21:00 . Pemkab Bojonegoro Beri Santunan untuk yang Meninggal Dunia   |   20:00 . Ditetapkan Tersangka, Kepala Inspektorat Terancam Hukuman ini   |   19:00 . PEPC Setor Pajak Rp ,08 Triliun   |   18:00 . Ditutup, 57 Pendaftar KPU Bojonegoro Siap Berkompetisi   |   17:00 . Guna Perkuat Data, Kejari Bojonegoro Juga Datangkan 7 Ahli   |   16:30 . 8 Hari Team IT Ario Sighat Selesaikan Rekapitulasi, ini Hasilnya...   |   16:00 . Jalan Rusak, Warga Peringatkan Pengguna Jalan dengan Banner   |   15:00 . Diperiksa 5 Jam, Kepala Inspektorat Langsung Ditahan   |   14:00 . Diduga Ada Pemilih Ganda, Demokrat Laporkan Dua TPS di Ngasem   |   12:00 . Rangkaian HUT BUMN, Pertamina Gelar Pasar Murah di Empat Lokasi   |   11:00 . Gelar Turnamen Voli, BEM Unigoro Gandeng 3 Kabupaten   |   10:00 . Caleg Stres Kalah Pemilu, BPJS Siap Ongkosi Biaya Berobat   |   08:00 . Film Avenger Terbaru Sudah Rilis di Bioskop Bojonegoro   |   07:00 . Tips Kecantikan: Ingin Rambut Sehat? Coba Pakai Minyak Kelapa   |   06:00 . Sebelum Viral.....! Ini Cerita Pentol Sejati 'Wayahe....'   |  
Thu, 25 April 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 19 March 2019 19:00

Lika-liku Perjalanan Usaha Putu Bambu Pertigaan Sumuragung

Lika-liku Perjalanan Usaha Putu Bambu Pertigaan Sumuragung

Kontributor: A'imatun Khasanah

blokBojonegoro.com - Derai gerimis yang membuat suasana sore menjadi semakin dingin, semerbak aroma yang khas dari putu bambu pertigaan Sumuragung Kecamatan Sumberrejo pun tercium dari jarak sekitar 10 meter.

Meskipun sudah berjualan putu bambu selama 4 tahun lamanya, perjalanan Yusuf si penjual putu bambu tersebut tidaklah mudah. Sebab, selama 4 tahun tersebut usahanya mengalami kembang kempis, bahkan berkali-kali pindah tempat untuk jualan.

"Awalnya belajar membuat putu bambu dari tetangga, kurang lebih 2 minggu sudah bisa membuat putu bambu sendiri dan menjajakanya keluar kota," beber pria asal Lamongan tersebut.

Berawal dengan berjualan di Surabaya selama 3 bulan, putu bambu miliknya masih juga sepi tanpa pembeli. Sebab di Kota Pahlawan tersebut mahalnya kebutuhan hidup membuatnya memutuskan untuk kembali pulang dan membawa gerobaknya.

Setelah sampai di Bumi Angling Dharma, Yusuf kembali lagi menjual putu bambu di daerah Kecamatan Baureno. Namun hal yang malang menimpanya kembali, setelah 6 bulan berjualan di Baureno, tempatnya pun tergusur akibat pembangunan taman.

Setelah lika-liku pengalaman yang dilalui, akhirnya laki-laki paruh baya itu memutuskan untuk berjualan putu bambu di pertigaan Sumuragung hingga sekarang, yang terkadang dibantu oleh anaknya.

Proses pembuatan bahan putu tersebut dikerjakan di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Setiap hari Yusuf bersama putranya, Arif harus menempuh jarak Babat-Sumberrejo untuk berjualan di pertigaan Sumuragung.

"Rasanya putu milik Yusuf ini memang mantap, saya saja sering beli di sini," ucap Bagong, salah satu pelanggan setia Putu Bambu Pak Yusuf.

Selain sepi ramainya pembeli, ada juga yang mempengaruhi penjualan putu bambu tersebut seperti halnya harga umbi yang sewaktu-waktu berubah.

Bahkan saat harga umbi sedang mahal Yusuf bisa mengira-ngira pengurangan porsi, tanpa harus menaikan harga agar para konsumen tetap menjadi pelangganya.

Yusuf dan Arif biasanya mulai berjualan di pertigaan Sumuragung setiap pukul 16.30 WIB dan menitipkan gerobaknya.

Putu bambu seharga Rp3.000 per bungkus tersebut juga selalu laris manis, bahkan terkadang pukul 18.30 WIB sudah ludes diserbu pembeli.

"Paling malam biasanya jam 21.00 habis, dan terjual ratusan bungkus. Ya beginilah orang cari rezeki, panas kepanasan dan hujan kedinginan," ungkap Arif kepada blokBojonegoro.com. [aim/lis] 

 

Tag : putu, bambu

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Wednesday, 27 March 2019 21:00

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng

    Petani di Balen Mulai Panen Kelengkeng Seorang petani di Desa Kedungdowo, Kecamatan Balen, Abdul Mukarom merasa senang karena pohon Lengkeng yang ia tanam dua tahun yang lalu sekarang ini buahnya sudah bisa dinikmati. Setelah empat pohon...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Tuesday, 16 April 2019 09:00

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ

    Hilang STNK NoPol S-3761-DJ Telah hilang Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK): No.Pol: S-3761-DJ Merk/Type: HONDA Warna: Hitam Tahaun pembuatan: 2012 Nomor Rangka: MH1JB8110CK809201 Nomor Mesin: JB81E1806215 Atas Nama: DASINAH Alamat: Dusun Kawis RT.01/RW.02 Desa Geger Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur....

    read more