20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Monday, 18 March 2019 17:00

Kemenperin RI Kembangkan Wirausaha Baru IKM di Bojonegoro

Kemenperin RI Kembangkan Wirausaha Baru IKM di Bojonegoro

Reporter: M. Yazid

blokBojonegoro.com - Keberadaan Industri Kecil, Menengah (IKM) di kabupaten Bojonegoro terus bertumbuh kembang dengan pesat. Sehingga Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI melakukan bimbingan teknis penumbuhan dan pengembangan wirausaha baru IKM di Kota Ledre.

Dalam pelatihan yang berlangsung di salah satu cafe dan resto di Kabupaten Bojonegoro tanggal 18 sampai 21 Maret 2019, diikuti para pelaku IKM. Serta dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Agus Supriyanto, Direktur IKMA Kimia, Sandang, Kerajinan dan Industri Aneka Ditjen IKMA Kemenperin RI, Ir. E. Ratna Utarianingrum, M.SI dan anggota Komisi VI DPR RI, Lukmanul Hakim.

Ibu Ratna Utarianingrum menjelaskan, Kementerian Perindustrian melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKM) sejak tahun 2014 membuat program penumbuhan dan pengembangan Wira usaha Baru (WUB) IKM, untuk mencapai target 20.000 WUB hingga tahun 2019. Agar melancarkan program tersebut tidak hanya perlu sinergi antara pemerintahan pusat dan pemerintahan daerah tetapi melibatkan juga komisi VI DPR RI.

"Komisi VI DPR RI dengan lingkup tugas bidang industri, investasi dan persaingan usaha merupakan mitra kementrian perindustrian RI bersama-sama berupaya meningkatkan daya saing. Jumlah populasi dan penyerapan tenaga kerja," jelasnya.

Selain itu sektor IKM merupakan salah satu penyangga ekonomi dan tulang punggung perekonomian nasional, khususnya di negara berkembang harus terus diperkuat. Pada tahun 2017 berdasarkan data BPS, jumlah usaha IKM mencapai 4,49 juta unit yang tersebar di wilayah Indonesia dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 10,57 juta orang atau setara dengan 63,13 persen dari total tenaga kerja sektor industri pengolahan.

"Dengan kontribusi tersebut, IKM memiliki peran cukup dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan pengembangan sektor swasta yang dinamis," terangnya.

Menurut Ibu Erna, kegiatan penumbuhan dan pengembangan WUB IKM di Kabupaten Bojonegoro ini meliputi kegiatan peningkatan kompetensi SDM dan peningkatan melalui bimbingan teknis (Bimtek). Serta fasilitas mesin atau peralatan yang terdiri dari 10 kegiatan (6 bimbingan teknis dan 4 fasilitas mesin atau peralatan).

Sementara ini anggota Komisi VI DPR RI, Lukmanul Hakim menuturkan, dengan adanya kegiatan ini berharap agar para peserta mendapatkan ilmu, sekaligus pengetahuan yang mumpuni terkait bidang-bidang yang sudah diberikan mulai pengelolaan IKM yang ada di Bojonegoro.

"Potensi IKM di Bojonegoro Sangat bagus pertumbuhannya. Dan mudah-mudahan kedepan kita akan dorong terus agar Kementrian Perindustrian banyak memberikan program terkait IKM di Bojonegoro, baik itu yang sifatnya bimbingan teknis maupun alat-alat sarana prasarana," tuturnya.

Ditambahkan Pak Lukman, Kementerian Perindustrian melalui Bimtek ini dapat memberikan penguatan yang sifatnya untuk ekonomi masyarakat kecil, terutama dikonteks ini adalah dengan penguatan IKM industri kecil. Jadi kalau menurut peraturan menteri perindustrian, yang namanya industri kecil itu adalah yang investasinya sampai dengan Rp 500 juta.

"Temen-temen ini baru mulai dari sisi ilmunya dulu, pengetahuannya dan nanti setelah pengetahuannya ini mumpuni mapan, baru mereka harapannya bisa naik kelas," imbuhnya.

Pak Lukman juga berpesan, yang paling penting dilakukan IKM setelah memahami utuh dari ilmu yang diberikan, berikutnya itu promosinya. "Jadi mulai dari yang ada di medsos kemudian di website-website yang terkait dengan penjualan itu semuanya bisa diberikan melalui pelatihan seperti shopie, toko pedia, buka lapak dan seterusnya," pungkasnya yang juga politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). [zid/ito]

Tag : ikm, bojonegoro, dprri

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat