05:00 . 5 Pasien di Bojonegoro Sembuh, Kasus Baru Bertambah 5 Orang   |   23:00 . Seleksi Bojonegoro FC, Dikerucutkan Jadi 30 Pemain   |   22:00 . Era Industri, Pemkab Optimalkan Peran Pemuda dalam Pembangunan Daerah   |   21:00 . BPBD Bojonegoro Minta Warga Waspadai Fenomena La Nina   |   20:30 . KPC PEN Gelar Webinar Kolaborasi dengan Pemkab Bahas Vaksin Covid-19   |   20:00 . Ademos Latih Timlak Patra Daya Program 2020   |   19:30 . Infrastruktur Publik di Bandungrejo Rampung, Warga Lancar Beraktifitas   |   19:00 . Setelah Vaksin Tiba, Harus Masyarakat Tetap Disiplin 3M   |   18:30 . Satgas Sayangkan Sikap Habib Rizieq yang Tak Mau Telurus Kontak   |   18:00 . Jumlah Kasus Meningkat, Menjadi Pembelajaran Serius   |   17:30 . Diterjang Banjir, Jembatan di Kuniran Ambruk   |   17:00 . Menyambut HPN 2021, PWI Bojonegoro Siapkan Beberapa Kegiatan   |   16:30 . Detik-detik Jembatan Bambu Hanyu Terbawa Banjir Sungai   |   16:00 . Jaga Kamtibmas, Kapolres Bojonegoro Ajak Terus Lawan Covid-19   |   15:00 . Bahas 15 Raperda, DPRD Bojonegoro Utamakan Raperda RTRW   |  
Thu, 03 December 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 18 March 2019 18:00

Belum Ada Kejelasan, PMII dan GMNI Kembali Datangi Kejaksaan Negeri

Belum Ada Kejelasan, PMII dan GMNI Kembali Datangi Kejaksaan Negeri

Kontributor : Muhammad Qomarudin

blokBojonegoro.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Bojonegoro, kembali mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro untuk menanyakan tindak lanjut dari empat petisi yang sebelumnya dituntut, saat aksi yang dilakukan pada 28 Januari lalu.

Keempat petisi tersebut adalah kasus korupsi BIMTEK (Bimbingan Teknis) DPRD Bojonegoro tahun 2012, dugaan Mark Up Anggaran Pembangunan Dam (Pintu Air) di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, kasus dugaan Penggelapan Pajak Bumi dan Bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB P2) yang dilakukan dua oknum Perangkat Desa (Perades) di Desa Talok dan satu  Perades wotongare, Kecamatan Kalitidu dan dugaan penyalahgunaan wewenang Inspektorat Bojonegoro dalam penggunaan anggaran tahun 2015-2017 yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

"Kita bersama dari perwakilan pengurus Cabang PMII dan GMNI untuk menanyakan tindak lanjut proses pengembangan kasus," ungkap Ketua PC PMII Bojonegoro, M. Nur Hayan, Rabu (18/3/2019).

Menurutnya, beberapa kasus ini sangat perlu penanganan khusus terkait tidak lanjutnya, sebab sangat merugikan negara dan masyarakat lebih khususnya. Selain itu pada aksi sebelumnya, juga telah dilakukan nota kesepakatan selama satu bulan terkait apakah ada perkembangan kasus tersebut atau tidak.

"Nota kesepakatannya adalah kita memberi waktu tenggang selama satu bulan kepada Kejari terkait kejelasan tersebut," lanjutnya kepada blokBojonegoro.com.

Sejalan dengan ketua PC PMII Bojonegoro, Ketua DPC GMNI Bojonegoro,  Oskar Pekajangga, menegaskan seharusnya Kejari Bojonegoro juga memberikan informasi sudah sejauh mana proses pengembangan kasus tersebut. Sebab publik juga menginginkan kejelasan terkait beberapa kasus yang dituntutkan oleh PMII dan GMNI sebelumnya.

"Soalnya ini sudah kasus lama, bahkan kasus Bimtek dan Inspektorat sudah sangat lama dan sampai saat ini juga belum ada kejelasan" lanjut Bung Oscar, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Kasi Intelejen Kejari Bojonegoro, Syaiful Anam menjelaskan semua kasus yang dituntutkan oleh PMII dan GMNI sudah dalam tahap proses penyelidikan. Namun, sudah ada beberapa kasus yang sudah ada sedikit titik terang, tetapi belum bisa diinformasikan lantaran ditakutkan bakal mempersulit pencarian data.

"Sudah ada orang yang kita tetapkan sebagai   tersangka, namun belum kita lakukan penangkapan dan akan kita publikasikan pasca tanggal 17 April, lantaran ditakutkan akan mengganggu proses pemilu," terang Syaiful Anam.[din/ito]

Tag : kasus, korupsi, bojonegoro, pmii, gmni


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Sunday, 29 November 2020 00:00

    Selamat Jalan Mas Safuan

    Selamat Jalan Mas Safuan Innalillahi wainna ilaihi roojiuun. Reporter blokBojonegoro.com, Mochamad Safuan meninggal dunia, Sabtu (28/11/2020) petang....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat