09:00 . Dakwah Islam Indonesia: Merangkul Bukan Memukul (Munas X MUI 2020)   |   08:00 . Indonesia Berpengalaman dan Siap Distribusi Vaksin Sampai ke Pelosok   |   07:00 . Nyeri Haid Hilang Setelah Menikah, Mitos atau Fakta?   |   06:00 . Ayo Warga Jatim Jangan Lengah Lur.....   |   20:00 . UPDATE Perkembangan Penanganan Covid-19 Indonesia   |   19:00 . Optimisme Pendidik di Tengah Tantangan Pandemi Covid-19   |   18:00 . Pembelajaran di Tengah Pandemi Covid, Pemkab Semangati Guru   |   17:00 . Vaksin Upaya Serius Negara Melindungi Masyarakat   |   16:00 . 36 Pelanggar Prokes di Ngasem Diberikan Sanksi Sosial   |   15:00 . Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang   |   14:00 . Masih Muda, Mahasiswi Ini Semangat Berwirausaha   |   13:00 . Kapan Anak Harus Pakai Masker?   |   12:00 . Hari Guru Nasional: Garda Guru Perangi Covid-19   |   11:00 . Peran Remaja Masjid Era Milenial   |   10:00 . 5 Hal yang Harus Dihindari saat Pakai Masker   |  
Fri, 27 November 2020
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sunday, 24 March 2019 11:00

2019, Sekolah Tidak boleh Angkat Guru Honorer Lagi

2019, Sekolah Tidak boleh Angkat Guru Honorer Lagi

Reporter : M Safuan 

blokBojonegoro.com - Saat ini total terdapat 3.400 Guru Tidak Tetap (GTT) K2, GTT Non K2 ber NUPTK dan GTT Non K2 dan belum ber NUPTK yang ada di Kabupaten Bojonegoro. Keseluruhan jumlah tersebut dirasa cukup oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro, dan tidak ada kekurangan guru dalam melaksanakan tugas pembelajaran kepada siswa.

"Saat ini, jumlah dirasa cukup banyak hanya saja pemerataan guru kurang maksimal," kata kepala Disdik Bojonegoro, Hanafi.

Lanjut dia, oleh karenanya, di awal 2019 ini Disdikda telah memberlakukan bahwa setiap sekolah tidak diperbolehkan mengangkat guru kembali. Pasalnya jumlah guru yang ada saat ini cukup untuk mengisi kekosongan guru disetiap sekolah yang ada. 

Dengan banyaknya jumlah guru tersebut, Disdikda Bojonegoro, akan segera melakukan pemerataan guru, sehingga kekurangan guru di setiap sekolah tidak terjadi. Pemerataan guru itu, nantinya sekolah yang mempunyai jumlah guru akan dikurangi dan guru tersebut bakal digeser ke sekolah terdekat yang kurang gurunya.

"Pergeseran guru, pastinya melihat sekolah yang terdekat," beber Hanafi kepada blokBojonegoro.com. [saf/lis]

 

Tag : pendidikan, sekolah


* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Thursday, 26 November 2020 15:00

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang

    Selamat, Kak Bibin Resmi Lepas Lajang Momen bahagia kembali dirasakan Keluarga besar Blok Media Group (BMG). Personil dari Blok Multimedia (anak perusahaan BMG), M. Tholibin resmi melepas masa lajangnya setelah menyunting pujaan hatinya, Siti Muza'roah....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat