpur bengawan di belakang rumah saya juga bisa dimanfaatkan untuk membuat batu-bata," ungkap Abdullah kepada blokBojonegoro.com.

Laki-laki paruh baya itu juga menjelaskan, dalam sehari ia bersama pekerjanya sejumlah 5 orang bisa menghasilkan hingga 300 batu-bata. Bahkan sekali proses pembakaran bisa menghasilkan 18.000 hingga 20.000 bata.

"Namun ada juga resiko yang harus ditanggung saat pembakaran gagal, sekali gagal ribuan batu-bata tidak bisa dijual. Selama ini batu-bata saya sudah dua kali gagal dalam proses pembakaran," beber istri Abdullah, Qosyatun. [aim/mu]

Tag : batu bata, bata


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat