15:00 . Hari Pertama Peserta Rapid Test Masyarakat Umum Capai 33 Orang   |   14:00 . Warga Mulyorejo Sulap Pelepah Pisang Jadi Kerajinan   |   13:00 . Yummy...! Nasi Bakar Aneka Isi Ada di Kafe Ini   |   12:00 . Berkeliaran dan Masuk Rumah Warga, Ular Pyton Ditangkap   |   07:00 . 5 Cara Agar Lekas Move On dari Seseorang yang Ghosting Kamu   |   23:00 . Ibu-ibu di Lokasi TMMD Imbangan Diberikan Pelatihan Pembuatan Jamu   |   22:00 . 8 Orang Dinyatakan Sembuh dari Covid-19   |   21:30 . Pemkab Bojonegoro Kembali Berikan Layanan Rapid Tes Gratis   |   21:00 . PMI Bojonegoro Edukasi Santri Cara Hindari Covid   |   20:30 . Sakit Jantung, Seminggu Lalu Dirujuk ke Surabaya   |   20:00 . Agar Berjalan Sesuai Target, 3 Hal ini Tidak Sampai Terulang   |   19:30 . Turut Berduka, Ramai Ucapan Pak Santoso Wafat   |   19:00 . Warga di Kota ini Gunakan Pertalite, ini Alasannnya...   |   18:00 . Danrem 082/CPYJ Bersama Wartawan Komitmen Perangi Hoax   |   17:00 . Kemenag Jadwalkan Rukyatul Hilal 21 Juli, Guna Tentukan 1 Zulhijjah 1441 H   |  
Thu, 09 July 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wednesday, 13 March 2019 08:00

Total Kerugian Petani Akibat Banjir Capai Rp350 Juta

Total Kerugian Petani Akibat Banjir Capai Rp350 Juta

Reporter: M Safuan 

blok Bojonegoro.com - Akibat banjir yang terjadi di Bojonegoro, kerugian materiil yang diderita petani mencapai Rp350 juta. Kerugian itu akibat bajir yang terjadi merendam lahan pertanian mereka. Meski demikian, pihak Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro memastikan tidak banyak padi yang rusak dan yang terancam gagal panen.

"Kerugian terbesar akibat padi terendam ada di 3 desa yang ada di Kecamatan Balen yakni, Desa Sidobandung, Kabunan dan Sobontoro," ucap Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian Bojonegoro, Zaenal Fanani. 

Walaupun begitu, Tambah Zaenal Fanani, mengungkapkan petani yang lahan pertaniannya terkena dampak banjir belum ada yang mengajukan klaim asuransi kerugian.

"Hal itu, karena para petani yang ikut Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP) masih sedikit, dan kerusakannya tidak sampai mencapai 70 persen," ujarnya kepada blokBojonegoro.com

Dari data yang diperoleh blokBojonegoro.com ada 17 kecamatan yang lahan pertaniannya terendam air banjir yakni meliputi Kecamatan Dander, Gondang, Sukosewu, Balen, Bojonegoro, Kapas, Baureno, Kalitidu, Kanor, Trucuk, Padangan, Purwosari, Ngasem, Ngambon, Kedungadem, Gayam dan Sumberrejo.

Namun rata-rata usia padi yang terendam usia 60 hingga 70 hari, bahkan adapula yang usia padi berusia 85 hari hanya ada di wilayah desa Simbatan Kecamatan Kanor yakni seluas 22 hektare dan sebagian desa Wedi Kecamatan Kapas, namun padi tersebut tidak mengalami kerusakan dan masih bisa dipanen.[saf/lis]

 

Tag : banjir, kerugian


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 16 June 2020 19:00

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau

    Dampingi Petani, Disperta Bojonegoro Adakan SL-PTT Tembakau Guna meningkatkan SDM petani, khususnya petani tembakau, Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro mengadakan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) tembakau di kelompok tani Sumber Rejeki, Desa Bulu, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro,...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat