13:00 . Prediksi Awal Hari Raya Idul Fitri Akan Bersamaan   |   12:00 . AMSI Himbau Publik Baca Berita Dari Sumber Dipercaya   |   11:00 . Bunda Belanja, Anak-anak Bermain   |   10:00 . 172 Jabatan Sekdes Kosong, Pemilihan Wewenang Desa   |   08:00 . Aula Belajar Maslakul Huda Resmi Dibuka untuk Kegiatan Belajar Mengajar   |   07:00 . Ada Riwayat Keluarga dengan Penyakit Jantung? Lakukan Ini...   |   00:00 . Teguhkan Komitmen Pada Muhammadiyah Melalui Baitul Arqom   |   23:00 . BPD dari 13 Desa di Kecamatan Kapas Dilantik   |   22:00 . Aksi 22 Mei, Penumpang KA Jurusan Jakarta Diperiksa   |   21:00 . Peringati Nuzulul Quran, Remas Jami'Baitul Ghofur Sumodikaran Bagi Takjil   |   20:00 . Kenalkan Bright Gas Melalui 'BEDUK'   |   19:00 . Liga 3 Mulai, Persibo Siapkah?   |   18:30 . Persibo di Group A, Inilah Selengkapnya   |   18:00 . BPK Nilai WTP Laporan Keuangan Bojonegoro   |   17:30 . Cegah Pendangkalan, 6 Kali Dinormalisasi   |  
Wed, 22 May 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Friday, 15 March 2019 17:00

Prihatin Kasus Bunuh Diri Lansia Tinggi, Pemkab Bentuk Karang Wreda

Prihatin Kasus Bunuh Diri Lansia Tinggi, Pemkab Bentuk Karang Wreda

Kontributor: Wahyudi

blokBojonegoro.com - Kasus bunuh diri yang melibatkan warga lanjut usia (lansia) cukup memprihatinkan. Tahun 2018 lalu, jumlah kasus bunuh diri sebanyak 18 kasus dan 14 diantaranya melibatkan lansia.

Karena itu, Pemkab Bojonegoro membentuk Kelembagaan Karang Wedra. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Helmy Elizabeth mengatakan, pembentukan Karang Wreda merupakan amanat undang-undang.

Selain itu, juga keprihatinan dan perhatian Pemkab Bojonegoro terhadap tingginya kasus bunuh diri pada usia lanjut di Kabupaten Bojonegoro. "Kami prihatin atas kejadian itu," kata Helmy Elizabeth.

Ia mengungkapkan, bahwa pembentukan Karang Wreda ini merupakan wadah berkumpulnnya lanjut usia, dimana bertujuan agar para lanjut usia tetap mandiri, berguna dan berkualitas sehingga nantinya lanjut usia ini dapat berdaya.

Diharapkan, adanya sinergitas dan koordinasi dengan OPD terkait dan stakeholder lainnya, agar keberadaan Karang Wreda ini dapat terbentuk dan menjadi kelembagaan  yang mempunyai fungsi di tengah-tengah masyarakat.

Sebelumnya, Wakil Bupati Bojonegoro berharap setiap desa/kelurahan Kelembagaan Karang Wreda terbentuk. Sebab hal tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap lanjut usia yang telah berjasa bagi negara.

Budi Irawanto yang juga Ketua Komisi Daerah Lanut Usia Kabupaten Bojonegoro mengatakan, Karang Wreda harus terbentuk di setiap desa/kelurahan. Diupayakan pembiayaannya melalui APBDes di masing-masing desa.

"Diharapkan untuk pembiayaan bisa melalui Perubahan APBDes tahun ini atau di APBDes Tahun 2020," pungkasnya. [yud/mu]

Tag : karang wedra, bunuh diri, kasus bunuh diri, lansia

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat