20:00 . Komplotan Pencuri Antar Provinsi Incar Nasabah Bank di Bojonegoro Berhasil DIbekuk   |   19:00 . DPRD Dorong Pemberian Intensif Guru Madrasah   |   18:00 . Ali Fauzi: Terorisme Bukan Hanya Terlihat dari Penampilan Fisik   |   17:00 . Pohon yang Ditebang, Akan Diganti dengan Jenis ini   |   16:00 . KIA di Bojonegoro Masih Tercetak 40 Persen   |   15:00 . Sering Nonton Film Porno, Kakek di Sukosewu Cabuli Anak 8 Tahun   |   14:00 . Siswa SMPLB Putra Harapan Raih Juara Pertama di Peparpenas 2019   |   13:00 . Pentingnya 3 Pilar di Era 4.0   |   12:00 . Pemkab Bojonegoro Ajukan UMK 2020 Sebesar Rp 2.016.720   |   11:00 . Mendorong Generasi Muda Menjadi Energi Penggerak Bangsa   |   10:00 . Awal Pekan, Harga Logam Mulia Naik Rp 1.000 per Gram   |   09:00 . Instalasi Unik, Bikin Pengunjung Geleng-Geleng   |   08:00 . Diduga Akibat Bediang, Rumah di Ngrejeng Terbakar   |   07:00 . Susu dan Makanan yang Harus Dihindari Sebelum Berolahraga   |   18:00 . Pergantian Antar Waktu DKR Kecamatan Kanor Resmi Dilantik   |  
Tue, 19 November 2019
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Tuesday, 19 March 2019 10:00

Mahasiswa ITS Kunjungi Lapangan Banyuurip

Mahasiswa ITS Kunjungi Lapangan Banyuurip

Reporter: Parto Sasmito

blokBojonegoro.com - Kunjungan mahasiswa ke Lapangan minyak dan gas Banyu Urip tidak hanya sekadar melihat fasilitas, namun juga bagian dari implentasi link and match. Melalui kegiatan ini, dunia pendidikan, khususnya mahasiswa diharapkan akan memahami apa saja yang harus mereka siapkan ketika akan bekerja di perusahaan.

Hal tersebut diungkapkan Dhany Arifianto, Kepala Departemen Teknik Fisika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya saat kunjungan ke Lapangan Banyu Urip, Selasa (19/3/2019).

“Jadi kunjungan ini bagian dari harapan kami, bertemu dengan para ahli ExxonMobil untuk saling bertukar pikiran,” ucapnya.

Menurut Dhany, kurikulum di dunia pendidikan saat ini mengharuskan mahasiswa belajar dengan konsep “problem based”. Sehingga, mahasiswa harus banyak terjun ke dunia praktis untuk melihat kasus-kasus nyata dari apa yang dipelajari.

“Kami ke sini bersama dengan tim laboratorium vibrasi dan akustik, mahasiswa S1 dan S2, juga tim dosen. Semoga bisa membawa buah pikiran yang baik,” imbuhnya.

Rombongan ITS diterima oleh Operations Technical supervisor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Octavinus Danang bersama tim engineer EMCL alumni ITS. Pada kunjungan tersebut, peserta diberikan penjelasan mengenai operasi Lapangan Banyu Urip yang dioperatori EMCL.

“Kami berusaha untuk menghasilkan yang terbaik untuk negara,” ucap Octavianus seraya menyampaikan apresiasi kepada tim ITS yang telah memberi masukan berharga untuk kesuksesan operasi di Lapangan Banyu Urip.

Setelah diskusi, tim ITS diajak mengunjungi fasilitas pengolahan minyak dan gas di Lapangan Banyu Urip. Di sana, peserta juga dijelaskan dinamika-dinamika dalam menjalankan fasiltas pengolahan berteknologi tinggi.

Kunjungan kampus hari ini merupakan seri ke empat di tahun 2019. Pada Senin kemarin (18/3/2019) kunjungan yang sama dilaksanakan oleh mahasiswa Teknik Informatika Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe (STTR) Cepu. [ito]

Tag : ITS, EMCL, bojonegoro

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat