22:00 . Antisipasi Aksi 22 Mei, Polres Bojonegoro Siaga di Stasiun   |   21:00 . Gandeng Pemuda NU, Ahbabul Musthofa Tebar Ta'jil di Kedungadem   |   20:00 . PC IPNU IPPNU Bojonegoro Ngaos Administrasi   |   19:30 . Baksos Ramadan dan Parenting Connection JCI Bojonegoro   |   19:00 . Viking Bojonegoro Bagi Takjil dan Santunan Anak Yatim   |   18:30 . Bersama Komunitas Offroad, Kapolres Bojonegoro Bagi Takjil   |   18:00 . Bedah Keorganisasian, Tingkatkan Keterampilan Kader Jalankan SOP   |   17:00 . Pentingnya Pendidikan Agama untuk Anak   |   16:00 . Pasar Surup, Ala Bazar Kartar Tulungagung   |   15:00 . Luas Tanam Bawang Merah Hingga 4 Bulan Capai 1.215 Hektar   |   14:00 . Sepakbola Awali Pagelaran Porprov di Bojonegoro   |   13:00 . Manasik Haji Kabupaten Dijadwalkan 19 Juni Mendatang   |   12:00 . Inilah Lowongan Pekerjaan yang Selalu Dinanti Saat Ramadan   |   11:00 . Sambang Pelajar, PKPT IAI Sunan Giri Kenalkan Aswaja Sejak Dini   |   10:00 . Dinas Pengairan : Jelang Kemarau, Sejumlah Embung Dinormalisasi   |  
Mon, 20 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 15 March 2019 13:00

Pemilu 2019

Kaum Muda Berharap 'Negera Hadir'

Kaum Muda Berharap 'Negera Hadir'

Reporter: M. Safuan

blokBojonegoro.com - Tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan tetepi juga menyiapkan kesiapan tenaga kerja, sebab lapangan kerja lebih banyak dari pada tenaga kerja yang siap dipekerjakan. Sehingga kaum muda berharap 'Negara Hadir' untuk menjawab ketimpangan tersebut.

Calon legislatif (Caleg) DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Jawa Timur IX Bojonegoro-Tuban, Sugeng Bahagijo menyebut, lapangan kerja lebih banyak ketimbang kesiapan tenaga kerja. Ekosistem yang harus mendukung pelatihan kerja atau pelatihan vokasi, kerjasama swasta agar vokasi lebih efektif dan efisien, LPDP untuk pelatihan vokasi.

"Contoh tender pelatihan vokasi ala India, Perpres Presiden Trump tentang pemagangan. Tentang capaian yang sudah dilakukan pemerintah, kartu Pra kerja Pak Jokowi sejalan dengan trend dunia dan sebagainya. Semoga menambah perspektif untuk publik juga," ucap Kang Sugeng saat hadiri dialog Coffee Break di TV One, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, kesiapan tenaga kerja karena kurangnya investasi pelatihan kerja dan pemagangan, serta kurang tanggapnya sistem pendidikan kita. Sehingga perlu kolaborasi lintas pihak Pemda, swasta dan industri baik jasa dan manufaktur.

Termasuk peran pemerintah desa (Pemdes) melalui Dana Desa (DD) asalkan ada kebijakan pemerintah daerah. "Negara hadir adalah istilah kunci dalam kebijakan pemerintah Jokowi - JK, karena dengan mudah negara melakukan investasi dan program serta tindakan dan tidak membiarkan mekanisme pasar menentukan nasib semua warga (daya-beli. kaya-miskin)," jelas Kang Sugeng.

Kang Sugeng yang menjabat Direktur Eksekutif International NGO Forum for Indonesia (Infid) menerangkan, Pak Jokowi juga memberi sinyal sebagai kemajuan warga dan Bangsa Indonesia tidak boleh bergantung kepada pasang surut ekonomi internsional atau pasar internasional.

"Negara hadir kepada kaum muda artinya adalah memberi dukungan penuh kepada kebutuhan kaum muda melalui pendidikan, pelatihan, beasiswa, karir, profesi dan sebagainya," terangnya kepada blokBojonegoro.com.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Kabupaten Tuban ini juga menambahkan, dengan kata lain negera tidak membiarkan jurang daya beli antar warga dan jurang kaya miskin antar kaum muda menjadi kendala dan hambatan. Bagaimana caranya lanjut Kang Sugeng, jika alokasi anggaran kesehatan di APBN dan APBD telah dipatok 5 persen, maka alokasi untuk ketenagakerjaan dapat dipatok sebesar itu pula.

"Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD) juga dapat difokuskan pada pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia). Sudah waktunya Pemda dan desa berlaku sebagai Negara Hadir," pungkasnya. [sa/mu]

Tag : sugeng, sugeng bahagijo, caleg

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat