17:00 . Harga Bawang Merah Turun Lagi, Per Kilogram Rp30.000   |   16:00 . Masih Ada Warga yang Tak Taat Prokes saat di Luar   |   15:00 . Polres Bojonegoro Salurkan Bantuan Korban Banjir   |   14:00 . Berikut Hasil Uji Kualitas Udara di Bojonegoro   |   13:00 . Dimsum Seribuan Laris Manis   |   12:00 . Mengapa Kita Perlu Imunisasi?   |   11:00 . Pemohon Banpres BPUM Dinkop Bojonegoro Capai 31.502   |   10:00 . PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya Super Merdeka untuk UMKM   |   09:00 . Sejak Dulu Imunisasi Cegah Penyakit Menular   |   08:00 . Presiden Kutuk Terorisme di Sigi   |   07:30 . Kesembuhan Covid-19 di Provinsi ini Meningkat Pesat   |   07:00 . Membangun "Chemistry" Kuat dengan Percakapan Sederhana   |   06:30 . Disdukcapil Bojonegoro Raih Penghargaan Anugerah Karya Utama Adminduk 2020   |   06:00 . Sukseskan Vaksinasi, Pemerintah Pastikan Kesiapan dengan Cara ini   |   05:00 . Pasien Sembuh dan Kasus Baru Masing-masing Tambah 5 Orang, 1 Pasien Meninggal Dunia   |  
Tue, 01 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 15 March 2019 21:00

Masa Panen Gabah Turun Harga, Petani Resah

Masa Panen Gabah Turun Harga, Petani Resah

Kontributor: Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Petani padi di wilayah Kecamatan Kapas, Kabupaten Kabupaten Bojonegoro belakangan ini dilanda keresahan. Pasalnya, harga jual gabah petani turun. Akibatnya petani gabah di beberapa desa di Kecamatan Kapas dipastikan bakal merugi.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sebelum bulan Maret harga gabah di Bojonegoro, berkisar Rp4.000 sampai Rp5.000 perkilogramnya. Namun, kini harga gabah kering sawah di Bojonegoro sebesar Rp3.000 sampai Rp3.500 per kilogramnya.

Riski, salah seorang petani Desa Wedi mengatakan, dengan anjloknya harga gabah tersebut, petani terancam merugi. ”Dengan harga gabah sebesar Rp3.000/3.500 per kilogram, para petani di dipastikan merugi," ujar Riski.

Padahal, kualitas padi hasil panen bisa dikatakan sama dengan padi yang dipanen sebelumnya. Namun, harga yang dibeli tengkulak, harganya mengalami penurunan. Para tengkulak berasalan, karena cuaca kurang mendukung, karena akhir-akhir ini sering turun hujan.

Petani berharap, Pemerintah untuk segera mencarikan solusi tentang ancaman anjloknya harga padi saat musim panen nanti. Karena, persoalan harga padi anjlok ketika panen, sudah sering terjadi setiap tahun.

“Petani inginnya harga gabah tidak turun sampai Rp3.500 Kalau harga gabah Rp4.500 per kilogramnya petani bisa untung dan dapat memutar uang untuk operasional,” imbuhnya.

Sebelumnya, harga gabah turun juga dialami oleh petani di Kecamatan Dander. Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Agus Hariyana saat dikonfirmasi belum bisa memberi komentar terkait hal tersebut, lantaran sedang ada pertemuan. Sehingga, dia enggan berkomentar lebih banyak. 

“Saya sedang ada pertemuan, lebih lanjutnya bisa menghubungi Ketahanan Pangan,” ujarnya via ponsel.[din/lis]

 

Tag : gabah, petani, panen


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat